Connect with us

Luwu Timur

Bupati Irwan Lepas Siswi Berprestasi Asal Luwu Timur ke Parlemen Remaja 2025

Published

on

Kitasulsel—LUWU TIMUR — Suasana hangat menyelimuti ruang tamu kediaman Bupati Luwu Timur pada Rabu pagi (29/10/2025). Senyum bangga terpancar dari wajah Bupati Irwan Bachri Syam saat menyambut Ivonny, siswi asal SMAN 4 Luwu Timur, yang akan mewakili daerahnya ke Jakarta untuk mengikuti ajang bergengsi Parlemen Remaja 2025.

Di usianya yang masih belasan tahun, Ivonny menunjukkan semangat dan kepedulian tinggi terhadap isu-isu kebangsaan dan demokrasi. Ia berhasil lolos seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), mengungguli ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Bupati Irwan menyampaikan rasa bangganya atas prestasi tersebut.

“Ini bukti nyata bahwa anak-anak Luwu Timur memiliki potensi luar biasa. Mereka mampu bersaing di tingkat nasional jika diberi kesempatan dan dukungan,” ujar Irwan dengan penuh semangat.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Siapkan Perluasan Program Kartu Lansia, 2026 Jadi Tahun Ekspansi Bantuan Sosial

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa capaian Ivonny menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Bumi Batara Guru. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan minat bakat pelajar.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Luwu Timur memiliki ruang untuk tumbuh, bermimpi, dan berprestasi. Kesuksesan Ivonny adalah kesuksesan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Ivonny sendiri tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Ia mengaku tak menyangka bisa terpilih dan berkesempatan menimba pengalaman langsung di Senayan, pusat parlemen Indonesia.

“Saya ingin membawa nama baik sekolah dan daerah saya. Semoga pengalaman ini bisa memperluas wawasan saya tentang dunia politik dan demokrasi, serta menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat,” tuturnya dengan senyum penuh semangat.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Proyek Drainase Pasar Malili, Instruksikan Perbaikan Demi Estetika dan Kelancaran Akses

Program Parlemen Remaja merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Sekretariat Jenderal DPR RI sebagai sarana edukasi politik bagi siswa SMA sederajat di seluruh Indonesia. Para peserta akan mengikuti simulasi sidang, berdialog dengan anggota DPR, serta belajar langsung tentang proses legislasi dan nilai-nilai demokrasi.

Kehadiran Ivonny di ajang nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Luwu Timur. Tidak hanya sebagai prestasi pribadi, tetapi juga sebagai simbol tumbuhnya generasi muda daerah yang cerdas, berani, dan peduli terhadap masa depan bangsa.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Siapkan Perluasan Program Kartu Lansia, 2026 Jadi Tahun Ekspansi Bantuan Sosial

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Seminar Gelar Pahlawan: Inspirasi Patriotisme dari Andi Nyiwi “Opu to Malebbi”

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Proyek Drainase Pasar Malili, Instruksikan Perbaikan Demi Estetika dan Kelancaran Akses

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending