Connect with us

Luwu Timur

Bupati Irwan Tambah Hadiah Puluhan Juta di Turnamen Karang Taruna Cup Burau

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyambut baik pelaksanaan Turnamen Sepak Bola Karang Taruna Cup di Kecamatan Burau sebagai ajang menyalurkan bakat generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi Turnamen tersebut yang berlangsung di Lapangan Andi Bintang, Desa Burau, Kecamatan Burau, Ahad (21/09/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi sekaligus dukungannya terhadap pelaksanaan turnamen yang diikuti 24 tim dari berbagai daerah ini.

Bahkan, untuk menambah semangat para peserta, Bupati Irwan secara pribadi menambahkan hadiah bagi para juara.

“Juara 1 saya tambah Rp5 juta, juara 2 Rp3 juta, dan juara 3 bersama masing-masing saya tambah Rp2 juta,” ungkap Bupati Irwan disambut tepuk tangan dan sorak sorai penonton.

BACA JUGA  TP PKK Lutim Raih Empat Juara Pada HKG PKK Ke-53 Tingkat Sulsel

“Semoga dengan tambahan ini dapat menambah semangat, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan, sehingga dapat melahirkan juara sesuai dengan harapan kita bersama,” jelas Irwan.

Turnamen Karang Taruna Cup merupakan agenda kerja Karang Taruna The Captain yang ketiga kalinya digelar, berlangsung sejak 20 September hingga 20 Oktober 2025. Pada laga hari ini, mempertemukan Prima Putra Burau melawan SDR FC Masamba.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk membangun stadion berstandar nasional di setiap lapangan kecamatan di Luwu Timur.

“Insya Allah tahun depan akan kita anggarkan. Lapangan ini nantinya juga akan dilengkapi tribun, sama dengan Wasuponda dan Sorowako,” tegas Bupati.

BACA JUGA  Bupati Irwan Jalan Sehat Bersama Delegasi USIM dan UMI di Sorowako, Canda Tawa Warnai Kebersamaan

Pembukaan turnamen ditandai dengan tendangan perdana oleh Bupati Irwan bersama Kapolres Luwu Timur, AKBP. Ario Putranto Tuhu Mangabdi, disaksikan Wakapolres, Kompol Hajriadi, Kabag Prokopim, Agus Thobrani, Plt. Kepala Dinsos P3A, Joni Patabi, Kadisnakertrans Lutim, Kamal Rasyid, Ketua Koni, Herawan, Ketua APDESI, Suharman, unsur tripika kecamatan Burau, Ketua PSSI Lutim, tokoh masyarakat dan warga yang memadati lapangan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bupati Budiman Apresiasi DPRD atas Persetujuan Ranperda Penyandang Disabilitas

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Posyandu Sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Jalan Sehat Bersama Delegasi USIM dan UMI di Sorowako, Canda Tawa Warnai Kebersamaan

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending