Connect with us

Makassar

Makassar Menuju Kota Filantropi Nasional, Appi Dorong Gerakan Berbagi hingga Tingkat Kelurahan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR –Pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonominya. Kepedulian sosial, solidaritas, serta kemampuan masyarakat saling membantu juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan perkotaan yang lebih baik.

Semangat tersebut menjadi salah satu arah kebijakan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi, melalui gagasan menjadikan Makassar sebagai Kota Filantropi Nasional.

Gagasan ini diarahkan untuk membangun gerakan kepedulian sosial yang melibatkan pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat di tingkat lingkungan.

Upaya tersebut mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Dukungan ini menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem filantropi agar kegiatan berbagi tidak hanya berlangsung pada momentum tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Panggil 9 Plt Kepala OPD Baru Bahas Percepatan Program

Appi mendorong agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dikelola secara terorganisasi sehingga manfaatnya menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Gerakan Berbagi Dimulai dari Kelurahan

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Keberadaan UPZ di lingkungan masyarakat diharapkan mempermudah pengumpulan serta penyaluran bantuan sosial. Dengan demikian, warga yang membutuhkan dapat lebih mudah teridentifikasi dan memperoleh pendampingan.

Penguatan kelembagaan ini juga diharapkan membuat gerakan filantropi tidak hanya terpusat pada tingkat kota, tetapi tumbuh hingga lingkungan permukiman.

Selain itu, pendidikan kepedulian sosial sejak usia sekolah turut menjadi perhatian. Generasi muda diharapkan memahami bahwa berbagi bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari nilai kemanusiaan dan kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA  Pemkot Makassar-PMI Gencarkan Donor Darah Keliling Seluruh Kecamatan

Filantropi Bukan Sekadar Mengumpulkan Dana

Menjadikan Makassar sebagai kota filantropi bukan hanya tentang meningkatkan jumlah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun.

Kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan bantuan menjadi hal yang tidak kalah penting. Transparansi, profesionalitas, serta ketepatan penyaluran harus menjadi dasar dalam menjalankan gerakan tersebut.

Keterlibatan ASN, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas juga diharapkan memperkuat budaya gotong royong di Kota Makassar.

Pertemuan antara Wali Kota Makassar dan pimpinan BAZNAS RI pada 23 September 2026 menjadi salah satu bagian dari upaya membangun gagasan tersebut. Persiapan peluncuran gerakan Road to Philanthropy City direncanakan berlangsung pada November 2026.

Jika diwujudkan secara konsisten, gerakan ini berpotensi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam membantu masyarakat rentan, memperkuat solidaritas, serta membangun kepedulian dari tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.

BACA JUGA  Pj Sekda Makassr Deklarasi dan Tandatangani Pakta Netralitas ASN Pemkot Makassar

Pada akhirnya, kota yang maju bukan hanya kota dengan gedung tinggi dan jalan yang tertata, tetapi juga kota yang masyarakatnya tidak membiarkan sesama menghadapi kesulitan sendirian.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending