Connect with us

Business

IHSG Diproyeksi Bergerak 6.300-6.400, Rupiah dan Harga Minyak Jadi Perhatian

Published

on

KITASULSEL–JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam rentang 6.300-6.400 pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Pergerakan indeks akan dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari penguatan rupiah, harga minyak dunia, hingga keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.

Proyeksi tersebut disampaikan Phintraco Sekuritas setelah IHSG pada perdagangan Rabu (23/9/2026) ditutup menguat 1,56 persen atau 97,87 poin ke level 6.374,91.

Penguatan IHSG berlangsung setelah Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Sentimen domestik tersebut turut diikuti penguatan rupiah dan pelemahan harga minyak dunia.

Analisis Teknikal IHSG

Phintraco Sekuritas mencermati posisi IHSG yang secara teknikal masih bergerak di bawah Moving Average 5 (MA5). Di sisi lain, indikator Stochastic RSI telah berada di area oversold.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar Phintraco dalam memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis.

“Secara teknikal, IHSG masih bergerak di bawah MA5, dengan Stochastic RSI telah berada pada area oversold. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6,300–6,400 pada perdagangan Kamis (24/9),” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Phintraco juga mencatat 6.300 sebagai level pivot dan 6.400 sebagai area resistance. Sementara itu, level 6.200 menjadi salah satu area support yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali meningkat.

BACA JUGA  Kemenhut Dorong Perdagangan Karbon Berintegritas untuk Jaga Hutan dan Sejahterakan Masyarakat

BI Pertahankan BI-Rate 5,75 Persen

Dari dalam negeri, kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.

Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 22-23 September 2026, BI memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen.

Selain BI-Rate, BI juga mempertahankan Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar dan menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan investor dalam mencermati prospek pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan Rabu, penguatan terjadi di seluruh 11 indeks sektoral. Sektor barang baku menjadi salah satu sektor yang turut menopang kenaikan IHSG.

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS

Pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian dalam perdagangan saham.

Phintraco Sekuritas mencatat rupiah di pasar spot menguat sekitar 0,31 persen ke level Rp17.795 per dolar AS pada Rabu (23/9).

Sementara itu, data Bloomberg Technoz mencatat rupiah ditutup di sekitar Rp17.800 per dolar AS, atau menguat 0,41 persen.

Penguatan rupiah dapat menjadi salah satu sentimen bagi pasar saham domestik, terutama terhadap emiten yang memiliki eksposur terhadap transaksi dalam mata uang asing.

BACA JUGA  Menkeu Purbaya: Pemerintah Bayar Utang Kopdes Merah Putih yang Jatuh Tempo September 2026 dari Dana Desa

Harga Minyak Berada di Sekitar USD90

Dari pasar global, harga minyak dunia kembali mengalami pelemahan dan berada di sekitar USD90 per barel.

Phintraco Sekuritas mengaitkan pelemahan harga minyak dengan meningkatnya sinyal diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Harga minyak menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor karena perubahannya dapat berdampak terhadap biaya produksi, inflasi, hingga kinerja perusahaan di sektor energi dan komoditas.

MNC Sekuritas Soroti Level 6.387-6.418

Sementara itu, MNC Sekuritas mencatat penguatan IHSG pada perdagangan Rabu disertai munculnya volume pembelian.

Penguatan 1,56 persen tersebut juga membawa IHSG kembali berada di atas MA60.

Dalam analisis teknikalnya, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave a dari wave (x).

Analis MNC Sekuritas menyebut IHSG berpotensi menguji area 6.208-6.258, sedangkan area penguatan terdekat berada di kisaran 6.387-6.418.

Analisis tersebut merupakan pandangan teknikal berdasarkan kondisi pasar dan tidak menjamin arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya.

Empat Saham Jadi Perhatian

Dalam riset perdagangan Kamis (24/9), MNC Sekuritas menyebut empat saham yang menjadi perhatian, yakni CUAN, EMAS, INDY, dan VKTR.

BACA JUGA  Bank Mandiri Bukukan Laba Rp30,4 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 24,4 Persen

Pada perdagangan sebelumnya, penguatan IHSG juga diikuti mayoritas saham. Sebanyak 448 saham menguat, 186 saham melemah, dan 159 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai sekitar Rp12,89 triliun, dengan volume transaksi mencapai 36,79 miliar saham.

Di jajaran saham LQ45, sejumlah emiten juga mencatat penguatan. INDY menjadi salah satu saham dengan kenaikan signifikan, diikuti DEWA dan MDKA.

Sentimen Pasar Masih Dinamis

Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis akan mencermati berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dari domestik, arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan pergerakan rupiah menjadi sejumlah sentimen yang diperhatikan. Sementara dari pasar global, harga minyak dan perkembangan geopolitik menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen investor.

Setelah ditutup di level 6.374,91, IHSG berada di dalam rentang proyeksi 6.300-6.400 yang disampaikan Phintraco Sekuritas.

Namun, pergerakan aktual indeks tetap bergantung pada transaksi pasar dan perubahan sentimen selama perdagangan berlangsung.

Disclaimer: Informasi ini merupakan pemberitaan mengenai analisis dan proyeksi pasar dari sejumlah sekuritas, bukan rekomendasi untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan kondisi masing-masing.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending