Connect with us

Entertainment

D’MASIV Bawa Cerita Cinta Indonesia ke Abbey Road, London

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — D’MASIV membuka babak baru perjalanan musiknya dengan cara yang tidak biasa.

Band yang telah hampir dua dekade mewarnai musik Indonesia itu kini membawa karya terbaru hingga ke London, Inggris. Bukan sekadar tampil di luar negeri, tetapi menggarap musik di Abbey Road Studios, studio legendaris yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan musik dunia.

D’MASIV baru saja merilis single terbaru berjudul “Till We’re Old” secara global pada 25 September 2026.

Lagu tersebut hadir dengan warna yang lebih enerjik dibandingkan karakter lagu cinta D’MASIV yang selama ini banyak dikenal publik.

“Till We’re Old” bercerita tentang komitmen untuk tetap berjalan bersama, melewati perubahan dan berbagai fase kehidupan hingga usia tua.

Bukan cinta yang hanya berbicara tentang perasaan ketika hubungan baru dimulai, tetapi tentang keputusan untuk tetap bertahan ketika kehidupan terus berubah.

Secara musikal, lagu ini dibangun dengan tempo sekitar 123 BPM. Permainan drum dan bass menjadi fondasi utama, kemudian diperkuat gitar elektrik, piano, keyboard, synth dan percussion yang semakin melebar menuju bagian chorus.

BACA JUGA  SMKN 2 Gowa atau Dikenal dengan Sebutan SMKI, Jurusan Musik Populer dan Jurusan Seni Lainnya Masih Eksis

Karakter vokal Rian pada bagian verse dibuat lebih hangat dan intim. Setelah itu, aransemen berkembang semakin besar hingga memasuki chorus yang lebih powerful dan terasa seperti anthem.

Namun, daya tarik utama rilisan ini tidak hanya terletak pada lagunya.

Ada cerita panjang di balik proses produksinya.

Dari Indonesia ke Abbey Road

Untuk menggarap “Till We’re Old”, D’MASIV menjalani proses rekaman musik di Abbey Road Studios, London. Rekaman vokal dilakukan di RAK Studios London.

Abbey Road sendiri bukan sekadar nama studio.

Tempat tersebut merupakan salah satu ikon penting dalam sejarah rekaman musik dunia. Abbey Road Studios mulai beroperasi pada 1931 dan selama puluhan tahun menjadi bagian dari berbagai perkembangan teknologi serta produksi musik.

Bagi D’MASIV, masuk ke ruang produksi seperti itu menjadi bagian dari perjalanan baru mereka.

BACA JUGA  Marvel Bongkar Wajah Baru X-Men, Adam Driver Jadi Musuh Mengerikan

Proses produksi “Till We’re Old” turut melibatkan produser asal Inggris Danton Supple. Sementara mixing ditangani Mark Needham, yang memiliki pengalaman mengerjakan karya sejumlah musisi internasional.

Untuk mastering, D’MASIV menggandeng Howie Weinberg, mastering engineer yang juga telah terlibat dalam berbagai proyek musik dunia.

Kolaborasi tersebut mempertemukan karakter D’MASIV dengan pengalaman produksi internasional.

Namun, perjalanan ke London bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba.

Era Baru D’MASIV

Pada Mei 2026, D’MASIV mengumumkan fase baru sebagai band independen setelah sekitar 20 tahun bekerja sama dengan Musica Studios.

Mereka juga memperkenalkan identitas visual baru serta mulai membuka langkah menuju pasar internasional.

Salah satu penanda fase tersebut adalah penggunaan bahasa Inggris dalam karya baru mereka, termasuk “On Our Own”, yang sebelumnya dirilis pada Mei 2026. D’MASIV juga telah menggandeng sejumlah pihak dari industri musik internasional untuk pengembangan karier mereka.

BACA JUGA  Cerita Makassar Tembus Bioskop Nasional, ‘Jangan Lupa Bahagia’ Sudah Mulai Tayang

Kini, “Till We’re Old” menjadi kelanjutan dari langkah tersebut.

Menariknya, meski proses produksinya melibatkan nama dan fasilitas internasional, D’MASIV tidak meninggalkan identitas dasarnya sebagai band.

Justru di situlah perjalanan baru ini menjadi menarik.

Teknologi produksi boleh berubah. Studio yang digunakan boleh berbeda. Kolaborator berasal dari berbagai negara.

Tetapi karakter sebuah band tetap ditentukan oleh bagaimana mereka menerjemahkan pengalaman tersebut menjadi musik.

D’MASIV kini memasuki fase ketika pengalaman hampir dua dekade bertemu dengan ruang eksplorasi yang lebih luas.

Dari lagu-lagu yang dulu tumbuh bersama pendengar Indonesia, kini mereka mencoba membawa cerita baru itu melewati batas negara.

Dan lewat “Till We’re Old”, perjalanan tersebut dimulai bukan dengan cerita tentang kemewahan London atau besarnya sebuah studio.

Tetapi dengan cerita sederhana tentang dua manusia yang memilih untuk tetap berjalan bersama.

Sebuah cerita yang, di mana pun musik itu dibuat, tetap bisa dipahami siapa saja.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending