Connect with us

Luwu Timur

Tim Sedekah Jumat Setdakab Lutim, Berbagi Berkah untuk Warga Balambano Indah

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Tim Sedekah Jum’at Setdakab Luwu Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga melalui program Gerakan Luwu Timur Sedekah Jumat.

Dalam aksi sosial ini, Tim sedekah Jum’at menyalurkan bantuan berupa 20 paket sembako kepada warga Dusun Balambano Indah, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili Jum’at (20/12/24).

Bantuan yang disalurkan berasal dari donasi ASN Setdakab Luwu Timur sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan.

Program ini bertujuan untuk meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Andi Mulianto salah satu anggota komunitas sosial ini menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi keluarga yang menerima, dan rutinitas amal jariyah ini juga terus berlanjut untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

BACA JUGA  Peringati Hari Ibu ke-97, Bupati Luwu Timur Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Daerah

“Semoga bantuan sedekah Jumat berkah ini bermanfaat dan berguna untuk keluarga yang menerimanya. Kami juga berdoa semua pihak yang telah berpartisipasi mendapatkan Ridho dan pahala serta balasan yang berlimpah dari Allah SWT, Aamiin,” ujar Andi Mulianto.

Giat sedekah Jumat Berkah tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat, yang merasa sangat terbantu dengan adanya program Gerakan Sedekah Jum’at memberikan paket sembako.

“Diharapkan ini menjadi berkah tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Jum’at berkah,” ujar Marwiah (80) salah satu warga yang menerima paket sembako tersebut.

Program sedekah Jum’at menjadi bukti nyata kepedulian sosial ASN dilingkup Setdakab Luwu Timur yang senantiasa hadir di tengah masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan. (*)

BACA JUGA  Bupati Irwan : Keluarga Adalah Pondasi Utama Membangun Lutim yang Maju dan Sejahtera
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bupati Irwan : Keluarga Adalah Pondasi Utama Membangun Lutim yang Maju dan Sejahtera

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Apel Pagi, ASN Diajak Berdonasi untuk Korban Bencana di Sumatera

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Luwu Timur

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending