NEWS
Dr. H. Bunyamin Tiba di Makkah, Pastikan Ribuan Jamaah Haji Sulsel di Bawah Bendera PT Annur Maarif Terlayani Maksimal
Kitasulsel—Makkah — Komitmen pelayanan tanpa batas kembali ditunjukkan oleh PT Annur Maarif dalam mendampingi jamaah haji asal Sulawesi Selatan di Tanah Suci. Direktur utama PT Annur Maarif, Dr. H. Bunyamin, tiba langsung di Kota Makkah untuk memantau dan memastikan seluruh proses pelayanan terhadap jamaah berjalan optimal.
Kehadiran Dr. H. Bunyamin di Tanah Suci menjadi bentuk keseriusan PT Annur Maarif dalam menjaga kualitas pelayanan kepada jamaah, baik Jamaah Calon Haji (JCH) reguler maupun jamaah haji khusus yang berada di bawah pendampingan dan koordinasi PT Annur Maarif.
Tercatat, lebih dari seribuan jamaah haji Indonesia asal Sulawesi Selatan tahun ini berada di bawah bendera PT Annur Maarif. Jumlah tersebut menjadikan Annur Maarif sebagai salah satu lembaga pendamping jamaah terbesar dan paling aktif dalam memberikan pelayanan langsung kepada jamaah haji asal daerah.
Tidak sekadar mengantar keberangkatan dari tanah air, PT Annur Maarif juga memastikan pendampingan tetap berjalan selama jamaah berada di Tanah Suci. Hal inilah yang menjadi alasan utama Dr. H. Bunyamin turun langsung melakukan pemantauan di lapangan.
“Setelah meninggalkan tanah air, kita tidak melepas jamaah begitu saja. Di Tanah Suci pun pelayanan tetap kami kontrol. Ini adalah sistem kerja Annur yang wajib selalu membersamai jamaah di mana pun itu,” ujar Dr. H. Bunyamin saat tiba di Makkah.
Menurutnya, pelayanan terhadap jamaah bukan hanya soal administrasi keberangkatan, melainkan bagaimana memastikan kenyamanan, kesehatan, hingga kebutuhan ibadah jamaah benar-benar terpenuhi selama berada di Arab Saudi.
Dalam agenda pemantauannya, Dr. H. Bunyamin dijadwalkan mengunjungi sejumlah hotel tempat jamaah PT Annur Maarif menginap, baik untuk jamaah reguler maupun jamaah haji khusus. Ia ingin memastikan seluruh tim yang bertugas di lapangan bekerja sesuai standar pelayanan yang selama ini menjadi identitas PT Annur Maarif.
“Saya akan keliling ke hotel-hotel jamaah haji kita, baik reguler maupun haji khusus. Semua harus mendapat pelayanan maksimal dari tim,” tegasnya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari banyak jamaah dan keluarga jamaah di tanah air. Kehadiran langsung pimpinan di Tanah Suci dinilai memberikan rasa aman dan ketenangan tersendiri bagi jamaah, terutama para lanjut usia yang membutuhkan perhatian ekstra selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
PT Annur Maarif sendiri selama ini dikenal konsisten menghadirkan sistem pelayanan yang intensif dan humanis. Mulai dari manasik, keberangkatan, pendampingan ibadah, hingga layanan di Tanah Suci dilakukan dengan pola koordinasi yang terstruktur dan melibatkan tim pendamping berpengalaman.
Di tengah padatnya aktivitas dan jutaan jamaah dari berbagai negara yang memadati Kota Suci Makkah, kehadiran tim yang sigap dan responsif menjadi kebutuhan penting bagi jamaah Indonesia. Karena itu, PT Annur Maarif terus memperkuat koordinasi internal agar setiap jamaah mendapatkan perhatian dan pelayanan terbaik.
