Connect with us

Luwu Timur

Aksi Jemput Bola Wabup Lutim Tuai Pujian Warga Lansia di Bantilang

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Aksi Jemput Bola yang dilakukan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler dalam Penyaluran kartu Lansia di hari ketiga menuai pujian dari penerima manfaat di Desa Bantilang, Kecamatan Towuti, Senin (03/11/2025)

Disela-sela kesibukannya memantau langsung penyaluran kartu lansia, Wabup Lutim melakukan aksi jemput bola ke rumah lansia yang tidak dapat hadir.

Hj. Puspawati mengungkapkan bahwa aksi jemput bola ini dilakukan untuk para Lansia guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang berhalangan hadir di pusat penyaluran kartu lansia.

“Untuk mengambilkan secara tunai ini tidak dapat diwakilkan oleh anak penerima manfaat. Olehnya itu, sebagai bentuk memberikan pelayanan terbaik, kami menyalurkan langsung ke rumah para lansia yang tidak dapat hadir tadi,” ungkap Puspawati.

BACA JUGA  Dinsos PPPA Luwu Timur Lanjutkan Penyaluran Kartu ATM Lansia di Kecamatan Angkona

Lebih lanjut, orang nomor dua di Kabupaten Luwu Timur ini berharap agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi para masyarakat lanjut usia (lansia).

“Pemberian kartu Lansia ini dilakukan secara merata di wilayah Luwu Timur dengan harapan dapat memberikan keringanan dalam memenuhi kebutuhan bagi para Lansia,” beber Wabup Lutim.

Sementara Marna selaku anak dari salah satu penerima manfaat bernama Hamra (70) sangat memuji program yang sangat dinantikan oleh orang tuanya.

“Saya sangat bersyukur dan senang bisa dikunjungi dan diberikan langsung oleh ibu Wakil Bupati Lutim kartu lansia untuk orang tua saya,” tutur Marna.

“Dengan program bapak Bupati dan ibu Wabup, bisa meringankan orang tua kami untuk membeli kebutuhan serta biaya pengobatannya,” tandas anak dari ibu Hamra ini.

BACA JUGA  Sukses Laksanakan Tugas Mulia, Paskibra Dapat Apresiasi Bupati Luwu Timur

Turut hadir, Sekcam Towuti, Ramlah, para Kepala Desa terkait, perwakilan Bank Sulselbar, perwakilan Dinsos P3A Lutim, Kepala Puskesmas Bantilang dan jajarannya.

Sekedar informasi, penyaluran kartu Lansia sebanyak 48 Lansia ini dilakukan di lima desa yakni Desa Bantilang, Desa Masiku, Desa Loeha, Desa Ranteangin dan Desa Tokalimbo. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Bundaran Batara Guru Hidupkan Kebersamaan Lewat Program Sabtu Sehat Juara

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Dinsos PPPA Luwu Timur Lanjutkan Penyaluran Kartu ATM Lansia di Kecamatan Angkona

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Sukses Laksanakan Tugas Mulia, Paskibra Dapat Apresiasi Bupati Luwu Timur

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending