Nasional
500 Imam Masjid se-Banten Ikuti MTQ Khusus Imam, Jadi Rangkaian Menuju International Grand Imams Conference 2026
Kitasulsel–TANGERANG Sebanyak 500 imam masjid dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) khusus imam masjid yang digelar di Masjid Raya Baitul Mukhtar, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju International Grand Imams Conference 2026 yang akan diselenggarakan Indonesia.
MTQ regional tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi para imam masjid melalui tiga aspek utama, yakni ketepatan makhraj dalam membaca Al-Qur’an, kemampuan hafalan (tahfiz), serta pendalaman tafsir Al-Qur’an sebagai bekal dalam membimbing umat.
Selain pelaksanaan MTQ, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengukuhan jajaran ulama dan Dewan Hakim MTQ serta pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Banten oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
“Hari ini juga kita membuat rangkaian acara panjang. Nanti kita akan melakukan Konferensi Internasional Grand Imam di seluruh dunia, yang rangkaian acara ini adalah kegiatan-kegiatan di Banten. Habis acara hari ini akan ada seminar yang menggambarkan kira-kira seperti apa proyeksi imam di masa yang akan datang,” ujar Nasaruddin Umar di Tangerang, Jumat (3/7/2026).
Penguatan Peran Imam sebagai Pemimpin Masyarakat
Menteri Agama menegaskan penguatan kelembagaan melalui IPIM menjadi bagian penting dalam strategi pembinaan imam masjid. Menurutnya, imam memiliki posisi strategis sebagai pemimpin informal yang memperoleh tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat.
“Maka kita ingin menginspirasi setiap orang melalui diplomasi keagamaan. Hari ini juga ada rangkaian acara berkaitan dengan pengurus IPIM Provinsi Banten. Pembinaan imam sangat penting karena mereka merupakan pemimpin formal dalam masyarakat kita,” kata Menag.
Ia menjelaskan, keberadaan imam yang memimpin salat lima waktu setiap hari menjadikan mereka sebagai figur yang paling dekat dengan masyarakat sehingga memiliki pengaruh besar dalam membangun kehidupan sosial maupun spiritual umat.
Dukung Pembangunan Daerah
Nasaruddin Umar meyakini peningkatan profesionalisme imam masjid akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah akan lebih mudah dicapai apabila didukung oleh para imam yang memiliki integritas, kapasitas keilmuan, serta kedekatan dengan masyarakat.
“Kami sangat yakin kalau imam profesional, maka itu akan sangat membantu pembangunan di balik kota yang ada di baliknya. Karena loyalitas masyarakat dalam konteks yang paling tinggi dipercaya adalah para imam masjid. Kalau ingin menggapai loyalitas masyarakat, imam-imam masjid inilah kuncinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian pembinaan imam tersebut akan menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan International Grand Imams Conference yang direncanakan berlangsung di Indonesia pada 2026.
Pemprov Banten Siap Dukung
Pemerintah Provinsi Banten menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembinaan imam masjid, termasuk penyelenggaraan MTQ dan rangkaian menuju konferensi internasional tersebut.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah daerah ingin menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat, pusat informasi, serta pusat peradaban umat.
“Provinsi Banten mendukung kegiatan ini dan Pemerintah Provinsi Banten menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, pusat informasi, dan pusat peradaban. Semoga kemakmuran masjid sama-sama bisa kita jaga bersama,” ujar Andra.
Libatkan Berbagai Unsur
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Muslim Sinar Mas sebagai mitra strategis dalam program pembinaan imam masjid.
Acara dihadiri jajaran ulama, Dewan Hakim MTQ, aparatur sipil negara (ASN) penyuluh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, serta ratusan imam masjid dari seluruh wilayah Banten.
Melalui MTQ khusus imam masjid ini, pemerintah berharap kualitas kepemimpinan spiritual para imam terus meningkat sehingga mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus mendukung diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat internasional.
Nasional
Pemerintah Matangkan Pengambilalihan KCIC, Menkeu: Tinggal Tunggu Proses Administrasi
Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan proses pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh pemerintah telah diputuskan. Saat ini, pemerintah hanya menuntaskan tahapan administrasi sebelum kebijakan tersebut resmi direalisasikan.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri kegiatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Menurutnya, keputusan mengenai pengalihan pengelolaan KCIC pada prinsipnya telah rampung dan kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi.
“Keputusannya sebenarnya sudah ada. Sekarang tinggal proses administrasi yang sedang berjalan. Begitu urusan Danantara selesai, nanti kami laporkan kembali kepada Presiden,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan KCIC nantinya akan diserahkan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada Kementerian Keuangan untuk diselesaikan.
Ia menegaskan penyelesaian persoalan KCIC tidak harus menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan alternatif melalui berbagai instrumen dan kendaraan investasi yang dimiliki.
“KCIC saat ini masih berada di Danantara. Nanti akan diserahkan kepada saya sesuai perintah Presiden untuk kami selesaikan. Namun, tidak harus menggunakan APBN karena kami memiliki berbagai instrumen dan vehicle pembiayaan yang bisa digunakan untuk menangani KCIC,” jelasnya.
Meski demikian, Menkeu belum mengungkapkan secara rinci mekanisme penyelesaian yang akan diterapkan. Ia menyebut penjelasan lebih lanjut baru akan disampaikan setelah proses penyerahan pengelolaan KCIC selesai dilakukan.
Purbaya juga membantah isu yang menyebut KCIC akan dikelola dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, tidak ada rencana pemerintah untuk mengubah status pengelolaan perusahaan tersebut menjadi BLU.
“Pokoknya diserahkan kepada saya, nanti kami yang menyelesaikannya,” tegas Purbaya.
Pemerintah berharap penyelesaian proses administrasi dapat segera rampung sehingga langkah penataan pengelolaan KCIC dapat dilakukan secara optimal guna mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan layanan kereta cepat di Indonesia.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login