Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Camat Kalaena Dorong Penguatan Tata Kelola, RAT Koperasi Desa Merah Putih Jadi Momentum Evaluasi

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR — Camat Kalaena menegaskan pentingnya penguatan tata kelola koperasi dalam menghadapi dinamika ekonomi desa saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Non Blok, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Non Blok tersebut dihadiri oleh pengurus koperasi, anggota, unsur pemerintah desa, serta sejumlah tamu undangan yang turut memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi berbasis desa.

Dalam sambutannya, Camat Kalaena menekankan bahwa RAT merupakan forum strategis dalam struktur koperasi yang tidak hanya berfungsi sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus.

“RAT adalah forum tertinggi dalam koperasi. Di sinilah transparansi, evaluasi, dan arah kebijakan ke depan ditentukan bersama oleh anggota,” ujarnya.

BACA JUGA  Sekda Lutim Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025, Fokus pada Program Pro-Rakyat

Ia juga mendorong seluruh pengurus dan anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi, serta menjaga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas sebagai fondasi utama keberlanjutan usaha.

Menurutnya, koperasi yang dikelola secara baik dan bertanggung jawab akan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara luas.

“Koperasi harus menjadi lembaga ekonomi yang sehat, transparan, dan dipercaya. Dengan begitu, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” tambahnya.

Camat Kalaena turut mengapresiasi peran Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai telah berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal. Ia berharap koperasi tersebut terus berkembang, berinovasi, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Jelang HUT ke-80 RI, Pemkab Lutim Bahas Rencana Teknis Upacara

Pelaksanaan RAT berlangsung lancar dan penuh antusiasme, mencerminkan komitmen bersama antara pengurus dan anggota dalam memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Syaharuddin Alrif Jadi Narasumber Silatnas Banon DDI, Kenang Masa Menjadi Santri di Kaballangang

Published

on

Kitasulsel–PINRANG – Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengenang masa-masa saat menjadi santri ketika menghadiri pembukaan Silaturahmi Nasional Badan Otonom (Banon) Darud Da’wah wal Irsyad di Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangang, Kabupaten Pinrang, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Syaharuddin juga dipercaya menjadi narasumber pada Dialog Kebangsaan yang menjadi salah satu agenda utama Silatnas Banon DDI.

Kehadirannya di pesantren tempat ia pernah menimba ilmu membangkitkan banyak kenangan. Dengan penuh haru, ia mengingat berbagai sudut pesantren yang menjadi saksi perjalanan pendidikannya sejak duduk di bangku SD hingga SMP.

“Masjid ini menjadi saksi perjalanan saya menimba ilmu. Pohon mangga di sini juga menjadi bagian dari kenangan masa kecil saya saat masih SD dan SMP. Bahkan, di bawah tangga yang bercat biru itulah tempat saya menghafal pelajaran. Dari pagi hingga sore saya banyak menghabiskan waktu belajar di tempat ini,” ungkap Syaharuddin.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Musrenbang Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026

Pada Dialog Kebangsaan, Syaharuddin menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta membangun sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi kemasyarakatan dalam membentuk karakter generasi muda.

Ia juga menilai DDI memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berkontribusi di berbagai sektor.

“DDI telah mencetak kader-kader yang kini menjadi ulama, guru, akademisi, birokrat, pengusaha, hingga pemimpin di berbagai bidang. Karena itu, DDI bukan hanya berperan di Ajatappareng, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi Indonesia Timur,” ujarnya.

Syaharuddin mengajak seluruh kader dan alumni DDI untuk terus menjaga semangat pengabdian dan keikhlasan dalam membesarkan organisasi.

“Pesan saya kepada seluruh peserta Silaturahmi Nasional Banon DDI, mari terus bekerja dengan ikhlas dan tulus agar cita-cita para pendiri dan pengurus PB DDI dapat terus terjaga. Semoga DDI tetap bertahan, berkembang, dan maju sepanjang masa,” pesannya.

BACA JUGA  Sekda Lutim Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2025, Fokus pada Program Pro-Rakyat

Silaturahmi Nasional Banon DDI yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 mempertemukan kader dan pengurus badan otonom DDI dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembukaan acara dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan A. Munawir, Anggota Majelis Syuyukh DDI Abdur Rahim Arsyad dan Lukmanul Hakim, Ketua Umum Pengurus Besar DDI Andi Syamsul Bahri Andi Galigo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang A. Tjalo Kerrang yang mewakili Bupati Pinrang, serta pimpinan Pondok Pesantren DDI Manahilil Ulum Kaballangang sekaligus Ketua Panitia, Muh. Rasyid Ridha Ambo Dalle.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri Penetapan Komcad ASN Sulsel 2026 di Makassar
Continue Reading

Trending