Connect with us

Entertainment

Siti Si Vampir Tayang di Bioskop, Satine Zaneta Bawa Kisah Vampir yang Menyindir Kesenjangan Sosial

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR —

Film Indonesia Siti Si Vampir resmi memasuki bioskop pada 22 Oktober 2026 dengan menawarkan cerita yang berbeda dari film vampir pada umumnya. Alih-alih mengandalkan teror dan suasana mencekam, film ini memadukan komedi, fantasi, romansa, dan kritik terhadap kesenjangan sosial.

Dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero, film garapan Rahabi Mandra tersebut mengangkat kehidupan seorang perempuan penghuni rumah susun yang mendadak berubah menjadi vampir. Perubahan itu justru membawanya berhadapan dengan dunia elite yang selama ini jauh dari kehidupannya.

Berawal dari Kehidupan Sederhana

Cerita berpusat pada Siti, perempuan muda yang menjadi tulang punggung keluarga dan harus berjuang menghadapi keterbatasan ekonomi.

BACA JUGA  YouTube Music Mulai Tandai Lagu Buatan AI, Industri Musik Hadapi Babak Baru Persaingan Kreativitas

Kehidupannya berubah setelah ia digigit Nakkula, vampir dari kalangan elite yang diperankan Ciccio Manassero. Namun, Siti tidak berubah menjadi vampir dengan kekuatan luar biasa. Ia justru menjadi vampir amatir dengan taring terbalik dan kemampuan terbatas.

Situasi tersebut menjadi sumber komedi sekaligus pintu masuk bagi konflik yang lebih besar. Siti melihat perubahan dirinya sebagai kesempatan untuk memperbaiki kehidupan, tetapi kesempatan itu membawa konsekuensi yang tidak sederhana.

Vampir sebagai Sindiran Kesenjangan Sosial

Daya tarik utama Siti Si Vampir terletak pada penggunaan dunia vampir sebagai metafora kesenjangan kelas sosial.

Di satu sisi, Siti berasal dari lingkungan rumah susun dengan berbagai keterbatasan. Di sisi lain, kelompok vampir elite menikmati kemewahan dan memiliki kekuasaan untuk menentukan nasib kelompok lain.

BACA JUGA  Selesai Dibuat 4 Tahun Lalu , Film Anak Makassar Ini Akhirnya Tayang di Bioskop

Konflik semakin berkembang ketika rumah susun tempat Siti tinggal menjadi sasaran kepentingan kelompok vampir. Ia pun harus menentukan pilihan antara mengikuti sistem yang menawarkan kehidupan lebih baik atau melawannya demi melindungi orang-orang terdekat.

Pendekatan tersebut membuat film ini tidak sekadar menjual kisah makhluk supernatural. Di balik humor dan fantasi, terdapat persoalan tentang kekuasaan, solidaritas, keluarga, dan harga yang harus dibayar seseorang untuk keluar dari kesulitan hidup.

Adaptasi Cerita Singapura ke Layar Lebar

Siti Si Vampir dikembangkan dari serial Singapura berjudul Siti Vampire yang diproduksi Viddsee pada 2021. Versi film panjangnya merupakan kolaborasi produksi Indonesia dan Singapura.

Film berdurasi 104 menit ini turut menghadirkan Ajil Ditto, Kimberly Ryder, dan Nugie. Lembaga Sensor Film mengklasifikasikannya untuk penonton berusia 13 tahun ke atas.

BACA JUGA  The Batman II Tuai Sorotan, Ada yang Berbeda di Balik Produksinya

Kehadiran Siti Si Vampir menambah warna dalam perfilman Indonesia melalui perpaduan genre fantasi dan komedi dengan persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pertanyaan yang ditinggalkan film ini cukup menarik: jika kesempatan untuk mengubah hidup datang dengan syarat meninggalkan orang-orang yang selama ini berjuang bersama kita, apakah kemewahan masih layak dipilih?

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending