Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Bupati Sidrap Blusukan ke Pasar di Kendari, Pastikan Distribusi Beras dan Telur Berjalan Lancar

Published

on

Kitasulsel–KENDARI — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melakukan blusukan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026), guna memastikan distribusi komoditas pangan asal Sidrap berjalan lancar hingga ke tangan para pedagang dan masyarakat.

Tiga titik pasar yang dikunjungi dalam agenda tersebut yakni Pasar Mandonga, Pasar Lawata, dan Pasar Baruga, yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Kendari.

Kegiatan peninjauan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan, khususnya beras dan telur, tetap terjaga di wilayah Kota Kendari.

Turut mendampingi Bupati Sidrap dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sidrap.

Sementara dari pihak Pemerintah Kota Kendari, hadir Direktur Pasar Kota Kendari bersama para kepala pasar setempat yang turut mendampingi rombongan selama peninjauan berlangsung.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap dan Satgas Saber Pantau Harga Pangan di Pasar, Pastikan Stabil Jelang Idulfitri

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif tampak berdialog langsung dengan para pedagang untuk memantau kondisi harga pangan sekaligus memastikan kelancaran distribusi komoditas dari Sidrap ke Kota Kendari.

Selain mengecek stabilitas harga, Bupati juga mendengarkan berbagai masukan dan keluhan dari para pedagang terkait pasokan barang, distribusi, hingga kondisi perdagangan di pasar tradisional.

“Kami ingin melihat langsung pasokan beras dan telur dari Sidrap sampai ke pedagang dengan kualitas baik dan harga yang stabil,” ujar Syaharuddin Alrif saat berdialog dengan pedagang di sela-sela kunjungan pasar.

Menurutnya, Kabupaten Sidrap sebagai salah satu daerah penghasil pangan terbesar di Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan distribusi pangan, terutama ke daerah-daerah yang membutuhkan pasokan komoditas pokok secara rutin.

Ia menegaskan bahwa kerja sama distribusi pangan antardaerah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari sisi ketersediaan stok maupun kestabilan harga di pasaran.

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin juga menyoroti pentingnya peran para pedagang asal Sidrap yang selama ini menetap dan berusaha di Kota Kendari.

BACA JUGA  Tampil di Kompas TV, Bupati Sidrap Paparkan Strategi Ketahanan Pangan hingga Penguatan Investasi

Menurutnya, para perantau asal Sidrap tersebut merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pemasaran dan distribusi hasil pertanian serta peternakan dari kampung halaman.

“Pedagang asal Sidrap di Kendari adalah bagian penting dari rantai distribusi pangan kita. Mereka membantu menyalurkan hasil bumi Sidrap sehingga bisa dinikmati masyarakat luas,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap berkomitmen untuk terus memfasilitasi kelancaran distribusi komoditas pangan agar stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali.

Syaharuddin menambahkan, kunjungan langsung ke pasar tradisional seperti ini sangat penting dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Selain menjadi agenda pemantauan distribusi pangan, kegiatan blusukan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara Bupati Sidrap dengan para perantau asal Sidrap yang telah lama menetap di Kota Kendari dan berprofesi sebagai pedagang pasar.

BACA JUGA  Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat selama kunjungan berlangsung. Banyak pedagang menyambut antusias kedatangan Bupati beserta rombongan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang langsung mengenai kondisi usaha mereka.

Para pedagang mengaku senang dan bangga atas perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha mereka di perantauan.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu dinilai memberikan motivasi dan semangat baru bagi para pedagang dalam menjalankan aktivitas usahanya.

“Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Pak Bupati di pasar seperti ini memberi semangat bagi kami para pedagang,” ujar salah seorang pedagang asal Sidrap di Pasar Mandonga.

Kegiatan blusukan pasar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat hubungan ekonomi antardaerah serta memastikan distribusi pangan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah daerah, pedagang, dan pelaku distribusi, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Sidrap Matangkan Persiapan Kontingen Menuju Penas Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memantapkan persiapan menjelang keberangkatan kontingen daerah untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Jumat (12/6/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek teknis dan administrasi keberangkatan kontingen berjalan lancar. Berbagai hal dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan peserta, jadwal keberangkatan, koordinasi antarlembaga, hingga strategi untuk memaksimalkan partisipasi Kabupaten Sidrap pada ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut.

Pekan Nasional Petani Nelayan merupakan forum strategis yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelaku sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan kelautan.

Dalam arahannya, Andi Rahmat Saleh menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Sidrap dalam Penas XVII memiliki makna penting mengingat daerah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan yang bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan agribisnis.

BACA JUGA  Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Menurutnya, momentum Penas harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas wawasan petani dan nelayan, memperkenalkan potensi unggulan daerah, sekaligus membangun jaringan kerja sama yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sektor pertanian di Sidrap.

“Semoga momentum Penas XVII dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan petani dan nelayan di Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujar Andi Rahmat Saleh.

Ia menambahkan, keberhasilan kontingen daerah tidak hanya diukur dari kehadiran dalam kegiatan nasional tersebut, tetapi juga dari kemampuan peserta membawa pulang pengetahuan, teknologi, dan pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Selain membahas kesiapan teknis keberangkatan, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh tim pendamping, penyuluh pertanian, serta organisasi petani yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sekda Sidrap memberikan apresiasi atas solidnya koordinasi yang selama ini terjalin antara para penyuluh pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan kelompok tani dalam mempersiapkan kontingen daerah.

Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian merupakan modal penting untuk memastikan keikutsertaan Sidrap di ajang nasional dapat berjalan sukses dan memberikan hasil yang maksimal.

BACA JUGA  Sidrap Perkuat Sinergi Pajak dengan Pusat, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

“Kolaborasi yang kuat antara seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan. Saya mengapresiasi kerja keras para penyuluh, KTNA, dan kelompok tani yang terus berkoordinasi demi menyukseskan keberangkatan kontingen Sidrap,” katanya.

Sementara itu, Ketua KTNA Sidrap, Abdul Samad, menjelaskan bahwa seluruh persiapan keberangkatan kontingen saat ini telah memasuki tahap akhir.

Ia menyampaikan bahwa kontingen Kabupaten Sidrap dijadwalkan berangkat pada 17 Juni 2026 dengan titik keberangkatan dari Masjid Agung Sidrap.

Menurut Abdul Samad, peserta yang akan berangkat telah mendapatkan berbagai pembekalan dan arahan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas dengan baik serta membawa nama daerah secara optimal di tingkat nasional.

“Kami terus melakukan koordinasi dan pemantapan agar seluruh peserta dapat berangkat sesuai jadwal dan mengikuti kegiatan dengan maksimal,” ujarnya.

Penas XVII di Gorontalo nantinya akan menghadirkan berbagai agenda penting, mulai dari temu wicara, pameran teknologi pertanian, demonstrasi inovasi, pertukaran pengalaman antarpetani dan nelayan, hingga berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian dan perikanan.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kembali Tinjau Penataan Pelataran dan Parkir Stadion Ganggawa

Bagi Kabupaten Sidrap, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah, termasuk sektor pertanian modern, peternakan, dan pengembangan agribisnis yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Rapat pemantapan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Andi Patahangi, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam mendukung keberangkatan kontingen.

Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang intensif, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap kontingen yang akan berangkat ke Gorontalo mampu berpartisipasi secara aktif, menyerap berbagai inovasi dan teknologi baru, serta membawa manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Bumi Nene Mallomo.

Partisipasi dalam Penas XVII diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas petani dan nelayan Sidrap sekaligus mendorong peningkatan daya saing sektor pertanian daerah di tengah tantangan pembangunan dan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Dengan demikian, hasil yang diperoleh dari kegiatan nasional tersebut dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor pertanian Kabupaten Sidenreng Rappang di masa mendatang.

Continue Reading

Trending