Luwu Timur
Wabup Puspawati Husler Resmi Buka Futsal Tournament Uncledils MGM 2025 di GOR Malili
Kitasulsel–MALILI – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, secara resmi membuka Futsal Tournament Uncledils MGM Tahun 2025 yang digelar di GOR Malili, Rabu malam (17/12/2025). Turnamen bergengsi ini mempertemukan 21 tim futsal terbaik se-Kabupaten Luwu Timur, menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus memacu semangat olahraga di kalangan generasi muda.
Pembukaan ditandai dengan tendangan perdana oleh Wabup Puspawati Husler, simbol dimulainya seluruh rangkaian pertandingan. Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya olahraga sebagai sarana positif untuk menyalurkan bakat, minat, dan energi secara sehat.
“Kami percaya, dari lapangan futsal ini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang kelak dapat mengharumkan nama Luwu Timur di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Puspawati dengan penuh optimisme.
Ia menambahkan pesan kepada seluruh atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan fair play.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang paling penting adalah menjaga persahabatan, saling menghormati, dan menunjukkan karakter yang baik. Jadilah pemenang dengan karakter yang baik,” tegasnya.
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada wasit, official, panitia penyelenggara, dan sponsor atas dukungan dan dedikasinya. Dukungan ini dinilai sangat penting dalam mengembangkan dunia olahraga di Kabupaten Luwu Timur.
Kompetisi Semarak, Dihadiri Pemain Profesional
Ketua KONI Luwu Timur, Herawan, menyatakan bahwa turnamen tahun ini dijamin lebih semarak dan kompetitif karena diikuti puluhan pemain profesional yang tersebar di beberapa tim peserta.
“Beberapa pemain pro yang akan tampil antara lain Zehdi Insana Kamil, Agung Pandega, Ardi Rahman, Rial Tri, Imam Dwi, Angga Yudistira, Mikel, Iqbal, dan masih banyak lagi. Ini kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung permainan pemain-pemain futsal profesional,” ungkap Herawan.
Herawan mengajak masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan, sekaligus menikmati tontonan olahraga berkualitas.
21 Tim Berebut Gelar Juara
Adapun 21 tim yang bersaing dalam turnamen ini, antara lain:
AKK FC
PERUMDAM
ANTIL FC
QUIN 85 x BUDIRO
BATAVAS
HALAMAN DEPAN
GIMAFU
SAHABAT SURGA FC
HIDAYATULLAH FC
BANDIT FC
LOEHA FC
FROZETRO
WTC
ALEXA FC
TIGER SHOT FC
RMB FC
WONDER BOYS
AVATAR
FAMILY FC
BBG FC
DRAGONBALL FC
Hadir dalam Acara
Pembukaan ini turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Lutim, Jihadin Peruge yang juga Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK), Plt. Kepala Dinas Parmudora, Muhammad Safaat DP, Kabag Prokopim, Agus Thobrani, Kabag OPS Polres Lutim, Kapolsek Malili, serta para panitia, sponsor, tim peserta, dan masyarakat
Kehadiran Wabup Puspawati Husler di GOR Malili menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya futsal, sebagai wadah positif bagi generasi muda dan ajang pembinaan atlet berprestasi.
Turnamen ini diprediksi akan berlangsung sengit, penuh strategi dan aksi memukau dari para pemain, sambil menjadi sarana mempererat silaturahmi antar-tim serta komunitas futsal di seluruh Luwu Timur.
Luwu Timur
Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.
Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.
“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.
Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.
“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.
Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login