Tipikor
Korupsi Dinkes Parepare Rp6,3 Miliar Memanas! Rp4,25 Miliar Diduga Mengalir 9 Kali, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru
KITASULSEL — PAREPARE — Kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Dinas Kesehatan Kota Parepare tahun 2017–2018 kembali menjadi sorotan. Polisi menggelar rekonstruksi selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, untuk membongkar rangkaian penyerahan uang sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Rekonstruksi melibatkan sekitar 28 saksi dengan total 101 adegan. Sebanyak 52 adegan diperagakan pada hari pertama, kemudian 49 adegan pada hari kedua. Sejumlah lokasi yang digunakan antara lain Kantor Dinkes Parepare, RSUD Andi Makkasau, Gedung DPRD, Kantor Pemkot, Bappeda dan sejumlah lokasi lainnya.
Perhatian penyidik kini mengarah pada dugaan penyerahan uang sebesar Rp4,25 miliar yang dilakukan sebanyak sembilan kali. Dana tersebut diduga berkaitan dengan proses pembahasan dan pengesahan APBD, baik anggaran pokok maupun anggaran perubahan. Penyerahan disebut berlangsung di sejumlah titik, termasuk kantor Dinkes, rumah sakit, gedung DPRD dan kantor Pemkot Parepare.
Rekonstruksi ini merupakan pengembangan perkara yang sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap. Dari keterangan para saksi dalam perkara sebelumnya, penyidik mendalami dugaan adanya pihak lain yang menerima, menikmati atau memerintahkan aliran dana.
Salah satu adegan yang menjadi perhatian memperagakan penyerahan uang Rp600 juta dari mantan Kepala Dinkes Parepare Muhammad Yamin kepada mantan pimpinan DPRD Parepare Andi Firdaus Djollong. Adegan tersebut menjadi bagian dari rangkaian yang sedang diuji penyidik melalui rekonstruksi.
Penyidik belum membuka seluruh identitas pihak yang sedang didalami. Namun, fakta yang muncul dalam rekonstruksi membuat kemungkinan adanya tersangka baru tetap terbuka apabila ditemukan bukti yang cukup.
Kasus ini sendiri telah bergulir sejak 2020 dan sebelumnya telah menjerat sejumlah pejabat. Dugaan kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp6,3 miliar.
Kini polisi masih mencocokkan keterangan saksi, rangkaian adegan serta bukti lain untuk memastikan siapa saja yang diduga terlibat dalam aliran dana tersebut.
Rekonstruksi 101 adegan belum menjadi akhir. Justru dari reka ulang inilah polisi kembali membuka jalur untuk membongkar ke mana uang miliaran rupiah itu mengalir dan siapa saja yang diduga ikut menikmati atau memerintahkannya.
Penyidikan masih berjalan, dan publik kini menunggu apakah pendalaman tersebut benar-benar akan berujung pada nama tersangka baru.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login