Luwu Timur
Penyaluran Kartu Lansia di Burau Penuh Haru: 111 Warga Lanjut Usia Terima Bantuan, Senyum Merekah Sepanjang Acara
Kitasulsel–LUWUTIMUR Suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti Pelataran Kantor Desa Bone Pute, Kecamatan Burau, pada Selasa (11/11/2025). Sebanyak 111 warga lanjut usia (lansia) dari enam desa hadir untuk menerima Kartu Lansia, sebuah program bantuan kesejahteraan yang menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
Sejak pagi, para lansia tampak antusias menunggu giliran. Senyum dan tawa kecil menghiasi wajah mereka, sementara sebagian lainnya tak mampu menyembunyikan rasa haru. Penyaluran kali ini mencakup warga dari Desa Lanosi (12), Lambara Harapan (15), Asanah (7), Laro (21), Lewonu (27), dan Bone Pute (29) sebagai pusat kegiatan.
Wabup Puspawati Husler Turun Langsung Serahkan Bantuan
Kehangatan makin terasa ketika Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, hadir langsung menyerahkan bantuan dan menyapa para lansia satu per satu. Dengan penuh empati, ia memastikan para penerima merasa didengar dan diperhatikan oleh pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wabup Puspawati menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk warga yang masuk dalam desil 1 hingga 5, sesuai data kesejahteraan daerah.
“Kami ingin menunaikan apa yang sudah kami janjikan. Tahun depan, semoga rezeki kita semua semakin baik agar para lansia kita bisa hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Ucapan tersebut disambut tepuk tangan para lansia yang tampak bahagia atas perhatian yang diberikan.
Tangis Haru dan Syukur Para Penerima
Program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga momen penuh emosi bagi para lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Rasa syukur terpancar jelas dari wajah mereka.
Salah satu penerima manfaat, Hasiah (63) dari Desa Bone Pute, tak mampu menahan air mata saat menerima kartu bantuan. Hidup seorang diri dan bekerja serabutan membuat bantuan ini begitu berarti baginya.
“Saya sangat bahagia dan bersyukur. Sehari-hari saya bekerja menyapu di mana saja, tapi dengan bantuan ini saya lebih tenang, tidak takut lagi besok makan apa. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil,” ujarnya terisak.
Cerita haru juga datang dari Demetrius Koleba (75) warga Desa Lanosi. Dengan semangat yang masih kuat, ia mengungkapkan betapa program ini telah memberikan harapan baru bagi para lansia.
“Bagus sekali ini program. Terima kasih, semoga bisa terus berjalan. Kami bersyukur dapat bantuan satu juta per bulan,” ucapnya.
Sementara itu, Jumiah Muhammad Adam (72) yang datang menggunakan kursi roda, tetap menunjukkan senyum tulus sepanjang kegiatan.
“Saya senang sekali dan bersyukur. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil, semoga sehat selalu. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” ujarnya dengan suara lembut.
Tim Gerak Cepat Antar Bantuan ke Lansia yang Tak Bisa Hadir
Usai pelaksanaan di kantor desa, tim pelaksana program tidak berhenti begitu saja. Mereka bergerak mengunjungi rumah-rumah lansia yang tidak mampu hadir karena kondisi kesehatan atau keterbatasan fisik. Langkah ini memastikan bahwa seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya tanpa terkecuali.
Wujud Kepedulian Pemerintah untuk Lansia di Luwu Timur
Penyaluran Kartu Lansia ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap warganya yang telah lanjut usia. Program ini tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai.
Pada hari yang penuh kehangatan itu, senyum para lansia adalah gambaran betapa bantuan yang tepat sasaran mampu membawa kebahagiaan yang sederhana, namun sangat berarti bagi mereka yang selama ini hidup dengan kondisi serba terbatas.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Pemerintah Luwu Timur berharap kesejahteraan lansia terus meningkat, sembari memastikan bahwa tidak ada satu pun warga tua yang ditinggalkan dalam perjalanan pembangunan daerah.
Luwu Timur
Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.
Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.
“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.
Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.
“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.
Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login