Connect with us

Luwu Timur

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur Gelar Safari Ramadhan Perdana di Kecamatan Burau

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi memulai rangkaian Safari Ramadhan 1446 Hijriah dengan menggelar kegiatan perdana di Kecamatan Burau.

Acara yang berlangsung di halaman Kantor Desa Jalajja, Kamis (06/03/2025) ini, menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Safari Ramadhan ini dihadiri langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler, serta Anggota DPRD Sulsel, dr. Ani Nurbani, yang juga merupakan istri Bupati.

Turut hadir pula Sekda Lutim, H. Bahri Suli beserta istri, jajaran pejabat daerah, perwakilan Forkopimda, Camat Burau bersama Ketua TP PKK, Ketua Baznas Lutim, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

BACA JUGA  Wujud Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Aparatur Daerah, 554 PPPK Lutim Terima SK

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat. Acara diawali dengan penyerahan tali asih kepada anak yatim piatu oleh Baznas Lutim, yang secara simbolis diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam mengungkapkan bahwa, Safari Ramadhan ini merupakan yang pertama dalam kepemimpinannya dan akan digelar secara bergilir di setiap kecamatan.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bersilaturahmi dalam Safari Ramadhan ini. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa salah satu kebijakan pertama yang ia keluarkan adalah imbauan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

BACA JUGA  Masjid Nurul Hidayah Puncak Indah Mulai Dibangun Baru, Bupati Luwu Timur Lakukan Peletakan Batu Pertama

Ia bahkan berjanji memberikan hadiah umroh gratis bagi kepala desa yang secara konsisten menjalankan shalat berjamaah di masjid tanpa terputus dalam kurun waktu yang ditentukan.

“Jika Pak Desa bisa membuktikan bahwa beliau shalat berjamaah di masjid secara rutin tanpa terputus, insha Allah akan saya berangkatkan umroh gratis bersama ibu desa,” tegas Irwan disambut antusias oleh para undangan.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dalam membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Mari bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini,” pungkas Bupati Luwu Timur.

Safari Ramadhan perdana ini ditutup dengan ceramah oleh Ustadz Rusdi Daming, S.Ag., M.HI., menjelang waktu berbuka puasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah, menambah keberkahan dalam kegiatan tersebut. (*)

BACA JUGA  Safari Ramadhan Hari Kedua, Bupati Lutim Kukuhkan LPTQ Nuha dan Canangkan Sorowako Jadi Destinasi Unggulan Sulsel
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Jemput Gubernur Sulteng di Sorowako, Hadiri First Cut Ceremony BB1 Project

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Batasi Jam Malam Siswa, Berlaku Mulai Pukul 22.00 WITA

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Wujud Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Aparatur Daerah, 554 PPPK Lutim Terima SK

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending