Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Sekda Luwu Timur Hadiri Perpisahan Santri Ponpes Modern Madinah Al Munawwarah UMI Tomoni

Published

on

Kitasulsel–LuwuTimur – Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade mewakili Bupati menghadiri acara perpisahan santri MTs dan MA Pondok Pesantren Modern Madinah Al Munawwarah UMI yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Ahad (10/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Pembina Yayasan Wakaf UMI Makassar, Ketua Yayasan Wakaf UMI Makassar, Rektor Universitas Muslim Indonesia, Camat Tomoni, pimpinan pondok pesantren, serta para tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, MTs Pondok Pesantren Modern Madinah Al Munawwarah UMI menamatkan sebanyak 21 santri yang terdiri dari 8 laki-laki dan 13 perempuan. Sementara pada jenjang MA, sebanyak 12 santri dinyatakan lulus.

Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat hadir bersama para santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren tersebut.

BACA JUGA  Bupati Irwan Pimpin Rakor Percepatan Perencanaan Program Strategis OPD Luwu Timur

“Dalam momen yang penuh kebahagiaan ini, saya merasa bangga bisa hadir bersama anak-anakku semua, khususnya para santriwan dan santriwati yang hari ini telah berhasil menyelesaikan masa pendidikan di pondok pesantren ini. Ini adalah pencapaian yang patut disyukuri dan dibanggakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, para santri telah melewati berbagai proses pembelajaran, baik dalam bidang keilmuan agama, akademik, maupun keterampilan hidup yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Menurutnya, Pondok Pesantren Modern Madinah Al Munawwarah UMI tidak hanya membekali para santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan ketangguhan mental sebagai pondasi menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ramadhan Pirade juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengasuh serta tenaga pendidik di pondok pesantren tersebut atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendidik para santri.

BACA JUGA  Disdikbud Luwu Timur Gelar FLS3N 2026, Dorong Pengembangan Bakat Seni dan Sastra Pelajar

“Saya juga berpesan kepada para santri, teruslah belajar dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah dicapai. Tingkatkan selalu kemampuan dan wawasan kalian, serta jangan lupa untuk selalu berpegang teguh pada ajaran agama dan nilai-nilai moral yang telah dipelajari,” pesannya.

Ia berharap para lulusan pondok pesantren dapat menjadi generasi muda yang membawa perubahan positif dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan persembahan dari para wisudawan dan wisudawati serta atraksi Pagar Nusa yang dibawakan oleh para santri Pondok Pesantren Modern Madinah Al Munawwarah UMI Tomoni.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Sekda Luwu Timur Buka Sosialisasi Kependudukan, Data SUPAS 2025 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, membuka kegiatan Sosialisasi Kependudukan yang digelar sebagai langkah antisipatif dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data. Kegiatan berlangsung di Hotel I Lagaligo, Malili, Rabu (24/6/2026).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur tersebut mengangkat tema “Situasi Kependudukan di Sulawesi Selatan (Luwu Timur) Menurut SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) Tahun 2025”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, Kepala DP2KB Luwu Timur, Amrullah Rasyid, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu Timur, Abdullah Pannu, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Bagian Hukum Setdakab Luwu Timur, serta para camat se-Kabupaten Luwu Timur.

Data Kependudukan Jadi Fondasi Pembangunan

Dalam sambutannya, Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa data kependudukan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang efektif, terukur, dan tepat sasaran.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha, Hewan Kurban di Towuti Luwu Timur Capai 603 Ekor

Menurutnya, hasil kajian kependudukan serta data yang diperoleh melalui SUPAS 2025 harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami kondisi kependudukan terkini serta menyusun langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul di masa mendatang,” ujar Ramadhan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar perangkat daerah dalam mengelola berbagai isu kependudukan agar bonus demografi yang dimiliki Kabupaten Luwu Timur dapat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SUPAS 2025 Jadi Acuan Peningkatan Kualitas SDM

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, menyampaikan bahwa data kependudukan hasil SUPAS 2025 memiliki peran penting dalam mendukung penyusunan program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, informasi kependudukan yang akurat dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas generasi masa depan.

BACA JUGA  Disdikbud Luwu Timur Gelar FLS3N 2026, Dorong Pengembangan Bakat Seni dan Sastra Pelajar

“Data kependudukan menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, terutama untuk meningkatkan kualitas keluarga dan mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, berdaya saing serta jauh dari stunting,” jelas Fatmawati.

Luwu Timur Jadi Daerah Tujuan Migrasi

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, memaparkan kondisi kependudukan daerah berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Luwu Timur termasuk salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki daya tarik migrasi cukup tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan sektor industri, pertambangan, serta terbukanya berbagai peluang ekonomi yang menarik penduduk dari daerah lain untuk datang dan menetap.

“Perkembangan penduduk di Luwu Timur tidak hanya dipengaruhi oleh kelahiran dan kematian, tetapi juga oleh faktor migrasi yang cukup besar. Karena itu, data kependudukan menjadi sangat penting sebagai dasar dalam merencanakan pembangunan, penyediaan layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan,” ungkap Abdullah.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Pelatihan Anyaman Teduhu, Dorong Industri Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Menurutnya, dinamika pertumbuhan penduduk tersebut perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat agar kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan dasar dapat terpenuhi secara optimal.

Antisipasi Tantangan dan Manfaatkan Bonus Demografi

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait kondisi kependudukan terkini serta tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang.

Data SUPAS 2025 diharapkan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemanfaatan bonus demografi sebagai modal pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dengan perencanaan yang berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Luwu Timur optimistis mampu menciptakan pembangunan yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Continue Reading

Trending