Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Temui Menteri Desa PDT, Perkuat Sinergi Pembangunan Desa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, melakukan kunjungan kerja kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI, Yandri Susanto, di Kantor Kementerian Desa PDT, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi pembangunan desa antara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong percepatan kemandirian desa.

Dalam suasana pertemuan yang berlangsung hangat, Bupati Irwan memaparkan sejumlah program pembangunan desa yang tengah dijalankan di Kabupaten Luwu Timur.

Salah satu program unggulan yang dipresentasikan adalah PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera). Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian desa sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan potensi lokal.

BACA JUGA  Safari Ramadan di Malili, Bupati Irwan Dorong OPD Aktif Jemput Program Pusat

Selain itu, Bupati Irwan juga menyampaikan berbagai potensi komoditas unggulan yang dimiliki Luwu Timur, khususnya desa-desa penghasil kakao serta lada atau merica yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

“Alhamdulillah beliau merespon positif, terutama terkait desa kami yang merupakan desa penghasil lada atau merica. Insyaallah dalam waktu dekat Menteri Desa ini akan berkunjung ke Luwu Timur untuk melihat langsung dan memastikan bahwa program yang kami jalankan benar-benar dapat membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujar Irwan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Desa PDT atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kemandirian desa di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Kerusakan Tanggul TPI Turunan Bajo, Instruksikan Perbaikan Segera

Sementara itu, Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat pembangunan desa serta mengapresiasi komitmen daerah dalam mendorong kemandirian desa melalui berbagai program yang dijalankan.

“Kami menyampaikan apresiasi terhadap Program Pandu Juara dan siap dikolaborasikan dengan Program Desa Tematik Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” jelas Yandri.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan semangat “Bangun Desa, Bangun Indonesia” yang menjadi slogan Kementerian Desa PDT RI dalam mendorong kemajuan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan komoditas lada dan kakao berbasis desa, serta menyampaikan kesiapan untuk berkunjung ke Luwu Timur guna melihat secara langsung potensi dan program pembangunan desa yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Digitalisasi Daerah
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Lutim Pimpin Rakor Stabilitas Harga TBS Sawit, Dorong Penetapan Harga Berbasis Rendemen

Published

on

Kitasulsel–MALILI — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang berlangsung di Ruang Rapat Kerja Bupati, Malili, Kamis (4/6/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga stabilitas harga TBS sawit sekaligus memastikan adanya acuan harga yang jelas bagi petani maupun perusahaan dalam proses pembelian TBS di daerah tersebut.

Turut hadir dalam rakor itu Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Lutim Kompol Hajriadi, Pabung Mayor Inf. Syarifuddin, Kepala Dinas Dagkop UKMP Senfry Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subhan, APKASINDO, perwakilan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, serta peserta rapat lainnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Kerusakan Tanggul TPI Turunan Bajo, Instruksikan Perbaikan Segera

Dalam arahannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan pemerintah daerah akan lebih intensif membangun komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan sawit.

“Pertemuan rutin seperti ini minimal tiga kali dalam sebulan kita lakukan untuk mendengar langsung masukan dari pelaku usaha, asosiasi, maupun petani,” ujar Irwan.

Ia menekankan pentingnya penerapan klasifikasi rendemen sebagai dasar penentuan harga TBS. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hubungan antara kualitas buah sawit dengan harga jual yang diterima petani.

“Kalau rendemen 14 persen, berapa harganya, rendemen 16 persen berapa harganya. Ini perlu kita buat lebih jelas agar masyarakat memahami bahwa kualitas buah sangat berpengaruh terhadap harga jual,” jelasnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Pimpin Upacara Bulan K3 Nasional 2026 di PT Vale Indonesia

Lebih lanjut, Irwan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas TBS yang dihasilkan petani, termasuk pemahaman terkait perbedaan buah jenis Dura dan Tenera serta tingkat kematangan buah saat panen.

Dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan perusahaan dan asosiasi petani turut menyampaikan pandangannya terkait kondisi tata niaga sawit saat ini.

Pihak pabrik kelapa sawit menjelaskan bahwa harga pembelian TBS dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya harga Crude Palm Oil (CPO), jarak angkut, kualitas buah, hingga tingkat rendemen.

Sementara itu, perwakilan asosiasi petani menilai persoalan rendemen perlu menjadi perhatian bersama agar petani dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga TBS yang diterima.

Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa apabila nantinya telah ditetapkan standar harga berdasarkan klasifikasi rendemen namun masih ditemukan pembelian di bawah ketentuan yang berlaku, maka pemerintah daerah akan menyiapkan langkah-langkah hingga pemberian sanksi sesuai aturan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri HLM TPID dan TP2DD Sulsel, Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi dan Digitalisasi Daerah

“Pemerintah daerah ingin memastikan tata niaga sawit berjalan lebih adil dan transparan sehingga petani mendapatkan harga yang sesuai dengan kualitas hasil panennya,” tegas Irwan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna menciptakan tata niaga kelapa sawit yang lebih baik, transparan, dan berkeadilan, khususnya bagi para petani di Kabupaten Luwu Timur.

Continue Reading

Trending