Luwu Timur
Penyaluran Kartu Lutim Lansia Resmi Tuntas: Kecamatan Burau Jadi Penutup, Suasana Haru Iringi Bantuan untuk 158 Warga Lanjut Usia
Kitasulsel–LUWUTIMUR Program Kartu Lutim Lansia akhirnya rampung disalurkan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur. Setelah berlangsung selama dua pekan penuh, Kecamatan Burau menjadi titik terakhir sekaligus penutup rangkaian penyaluran bantuan yang menyasar ribuan warga lanjut usia.
Tidak seperti sebelumnya yang hanya terpusat di kantor kecamatan, penyaluran di tahun ini dilakukan lebih dekat dengan masyarakat. Pemkab Luwu Timur menggandeng Bank Sulselbar untuk membuka titik-titik layanan di beberapa lokasi demi memudahkan lansia.
Tiga Titik Penyaluran di Burau
Untuk Kecamatan Burau, penyaluran bantuan dipusatkan di tiga lokasi:
Gedung Serbaguna Kantor Camat Burau
Kantor Desa Bone Pute
Kantor Desa Jalajja
Petugas juga menyambangi langsung rumah para lansia yang tidak mampu hadir, memastikan tidak ada satu penerima pun yang terlewat.
158 Lansia Terima Bantuan, Suasana Haru Warnai Acara
Pada Selasa (11/11/2025), Gedung Serbaguna Kecamatan Burau dipenuhi suasana haru dan penuh rasa syukur. Sebanyak 158 lansia dari enam desa menerima bantuan tunai Rp2 juta untuk alokasi bulan September–Oktober. Mereka berasal dari Desa:
Lagego: 13 orang
Lauwo: 41 orang
Burau: 40 orang
Burau Pantai: 9 orang
Lumbewe: 44 orang
Batu Putih: 11 orang
Kehadiran Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menjadi momen yang paling dinantikan. Dengan ramah dan penuh kasih sayang, beliau menyapa para lansia yang merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
“Para orang tua ku semua, saya hadir di sini untuk menepati janji kami dulu. Jangan lihat jumlahnya, tapi lihat bagaimana manfaatnya untuk kita semua,” ujar Wabup Puspawati dengan suara lembut.
Beliau juga meminta doa dari para lansia agar pemerintah daerah selalu diberi kesehatan untuk merealisasikan seluruh program kesejahteraan yang telah direncanakan.
“Intinya, kami ingin warga Luwu Timur, terutama para orang tua, bisa hidup lebih sejahtera,” tambahnya.
Ucapannya membuat suasana menjadi emosional. Beberapa lansia tampak meneteskan air mata, termasuk Abdul Kadir (65) dari Desa Burau.
“Terima kasih banyak, Bu. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga Bapak Bupati dan Ibu Wakil selalu diberi panjang umur dan kesehatan,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Dinsos: 3.000 Lansia Terima Bantuan pada Tahap Uji Coba
Plt. Kepala Dinas Sosial dan P3A Luwu Timur, Joni Patabi, menjelaskan bahwa Kartu Lutim Lansia merupakan salah satu program utama Bupati dan Wakil Bupati dalam meningkatkan kualitas hidup warga lansia.
“Untuk tahap uji coba ini, ada 3.000 penerima bantuan lansia di seluruh Luwu Timur. Kecamatan Burau adalah penutup kegiatan yang berjalan lancar dari awal hingga akhir,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah berencana menambah jumlah penerima di masa mendatang, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
“Ke depan, tim verifikasi akan turun langsung ke lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Akhir yang Penuh Makna dari Perjalanan Dua Pekan
Dengan tuntasnya penyaluran di Burau, Pemkab Luwu Timur telah menyelesaikan satu perjalanan penting dalam misi menghadirkan kesejahteraan bagi para lansia. Sejak awal, program ini tidak hanya membawa bantuan finansial, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Sepanjang dua pekan, para petugas, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan bank penyalur bekerja tanpa lelah untuk memastikan para lansia mendapatkan haknya secara nyaman dan manusiawi.
Simbol Kepedulian untuk Hidup yang Lebih Layak
Program Kartu Lutim Lansia menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warga usia senja—mereka yang telah berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan daerah selama bertahun-tahun.
Dengan adanya bantuan ini, para lansia diharap dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang, bahagia, dan bermartabat di tanah kelahiran mereka sendiri.
Penyaluran di Burau mungkin telah berakhir, namun komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para orang tua justru baru dimulai.
Luwu Timur
Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban
KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.
Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.
“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.
Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.
“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.
Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.
-
Nasional12 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login