Connect with us

Nasional

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Elite Parpol Sebut Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden Prabowo

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan reshuffle kabinet berpotensi dilakukan Presiden Prabowo Subianto setelah perayaan 17 Agustus 2026.

Kabar yang berkembang menyebutkan adanya perubahan komposisi di beberapa kementerian, terutama pada sektor politik, hukum, dan keamanan (polhukam). Selain pergantian pimpinan kementerian, beredar pula informasi mengenai kemungkinan adanya menteri yang akan dipromosikan mengisi posisi menteri koordinator.

Di tengah spekulasi tersebut, nama pengusaha Norman Joesoef turut disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpeluang bergabung dalam Kabinet Merah Putih. Ia dikabarkan akan mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan. Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah posisi tersebut akan menggantikan pejabat yang ada atau menjadi penambahan formasi baru di Kementerian Pertahanan.

BACA JUGA  Kemenag Terbitkan Surat Edaran Makan Gratis di Pesantren Harus Diawali Berwudhu

Meski isu reshuffle semakin ramai diperbincangkan, sejumlah pimpinan partai politik mengaku belum memperoleh informasi resmi mengenai rencana tersebut. Mereka menegaskan bahwa keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, mengatakan pihaknya belum menerima informasi terkait adanya reshuffle setelah peringatan kemerdekaan. Menurutnya, khusus untuk kementerian yang menjadi mitra Komisi II DPR, kinerjanya dinilai masih berjalan dengan baik.

Sikap serupa disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay. Ia menegaskan partainya saat ini lebih memilih fokus mendukung jalannya pemerintahan daripada menanggapi berbagai spekulasi mengenai perombakan kabinet.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid menilai keputusan terkait susunan kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. Menurutnya, kepala negara memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan komposisi pembantunya di pemerintahan.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar: Kampus NU Harus Miliki Masjid Ikonik dan Program Asrama Wajib

Respons senada juga datang dari Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji. Keduanya mengaku belum mengetahui informasi mengenai isu reshuffle yang tengah menjadi pembahasan publik.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai kabar perombakan Kabinet Merah Putih. Karena itu, berbagai informasi yang beredar masih sebatas spekulasi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Publik pun kini menunggu kepastian dari Presiden Prabowo Subianto terkait apakah akan melakukan evaluasi dan penyegaran kabinet dalam waktu dekat atau mempertahankan komposisi pemerintahan yang ada.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending