NEWS
Sang Nahkoda Beri Apresiasi: Bupati Sidrap Sebut PT Annur Maarif yang Terbaik dalam Pelayanan Umrah dan Haji
KITASULSEL—SIDRAP — Apresiasi tinggi diberikan Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, kepada PT Annur Maarif atas dedikasi dan konsistensinya dalam pelayanan umrah dan haji bagi masyarakat Kabupaten Sidrap.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung sesaat setelah pelepasan jamaah calon haji Kloter 40 asal Kabupaten Sidrap di pelataran Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Senin (18/05/2026), kepada media official PT Annur Maarif dan sejumlah awak media lainnya.
Dalam keterangannya, Bupati Sidrap menilai PT Annur Maarif telah menjadi salah satu lembaga terbaik dalam pelayanan umrah dan haji, sekaligus memiliki kontribusi besar terhadap masyarakat Sidrap dalam mendampingi perjalanan ibadah menuju Tanah Suci.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan selama ini mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepercayaan tinggi di tengah masyarakat.
“Tetap menjadi referensi bagi yang lain, dan jaga kualitas pelayanan terhadap jamaah,” ujar H. Syaharuddin Alrif.
Ia juga menegaskan bahwa dedikasi PT Annur Maarif terhadap Kabupaten Sidrap patut mendapatkan apresiasi. Bukan hanya karena besarnya jumlah jamaah yang dibimbing, tetapi juga karena konsistensi pelayanan yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
Bupati Sidrap mengaku bangga atas dampak positif yang dirasakan masyarakat dari pelayanan PT Annur Maarif yang dinilai semakin profesional dan terpercaya.
“Kita semua bangga terhadap apa yang masyarakat rasakan dari pelayanan Annur Maarif,” tambahnya.
Dalam suasana pelepasan jamaah yang penuh haru dan doa tersebut, H. Syaharuddin Alrif juga menyampaikan analogi yang menggambarkan kuatnya identitas Kabupaten Sidrap di berbagai sektor.
“Bicara lumbung pangan, lumbung hafidz, dan energi terbarukan tentu bicara tentang Sidrap. Bicara umrah dan haji, pasti PT Annur Maarif,” ungkapnya disambut antusias para jamaah dan masyarakat yang hadir.
Pernyataan itu menjadi bentuk pengakuan tersendiri terhadap posisi PT Annur Maarif sebagai salah satu travel umrah dan haji yang paling dipercaya masyarakat Sidrap dan sekitarnya.
Kepercayaan masyarakat kepada PT Annur Maarif dinilai lahir dari pelayanan yang maksimal, pembinaan jamaah yang intensif, pendampingan ibadah yang profesional, hingga komitmen menjaga kenyamanan jamaah sejak proses manasik, keberangkatan, hingga kepulangan.
Dengan apresiasi langsung dari pimpinan daerah, PT Annur Maarif diharapkan terus mempertahankan kualitas pelayanan dan menjadi inspirasi bagi penyelenggara umrah dan haji lainnya di Sulawesi Selatan.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan ibadah yang amanah dan terpercaya, PT Annur Maarif kembali menegaskan eksistensinya sebagai pilihan utama masyarakat dalam perjalanan menuju Baitullah.
NEWS
Ketua Bawaslu Sulsel: Perempuan NU Memiliki Jejak Panjang dalam Perjuangan Demokrasi Indonesia
Kitasulsel—Makassar– Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, bersama ketua Taysan UMI Prof H Laode dan Dr. Fathur Rahim Kepala Kesbangpol kota Makassar menjadi narasumber pada kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) yang diselenggarakan oleh KOPRI PC PMII Kota Makassar dengan tema *“Demokrasi Indonesia: Tantangan dan Harapan”*. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Makassar, Sabtu (13/6/2026), dan diikuti oleh kader-kader perempuan PMII dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Mardiana Rusli menegaskan bahwa perempuan, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama, memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, gerakan politik perempuan NU tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan dan keberanian.
“Perempuan NU telah menunjukkan kiprah politik dan kebangsaan sejak masa perintisan. Mereka hadir sebagai pelopor yang membuka ruang partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia,” ujar Mardiana.
Ia menjelaskan bahwa pada Muktamar NU tahun 1940, dua tokoh perempuan, Nyai Raden Djuaesih dari Bandung dan Nyai Raden Hindun dari Surabaya, tampil sebagai pelopor perempuan yang berani menyampaikan gagasan di forum resmi organisasi. Langkah tersebut menjadi tonggak penting lahirnya gerakan perempuan di lingkungan NU.
Perjuangan tersebut kemudian berlanjut dengan berdirinya organisasi perempuan NU, yakni Muslimat NU pada 29 Maret 1946 dan Fatayat NU pada tahun 1950 yang dirintis oleh “Tiga Serangkai”, yaitu Chuzaimah Mansur, Aminah Mansur, dan Murthosiyah.
Mardiana juga mengulas keterlibatan perempuan NU dalam Pemilu 1955, yang merupakan pemilu demokratis pertama di Indonesia. Saat itu, terdapat lima kader perempuan NU yang berhasil terpilih menjadi anggota DPR, yaitu Asmah Sjachrunie, Mariam Kanta Sumpena, Mahmudah Mawardi, Marjamah Djunaidi, dan Hadinijah Hadi Ngabdulhadi.
“Sejarah ini menunjukkan bahwa perempuan NU bukan hanya menjadi pelengkap dalam demokrasi, tetapi menjadi pelaku utama yang turut menentukan arah perjalanan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiana Rusli juga mengajak kader-kader PMII, khususnya kader KOPRI, untuk aktif mengambil peran dalam ruang publik dan proses demokrasi. Ia menilai tahapan Pemilu dan Pilkada merupakan momentum yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, keterlibatan sebagai penyelenggara adhoc, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan/desa, dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.
“Pemilu dan Pilkada bukan hanya ruang kontestasi politik, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan, integritas, dan pelayanan publik. Saya berharap kader-kader PMII berani mengambil peran sebagai penyelenggara adhoc, pengawas partisipatif, maupun penggerak pendidikan demokrasi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda. Karena itu, kader PMII dan KOPRI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong demokrasi yang lebih substantif, inklusif, dan berintegritas.
Kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) tersebut berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai tantangan demokrasi kontemporer, penguatan partisipasi politik perempuan, serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login