Semangat “membersamai jamaah di mana pun berada” kini menjadi prinsip utama pelayanan PT Annur Maarif. Tidak hanya hadir saat proses keberangkatan, tetapi juga memastikan jamaah tetap nyaman dan terlayani hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.
Dengan pengawasan langsung dari Dr. H. Bunyamin di Tanah Suci, PT Annur Maarif kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendamping haji dan umrah yang mengedepankan pelayanan, kedekatan, dan tanggung jawab penuh terhadap jamaah.
NEWS
Ketua Bawaslu Sulsel: Perempuan NU Memiliki Jejak Panjang dalam Perjuangan Demokrasi Indonesia
Kitasulsel—Makassar– Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, bersama ketua Taysan UMI Prof H Laode dan Dr. Fathur Rahim Kepala Kesbangpol kota Makassar menjadi narasumber pada kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) yang diselenggarakan oleh KOPRI PC PMII Kota Makassar dengan tema *“Demokrasi Indonesia: Tantangan dan Harapan”*. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Makassar, Sabtu (13/6/2026), dan diikuti oleh kader-kader perempuan PMII dari berbagai perguruan tinggi di Kota Makassar.
Dalam pemaparannya, Mardiana Rusli menegaskan bahwa perempuan, khususnya kader-kader Nahdlatul Ulama, memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, gerakan politik perempuan NU tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan dan keberanian.
“Perempuan NU telah menunjukkan kiprah politik dan kebangsaan sejak masa perintisan. Mereka hadir sebagai pelopor yang membuka ruang partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia,” ujar Mardiana.
Ia menjelaskan bahwa pada Muktamar NU tahun 1940, dua tokoh perempuan, Nyai Raden Djuaesih dari Bandung dan Nyai Raden Hindun dari Surabaya, tampil sebagai pelopor perempuan yang berani menyampaikan gagasan di forum resmi organisasi. Langkah tersebut menjadi tonggak penting lahirnya gerakan perempuan di lingkungan NU.
Perjuangan tersebut kemudian berlanjut dengan berdirinya organisasi perempuan NU, yakni Muslimat NU pada 29 Maret 1946 dan Fatayat NU pada tahun 1950 yang dirintis oleh “Tiga Serangkai”, yaitu Chuzaimah Mansur, Aminah Mansur, dan Murthosiyah.
Mardiana juga mengulas keterlibatan perempuan NU dalam Pemilu 1955, yang merupakan pemilu demokratis pertama di Indonesia. Saat itu, terdapat lima kader perempuan NU yang berhasil terpilih menjadi anggota DPR, yaitu Asmah Sjachrunie, Mariam Kanta Sumpena, Mahmudah Mawardi, Marjamah Djunaidi, dan Hadinijah Hadi Ngabdulhadi.
“Sejarah ini menunjukkan bahwa perempuan NU bukan hanya menjadi pelengkap dalam demokrasi, tetapi menjadi pelaku utama yang turut menentukan arah perjalanan bangsa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiana Rusli juga mengajak kader-kader PMII, khususnya kader KOPRI, untuk aktif mengambil peran dalam ruang publik dan proses demokrasi. Ia menilai tahapan Pemilu dan Pilkada merupakan momentum yang tepat bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Menurutnya, keterlibatan sebagai penyelenggara adhoc, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan/desa, dapat menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.
“Pemilu dan Pilkada bukan hanya ruang kontestasi politik, tetapi juga ruang pembelajaran kepemimpinan, integritas, dan pelayanan publik. Saya berharap kader-kader PMII berani mengambil peran sebagai penyelenggara adhoc, pengawas partisipatif, maupun penggerak pendidikan demokrasi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa masa depan demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda. Karena itu, kader PMII dan KOPRI diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong demokrasi yang lebih substantif, inklusif, dan berintegritas.
Kegiatan Sekolah Kader Kopri (SKK) tersebut berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai tantangan demokrasi kontemporer, penguatan partisipasi politik perempuan, serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login