DISKOMINFO KAB SIDRAP
Bupati Sidrap Sembelih Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo, Ratusan Warga Padati Lokasi
Kitasulsel–SIDRAP – Ratusan warga memadati lokasi penyembelihan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di depan Pasar Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (27/5/2026).
Prosesi penyembelihan dilakukan langsung oleh Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, dalam suasana khidmat yang disambut antusias masyarakat setempat.
Sapi kurban jenis Limousin Brahman dengan bobot mencapai 910 kilogram tersebut merupakan hasil ternak milik warga Kelurahan Arawa bernama Amirullah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Dandim 1420 Letkol Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kepala Kementerian Haji, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Kehadiran unsur Forkopimcam Watang Pulu turut menambah semarak kegiatan penyembelihan hewan kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan tersebut.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi kurban yang diberikan kepada masyarakat Sidrap.
Ia menjelaskan bahwa penentuan Kecamatan Watang Pulu sebagai lokasi penyembelihan telah melalui rapat koordinasi agar distribusi manfaat kurban benar-benar tepat sasaran.
“Bapak Presiden memberikan bantuan kurban. Setelah rapat, kita tetapkan Watang Pulu sebagai tempat penyembelihan. Saya ingin bantuan ini betul-betul dirasakan masyarakat, terutama mereka yang masuk kategori stunting dan miskin ekstrem,” ujar Syaharuddin.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Hari Raya Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pada kesempatan itu, Syaharuddin juga memaparkan sejumlah komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pertanian, peternakan, dan infrastruktur.
Ia mengungkapkan rencana penempatan sekitar 1.000 personel TNI di markas baru yang akan dibangun di wilayah Buae pada September mendatang. Kehadiran markas tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Lawawoi dan sekitarnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga akan melakukan penataan penerangan jalan dari wilayah Pinrang hingga Pangkajene mulai awal Juni 2026.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menargetkan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juli mendatang guna mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Kecamatan Watang Pulu, Mansyur, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan penyembelihan hewan kurban tersebut.
“Bantuan kurban dari Presiden ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” ungkap Mansyur.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban langsung didistribusikan kepada masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat di wilayah Kecamatan Watang Pulu dan sekitarnya.
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Sidrap Matangkan Persiapan Kontingen Menuju Penas Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo
Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memantapkan persiapan menjelang keberangkatan kontingen daerah untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Jumat (12/6/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek teknis dan administrasi keberangkatan kontingen berjalan lancar. Berbagai hal dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan peserta, jadwal keberangkatan, koordinasi antarlembaga, hingga strategi untuk memaksimalkan partisipasi Kabupaten Sidrap pada ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut.
Pekan Nasional Petani Nelayan merupakan forum strategis yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelaku sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan kelautan.
Dalam arahannya, Andi Rahmat Saleh menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Sidrap dalam Penas XVII memiliki makna penting mengingat daerah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan yang bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan agribisnis.
Menurutnya, momentum Penas harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas wawasan petani dan nelayan, memperkenalkan potensi unggulan daerah, sekaligus membangun jaringan kerja sama yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sektor pertanian di Sidrap.
“Semoga momentum Penas XVII dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan petani dan nelayan di Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujar Andi Rahmat Saleh.
Ia menambahkan, keberhasilan kontingen daerah tidak hanya diukur dari kehadiran dalam kegiatan nasional tersebut, tetapi juga dari kemampuan peserta membawa pulang pengetahuan, teknologi, dan pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Selain membahas kesiapan teknis keberangkatan, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh tim pendamping, penyuluh pertanian, serta organisasi petani yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sekda Sidrap memberikan apresiasi atas solidnya koordinasi yang selama ini terjalin antara para penyuluh pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan kelompok tani dalam mempersiapkan kontingen daerah.
Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian merupakan modal penting untuk memastikan keikutsertaan Sidrap di ajang nasional dapat berjalan sukses dan memberikan hasil yang maksimal.
“Kolaborasi yang kuat antara seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan. Saya mengapresiasi kerja keras para penyuluh, KTNA, dan kelompok tani yang terus berkoordinasi demi menyukseskan keberangkatan kontingen Sidrap,” katanya.
Sementara itu, Ketua KTNA Sidrap, Abdul Samad, menjelaskan bahwa seluruh persiapan keberangkatan kontingen saat ini telah memasuki tahap akhir.
Ia menyampaikan bahwa kontingen Kabupaten Sidrap dijadwalkan berangkat pada 17 Juni 2026 dengan titik keberangkatan dari Masjid Agung Sidrap.
Menurut Abdul Samad, peserta yang akan berangkat telah mendapatkan berbagai pembekalan dan arahan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas dengan baik serta membawa nama daerah secara optimal di tingkat nasional.
“Kami terus melakukan koordinasi dan pemantapan agar seluruh peserta dapat berangkat sesuai jadwal dan mengikuti kegiatan dengan maksimal,” ujarnya.
Penas XVII di Gorontalo nantinya akan menghadirkan berbagai agenda penting, mulai dari temu wicara, pameran teknologi pertanian, demonstrasi inovasi, pertukaran pengalaman antarpetani dan nelayan, hingga berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian dan perikanan.
Bagi Kabupaten Sidrap, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah, termasuk sektor pertanian modern, peternakan, dan pengembangan agribisnis yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Rapat pemantapan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Andi Patahangi, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam mendukung keberangkatan kontingen.
Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang intensif, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap kontingen yang akan berangkat ke Gorontalo mampu berpartisipasi secara aktif, menyerap berbagai inovasi dan teknologi baru, serta membawa manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Bumi Nene Mallomo.
Partisipasi dalam Penas XVII diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas petani dan nelayan Sidrap sekaligus mendorong peningkatan daya saing sektor pertanian daerah di tengah tantangan pembangunan dan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Dengan demikian, hasil yang diperoleh dari kegiatan nasional tersebut dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor pertanian Kabupaten Sidenreng Rappang di masa mendatang.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login