Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Terima Audiensi Calon Paskibraka Nasional 2026, Tekankan Profesionalisme Seleksi
Kitasulsel–MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar bersama para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang mengikuti seleksi tingkat nasional tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (2/6/2026), menjadi momentum silaturahmi sekaligus pemberian motivasi kepada para delegasi terbaik yang mewakili Kota Makassar dalam tahapan seleksi nasional.
Turut hadir dalam audiensi tersebut para siswa-siswi delegasi perwakilan Pemerintah Kota Makassar, yakni Cathlyn Yvaine Lesmana dari SMA Cerdas Bangsa Makassar, Meivylicha Putri Purelia Kamal dari SMAN 3 Makassar, Muh. Farid Alfarabi E dari SMAN 5 Makassar, Abdul Rahim Ramadhan dari SMAN 21 Makassar, serta Ghaisan Putra Asrul dari MAN 2 Makassar.
Dalam arahannya, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar menghargai seluruh proses dan hasil seleksi yang berlangsung. Ia juga menekankan komitmen pemerintah kota dalam menjunjung tinggi profesionalisme pada seluruh tahapan seleksi Paskibraka tahun 2026.
“Jadi, ini adalah silaturahmi, kita di Kota Makassar mengirim wakil-wakil terbaik yang telah melalui seluruh proses seleksi. Kita menghargai proses seleksi yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Munafri, tugas Pemerintah Kota Makassar adalah memberikan kesempatan dan dukungan kepada para pelajar terbaik yang telah lolos seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
“Tugas Pemerintah Kota adalah memberikan kesempatan dan dukungan kepada perwakilan siswa-siswi kita dari Makassar. Soal hasil akhir seleksi, semuanya kita serahkan kepada tim penilai sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta mendapatkan motivasi langsung dari Wali Kota Makassar agar terus percaya diri dan fokus menunjukkan kemampuan terbaik selama proses seleksi berlangsung.
Munafri juga menegaskan bahwa proses seleksi harus berjalan objektif, adil, dan profesional tanpa intervensi dari pihak mana pun. Karena itu, dirinya mengaku tidak pernah melakukan komunikasi ataupun intervensi kepada pihak penyelenggara seleksi terkait peserta asal Kota Makassar.
“Saya ingin anak-anak ini benar-benar mendapatkan kesempatan berdasarkan kemampuan, hasil latihan, kedisiplinan, dan kerja keras mereka sendiri,” tuturnya.
“Jika terpilih, itu adalah buah dari perjuangan mereka. Bukan karena faktor lain di luar kompetensi yang dimiliki,” lanjut Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya memastikan peserta yang dikirim ke tingkat provinsi merupakan hasil seleksi murni tanpa adanya titipan maupun perlakuan khusus.
“Itu yang saya pegang, artinya profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam seluruh proses tahapan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Munafri berharap dinamika yang berkembang terkait proses seleksi tidak menjadi polemik yang dapat mengganggu semangat peserta maupun hubungan baik antar lembaga pemerintah kota dan provinsi.
Ia meminta para peserta tetap fokus mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan terbaik selama tahapan seleksi berlangsung.
“Fokuslah pada kemampuan dan potensi yang kalian miliki, tunjukkan kepada publik bahwa perwakilan Paskibraka Kota Makassar memang layak berada di posisi itu karena prestasi dan kemampuan sendiri, bukan karena satu dan lain hal,” tegas Munafri penuh motivasi.
Munafri juga mengingatkan bahwa proses seleksi Paskibraka, mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional, merupakan bagian penting dari pembelajaran hidup yang akan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta.
“Dari sekian banyak pelajar yang ada, kalian terpilih menjadi wakil Kota Makassar, itu adalah pencapaian yang luar biasa,” ungkapnya.
“Jadikan proses ini sebagai pembelajaran bahwa dalam kehidupan tidak semua hal berjalan sesuai keinginan, tetapi setiap proses akan memberikan pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Munafri kembali memberikan semangat kepada seluruh delegasi agar terus mengembangkan kemampuan dan potensi secara maksimal.
“Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh perjuangan kalian. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga semangat, disiplin,” tutupnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Fathur Rahim, Muhammad Annas Sudirman, serta Kepala Bidang Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila DPPI Kota Makassar.
Pemkot Makassar
Pemkot Makassar Luncurkan Pete-pete Laut Gratis, Warga Kepulauan Sangkarrang Kini Nikmati Akses Transportasi Antar Pulau
Kitasulsel–MAKASSAR – Masyarakat kepulauan di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut gratis yang selama ini menjadi harapan warga. Pemerintah Kota Makassar secara resmi melakukan soft launching program Pete-pete Laut melalui pengoperasian kapal KM Banawa Nusantara 27 di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6/2026).
Peluncuran layanan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan akses transportasi yang lebih mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Program yang menjadi salah satu janji politik pasangan Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham itu kini mulai direalisasikan dan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga pulau-pulau terluar Kota Makassar.
“Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang,” ujar Munafri saat meresmikan pengoperasian kapal di Dermaga Pulau Barrang Lompo.
Solusi Keterbatasan Transportasi Kepulauan
Selama bertahun-tahun, persoalan transportasi menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat kepulauan. Mobilitas pelajar, guru, tenaga kesehatan, nelayan, hingga masyarakat umum sering kali terkendala keterbatasan armada dan tingginya biaya perjalanan antar pulau.
Melalui program Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar berupaya menghadirkan solusi konkret dengan menyediakan layanan transportasi laut gratis yang beroperasi secara terjadwal.
Kapal akan memulai perjalanan dari Pulau Barrang Lompo pada pukul 07.00 WITA, kemudian melayani rute menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, hingga kawasan pulau terluar sebelum kembali ke Barrang Lompo.
