Connect with us

Nasional

Menag Nasaruddin Umar Dorong Kehadiran Al-Azhar di Indonesia, Dr H Bunyamin Dampingi Pertemuan dengan Delegasi Mesir

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA — Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., MH., mendampingi Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar menerima delegasi dari Al-Azhar dan Kementerian Wakaf Mesir.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Mesir, khususnya dalam bidang pendidikan Islam, pengembangan bahasa Arab, peningkatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, serta diplomasi tokoh agama untuk perdamaian dunia.

Dalam pertemuan itu, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan sejumlah gagasan strategis terkait peningkatan hubungan kelembagaan dengan Al-Azhar. Salah satunya adalah meminta Al-Azhar memberikan perhatian dan dukungan terhadap gagasan pembentukan perwakilan atau cabang Al-Azhar di Indonesia.

Apabila pembentukan cabang Al-Azhar di Indonesia belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, Menteri Agama mengusulkan agar para dosen dan pengajar Al-Azhar dapat dikirim ke Indonesia untuk memperkuat pembelajaran di berbagai pondok pesantren.

Menurut gagasan tersebut, kehadiran pengajar langsung dari negara-negara Arab diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran bahasa Arab yang lebih kuat kepada para santri. Program tersebut juga dapat berjalan berdampingan dengan peran guru bahasa Arab dari Indonesia.

BACA JUGA  Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Epicentrum Baru Peradaban Modern Dunia Islam

Selain penguatan pembelajaran bahasa Arab, Menteri Agama juga mendorong peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di Mesir melalui program beasiswa.

Al-Azhar Sambut Gagasan Diplomasi Tokoh Agama

Delegasi Al-Azhar menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan Menteri Agama. Mereka juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum internasional yang dihadiri berbagai tokoh dan ulama dari sejumlah negara.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Al-Azhar menilai gagasan Prof. Nasaruddin Umar mengenai diplomasi tokoh agama untuk perdamaian dunia merupakan langkah penting dan strategis.

Gagasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam membangun perdamaian di kawasan Eropa, Amerika, hingga forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BACA JUGA  Jepang Siapkan Paket Kerja Sama Sukseskan MBG

Delegasi Al-Azhar juga menyampaikan bahwa perhatian Grand Imam Al-Azhar terhadap Indonesia sangat besar. Hubungan baik tersebut semakin diperkuat oleh kedekatan dan komunikasi yang telah terjalin dengan Prof. Nasaruddin Umar.

Perhatian Al-Azhar terhadap Mahasiswa Asing

Dalam kesempatan itu, delegasi juga menggambarkan perhatian Grand Imam Al-Azhar terhadap para mahasiswa asing yang belajar di Mesir.

Al-Azhar diketahui menjadi tempat belajar mahasiswa dari berbagai negara. Perhatian terhadap mahasiswa asing bahkan mencakup persoalan keseharian, termasuk kondisi makanan dan fasilitas yang mereka terima di asrama.

Delegasi menceritakan bagaimana Grand Imam Al-Azhar dapat turun langsung mengecek kondisi mahasiswa ketika menerima laporan mengenai persoalan pelayanan makanan di asrama. Hal tersebut disebut sebagai bentuk perhatian terhadap para mahasiswa dari berbagai negara.

Saat ini mahasiswa asing di lingkungan Al-Azhar berasal dari sekitar 130 negara, sehingga hubungan dan pelayanan terhadap mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam kehidupan pendidikan di Al-Azhar.

BACA JUGA  Prabowo: Situasi Global Tak Pasti, Indonesia Ingin jadi Sahabat Semua Negara

Puji Kepribadian Prof. Nasaruddin Umar

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Al-Azhar juga menyampaikan apresiasi terhadap pribadi Prof. Nasaruddin Umar.

Prof. Nasaruddin Umar dinilai memiliki kepribadian yang rendah hati, terbuka, dan mudah berkomunikasi dengan berbagai kalangan.

Sikap tersebut membuat komunikasi antara tokoh agama dari Indonesia dan Al-Azhar dapat berlangsung secara terbuka tanpa sekat.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan historis dan intelektual antara Indonesia dan Al-Azhar. Ke depan, kerja sama diharapkan semakin berkembang, terutama dalam bidang pendidikan, penguatan bahasa Arab, pertukaran akademisi dan ulama, program beasiswa, serta diplomasi keagamaan untuk mendukung perdamaian dunia.

Bagi Indonesia, hubungan dengan Al-Azhar tidak hanya menjadi bagian dari kerja sama pendidikan Islam, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperkuat kontribusi ulama dan tokoh agama dalam membangun dialog, toleransi, serta perdamaian di tingkat global.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending