Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

PMD Luwu Timur Percepat Program Pandu Juara, 33 Desa Siap Hasilkan Produk Unggulan

Published

on

Kitasulsel–MALILI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Timur mempercepat pelaksanaan Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera (Pandu Juara) dengan menargetkan 33 desa percontohan mulai memasuki tahap produksi sebelum akhir 2026. Tahap tersebut menjadi indikator awal keberhasilan program pemberdayaan desa berbasis potensi lokal yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Percepatan program itu menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Progres Pelaksanaan Program Pandu Juara yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Ruang Rapat Pimpinan Bupati, Selasa (14/7/2026) malam.

Kepala Dinas PMD Luwu Timur, Awaluddin Anwar, mengatakan pihaknya terus mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tahapan pengembangan usaha desa berjalan sesuai target. Menurutnya, Program Pandu Juara tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah potensi lokal di desa.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Bayar Zakat Fitrah Langsung ke Baznas, Jadi Teladan di Bulan Ramadan

“Fokus kami adalah memastikan seluruh desa percontohan sudah memiliki kesiapan untuk memasuki tahap produksi. Karena itu, setiap perangkat daerah diberikan tugas sesuai kewenangannya agar seluruh proses berjalan secara terpadu,” kata Awaluddin.

Ia menjelaskan, Dinas Pertanian bertugas menyiapkan analisis kebutuhan mesin dan perbandingan harga pengolahan kakao, sementara Dinas Perikanan memetakan kebutuhan sarana pengolahan hasil perikanan. Di sisi lain, Unit Layanan Pengadaan (ULP) mendampingi penyusunan dokumen pengadaan agar seluruh proses sesuai ketentuan.

Menurut Awaluddin, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan Pandu Juara. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya produk unggulan desa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Hadirkan Dokter Spesialis di Bantilang dan Mahalona, Warga Kini Tak Perlu Jauh Berobat

Selain mendorong kesiapan produksi, Dinas PMD juga mempercepat pembentukan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) sebagai kelembagaan yang akan mengelola dan mengembangkan usaha desa secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga mulai menyiapkan kemitraan dengan Bulog Wilayah Palopo melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman. Kerja sama tersebut diproyeksikan memperluas akses pasar sekaligus memberikan kepastian penyerapan terhadap produk yang dihasilkan desa-desa peserta Pandu Juara.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan seluruh desa percontohan harus mulai menunjukkan hasil nyata pada akhir tahun ini. Menurutnya, keberhasilan tahap awal akan menjadi dasar untuk memperluas implementasi Program Pandu Juara ke desa-desa lainnya.

“Yang terpenting di akhir tahun ini desa sudah bisa berproduksi, ada hasil yang terlihat sehingga pada 2027 program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya juga meminta seluruh OPD bergerak lebih proaktif sesuai tugasnya masing-masing,” tegas Irwan.

BACA JUGA  Babak Penyisihan Bupati Luwu Timur Cup I 2026 Berakhir, Delapan Tim Lolos ke Perempat Final

Program Pandu Juara merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dikawal oleh Dinas PMD melalui pendekatan pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis potensi lokal. Sebanyak 33 desa ditetapkan sebagai proyek percontohan dengan harapan mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang dapat direplikasi di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur apabila target produksi dan penguatan kelembagaan berhasil dicapai.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending