PEMKOT
Munafri Arifuddin Dorong Literasi Al-Qur’an Sejak Dini, 1.500 Santri Ikuti Munaqasyah FKTPQ Makassar
KITASULSEL–MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat literasi Al-Qur’an sejak usia dini melalui penyelenggaraan Munaqasyah ke-VI Forum Komunikasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (FKTPQ) Kota Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Raya Makassar, Jalan Bulu Saraung, Sabtu (24/10/2026), diikuti sekitar 1.500 santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir dalam kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter, penguatan keimanan, serta penanaman akhlak mulia bagi generasi muda.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, munaqasyah menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana para santri memahami materi pembelajaran yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di TPQ.
“Ini penting sekali, karena hari ini anak-anakku sekalian akan diuji, bagaimana pelajaran-pelajaran yang selama ini didapatkan benar-benar bisa dipahami dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya Kementerian Agama Kota Makassar dan para pengelola TPQ yang selama ini berkontribusi dalam memperluas pendidikan keagamaan bagi anak-anak.
Menurut Munafri, pendidikan Al-Qur’an tidak boleh hanya berorientasi pada kemampuan membaca kitab suci secara baik dan benar. Lebih dari itu, pembelajaran harus mampu menanamkan nilai moral, membentuk karakter, serta memperkuat keimanan sejak usia dini.
Ia berharap proses pendidikan tersebut dapat melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Sangat bermanfaat, dari kegiatan ini kita mengharapkan lahirnya generasi-generasi Qur’an, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi punya akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” tuturnya.
Munafri menilai, penguatan pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu investasi penting dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045. Karena itu, keberadaan TPQ menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumber daya manusia di Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur’an agar semakin banyak anak mendapatkan akses pembelajaran agama yang berkualitas.
Appi juga berharap TPQ tidak sekadar menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi berkembang sebagai ruang pembinaan karakter yang mengajarkan nilai kebaikan, kebersamaan, dan tuntunan hidup sesuai ajaran agama.
“Pendidikan Al-Qur’an ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bagaimana kita hidup dengan baik ketika bersanding dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Motivasi Santri agar Percaya Diri Mengikuti Ujian
Di hadapan para peserta, Munafri turut memberikan motivasi agar santri mengikuti munaqasyah dengan tenang, fokus, dan penuh percaya diri.
Ia mengingatkan bahwa ujian tersebut bukan semata-mata untuk memperoleh nilai atau kelulusan, melainkan juga menjadi sarana mengevaluasi kemampuan dan mengetahui materi yang masih perlu dipelajari.
Santri yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik diharapkan terus mempertahankan semangat belajarnya. Sementara itu, peserta yang masih mengalami kesulitan diminta tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki kemampuan.
“Jangan tegang, jangan takut. Ikuti ujiannya dengan baik, fokus, dan konsentrasi. Kalau masih ada yang belum bisa dijawab, jadikan itu motivasi untuk terus belajar,” pesannya.
Selain memberikan semangat kepada santri, Munafri mengajak para orang tua untuk terlibat aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak, terutama dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Menurutnya, anak-anak perlu dibekali ilmu pengetahuan dan nilai moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan materi atau keinginan sesaat, tetapi harus disertai pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Ia juga menitipkan pesan kepada pengurus TPQ agar terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjaga amanah dalam mendidik generasi muda.
“Keberhasilan pendidikan Al-Qur’an membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, pengurus TPQ, dan keluarga,” imbuh Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (IKA FH Unhas) tersebut.
Munaqasyah Jadi Tolok Ukur Kemampuan Santri
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarief, menjelaskan bahwa munaqasyah bukan sekadar ujian akhir, tetapi juga instrumen evaluasi untuk memastikan kemampuan santri dalam memahami dasar-dasar pembelajaran Al-Qur’an.
Melalui ujian tersebut, kemampuan membaca Al-Qur’an, ketepatan penerapan tajwid, serta hafalan surat-surat pendek para santri dievaluasi berdasarkan materi yang telah mereka pelajari selama mengikuti pendidikan di TPQ.
“Ini merupakan ujian akhir untuk menguji kembali kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an anak-anak. Hasilnya menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembelajaran mereka selama ini,” jelas Syarief.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam munaqasyah tidak serta-merta membuat seluruh peserta dinyatakan lulus. Setiap santri harus memenuhi standar kemampuan yang telah ditetapkan agar syahadah atau sertifikat yang diberikan benar-benar mencerminkan kompetensi mereka.
Bagi peserta yang belum memenuhi kriteria, kesempatan mengikuti ujian kembali akan diberikan pada tahun berikutnya.
“Jadi, ini masih tahapan ujian. Tidak serta-merta semua dinyatakan lulus. Bagi yang belum memenuhi kriteria, akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian kembali pada tahun mendatang,” ujarnya.
Menurut Syarief, mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan Al-Qur’an di TPQ yang tergabung dalam FKTPQ Kota Makassar.
Dengan evaluasi yang terukur, hasil pembelajaran diharapkan tidak hanya dilihat dari jumlah santri yang mengikuti ujian, tetapi juga dari kemampuan nyata mereka dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar.
Ia menambahkan, syahadah atau ijazah santri TPQ diharapkan memiliki nilai tambah dalam perjalanan pendidikan anak. Karena itu, peningkatan kualitas pembelajaran perlu terus dilakukan oleh para pengelola TPQ, guru mengaji, dan seluruh pihak terkait.
Wisuda Akbar 5.000 Santri Dijadwalkan Akhir November
Sebagai tindak lanjut pelaksanaan munaqasyah, Pemerintah Kota Makassar bersama FKTPQ juga merencanakan wisuda akbar santri TPQ se-Kota Makassar pada akhir November 2026.
Agenda tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai TPQ dan direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar.
Munafri berharap para santri yang telah menyelesaikan tahapan ujian dapat melanjutkan ke prosesi wisuda tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Syarief mengatakan, kegiatan wisuda akbar diharapkan menjadi momentum untuk mengapresiasi proses belajar para santri sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan Al-Qur’an.
“Wisuda akbar yang kita proyeksikan diikuti sekitar 5.000 santri dari berbagai TPQ se-Kota Makassar akan menjadi agenda lanjutan pada akhir November, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan literasi Al-Qur’an harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan agama diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan keimanan anak.
Melalui kegiatan munaqasyah dan rencana wisuda akbar tersebut, Pemkot Makassar berharap sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, lembaga TPQ, guru mengaji, serta orang tua semakin kuat.
Munafri menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an sejak dini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Makassar dan Indonesia pada masa mendatang.
“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kami membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia, demi mewujudkan generasi Qurani yang berkontribusi bagi Makassar dan Indonesia pada masa mendatang,” harap Munafri.
Syarief menambahkan, melalui proses pembelajaran dan evaluasi yang terukur, kualitas pendidikan Al-Qur’an di Kota Makassar diharapkan terus meningkat sehingga semakin banyak anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login