Munafri menegaskan bahwa layanan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun dari masyarakat.
“Ini bukan milik pemerintah, tetapi milik masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah,” tegasnya.
“Karena itu setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau,” tambah wali kota yang akrab disapa Appi.
Menurutnya, kehadiran Pete-pete Laut merupakan tonggak penting dalam memperkuat konektivitas antara wilayah daratan Makassar dengan gugusan pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.
Dorong Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Warga
Munafri menjelaskan, layanan transportasi laut gratis tidak hanya bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pelayanan publik.
Selama ini banyak pelajar yang harus menempuh perjalanan laut untuk bersekolah, guru yang bertugas di pulau-pulau terpencil, hingga tenaga kesehatan yang harus menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
Dengan hadirnya layanan transportasi yang terjadwal dan gratis, berbagai aktivitas tersebut diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
“Selama ini alur transportasi menjadi faktor yang membatasi gerak pembangunan, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Program Pete-pete Laut juga diharapkan mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat kepulauan, terutama nelayan dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada konektivitas antar pulau maupun ke Kota Makassar.
Pemerintah Siapkan Penambahan Armada
Meski baru diawali dengan satu armada, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan rencana pengembangan layanan agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah kepulauan.
Munafri mengakui bahwa satu kapal belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan transportasi masyarakat.
Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi kebutuhan operasional dan pembiayaan untuk membuka peluang penambahan armada pada masa mendatang.
“Satu kapal tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Kita akan menghitung seluruh kebutuhan biaya dan operasional agar progres penambahan armada dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan ke depan layanan ini dapat diperkuat dengan penambahan dua hingga tiga armada tambahan agar frekuensi perjalanan semakin meningkat.
Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Selain memastikan akses transportasi tersedia, Pemerintah Kota Makassar juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan pelayaran.
Munafri meminta seluruh standar keamanan dan keselamatan kapal dipenuhi secara maksimal, mengingat kapal tersebut dapat mengangkut sekitar 30 penumpang dalam satu perjalanan.
“Saya minta agar memperhatikan seluruh aspek pelayanan transportasi. Yang paling penting adalah aspek keamanannya. Kapal ini harus dilengkapi sarana keselamatan yang lengkap dan memadai serta tidak boleh overload,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan agar setiap penumpang mendapatkan satu jaket pelampung atau life jacket serta memastikan perangkat komunikasi kapal berfungsi dengan baik selama pelayaran.
“Setiap penumpang harus memiliki satu life jacket. Sarana telekomunikasi kapal juga harus maksimal agar dapat berkomunikasi dengan pos-pos terdekat selama perjalanan,” pesannya.
Dishub Pastikan Awak Kapal Bersertifikat
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, menjelaskan bahwa armada yang digunakan merupakan kapal Banawa Nusantara yang selama ini telah dimiliki dan dioperasikan oleh Dishub Makassar.
Menurut Rheza, seluruh awak kapal telah memenuhi standar kompetensi dan sertifikasi keselamatan maritim.
“Awak kapal kami terdiri dari lima orang, yaitu kapten, juru mudi, dan tiga anak buah kapal,” katanya.
Seluruh awak kapal telah mengantongi sertifikat Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), serta Security Awareness Training yang menjadi syarat wajib bagi pelaut.
Ia juga menjelaskan bahwa program Pete-pete Laut tidak menggunakan anggaran baru, melainkan memanfaatkan anggaran operasional kapal yang telah tersedia sebelumnya.
“Program ini lahir dari niat baik dan kepedulian Bapak Wali Kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. Alhamdulillah, dengan memanfaatkan anggaran operasional yang sudah ada, program ini bisa diwujudkan,” ujarnya.
Untuk mendukung operasional kapal selama setahun, Dishub telah mengalokasikan anggaran bahan bakar serta pemeliharaan kapal. Selain itu, pemerintah juga menganggarkan biaya jasa operator kapal atau gaji awak kapal sebesar Rp246 juta per tahun.
Tantangan Infrastruktur Dermaga
Di balik hadirnya layanan transportasi laut gratis tersebut, Pemerintah Kota Makassar masih menghadapi sejumlah tantangan infrastruktur di pulau-pulau tujuan.
Rheza mengungkapkan bahwa beberapa pulau yang masuk dalam rute pelayanan masih memiliki keterbatasan dermaga dan kedalaman perairan sehingga kapal belum dapat bersandar secara langsung.
Salah satu contohnya berada di Pulau Bone Tambu yang memiliki kedalaman perairan sekitar satu meter di area dermaga. Kondisi tersebut membuat kapal harus menggunakan perahu penghubung atau tender boat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Karena itu kami berharap ke depan dapat dibangun dermaga yang lebih representatif di pulau-pulau tujuan agar kapal yang lebih besar dapat bersandar dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Simbol Pemerataan Pembangunan Kepulauan
Kehadiran Pete-pete Laut tidak hanya menjadi layanan transportasi baru, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Makassar ingin memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar memperoleh hak yang sama terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
“Saya ingin memastikan dengan hadirnya Pete-pete Laut, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Di sisi lain, pemerintah juga bisa lebih dekat melihat dan menjangkau pulau-pulau yang kita miliki,” tutur Munafri.
“Pulau-pulau di sini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari wilayah Kota Makassar dan harus kita jaga bersama-sama,” lanjutnya.
Pada kegiatan soft launching tersebut turut hadir Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, serta jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Dengan mulai beroperasinya Pete-pete Laut, warga Kecamatan Kepulauan Sangkarrang kini tidak lagi sekadar mendengar rencana pembangunan. Mereka telah merasakan langsung hadirnya layanan publik yang dirancang untuk mendekatkan akses, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pulau-pulau terluar Kota Makassar.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login