Connect with us

Luwu Timur

Bupati Luwu Timur Tutup Nickel Cup IX 2025, Budiro FC Pertahankan Gelar Juara

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Turnamen sepakbola Nickel Cup IX Tahun 2025 resmi ditutup Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Lapangan Persesos Sorowako, Kecamatan Nuha, Ahad (2/11/2025).

Kompetisi bergengsi yang berlangsung sejak 12 Oktober lalu ini menghadirkan atmosfer persaingan penuh sportivitas dari 16 tim terbaik.

Sebelum menutup secara resmi, Bupati Irwan bersama Wakapolres Lutim, Kompol Hajriadi, Ketua Pengadilan Agama Malili, Rajiman, Plt. Kepala Dinsos P3A, Joni Patabi, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP, Muhammad Safaat DP., Kabag Prokopim, Agus Thobrani, serta Direktur External PT. Vale Indonesia, H. Yusri, dan tamu undangan lainnya, turut menyaksikan pertandingan final antara Budiro FC vs Balambano FC.

Pertandingan berlangsung sengit dan penuh gengsi. Budiro FC kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan 2-0 atas Balambano FC, sekaligus mempertahankan gelar juara yang juga diraih pada Nickel Cup VIII.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Kolaborasi UMI Makassar Lakukan Kerja Sama Internasional ke USIM Malaysia

Penutupan turnamen ditandai dengan simbolik pemasangan gembok pada gerbang turnamen, sebagai bentuk harapan agar tahun depan Nickel Cup X kembali terselenggara dengan lebih meriah dan kompetitif.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengapresiasi kerja keras panitia, dukungan para sponsor, serta sportivitas seluruh peserta.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan sukses hingga puncak pelaksanaan hari ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama panitia atas kerja kerasnya,” ucapnya.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada tim pemenang sekaligus berharap turnamen ini terus digelar setiap tahun.

“Selamat kepada Budiro FC sebagai juara pertama, Balambano FC sebagai runner-up, serta juara tiga dan empat. Terima kasih juga kepada PT Vale Indonesia sebagai sponsor utama yang selalu mendukung sejak Nickel Cup pertama hingga hari ini,” tuturnya.

BACA JUGA  Wujud Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Aparatur Daerah, 554 PPPK Lutim Terima SK

Berikut daftar Penghargaan Nickel Cup IX 2025

Juara 1 : Budiro FC

Juara 2 : Balambano FC

Juara 3 : Loeha FC

Juara 4 : The Gams FC

Top Skor : Rikhi – 6 Gol (Loeha FC)

Best Player : Iwan Hamid (Budiro FC)

Best Keeper : Firmansyah (Balambano FC)

Dengan berakhirnya Nickel Cup IX, masyarakat kini menantikan edisi ke-10 tahun depan yang diharapkan tampil lebih besar, meriah, dan penuh kejutan. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Penilaian Lomba Perpustakaan Desa Luwu Timur Berlanjut: Dua Perpustakaan Tampilkan Inovasi dan Semangat Literasi

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Resmi Buka Futsal Tournament Uncledils MGM 2025 di GOR Malili

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Jemput Gubernur Sulteng di Sorowako, Hadiri First Cut Ceremony BB1 Project

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending