Connect with us

Rumah Zakat Support Posyandu Lansia di Desa Berdaya Rappokalling

Published

on

Kitasulsel,Makassar—Salah satu kelurahan yang mendapatkan pembinaan bagi lansianya adalah kelurahan Rappokalling , secara berkala di lakukan pemeriksaan kesehatan dan olah raga bersama Jumat 10/02/2023

Desa Ramah Lansia binaaan Rumah Zakat merupakan desa yang mewadahi lansia untuk mendapat lingkungan sosial dan fisik yang mendukung kebutuhannya agar tetap sehat, aktif dan produktif.

Desa Ramah lansia juga dibuat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dan juga indeks kebahagiaan lansia, serta terbentuknya komunitas sahabat lansia.

Setiap bulannya di desa berdaya Rappokalling diadakan kegiatan Ramah Lansia diantara kegiatan nya adalah pemeriksaan cek metabolik, pemeriksaan berat badan, cek tensi.

Pemeriksaan kesehatan dimulai pukul 08-00 sampai selesai, dengan jumlah yang hadir sebanyak 33 lansia di RW 01.

Kegiatan posyandu Lansia kali ini dihadiri oleh Lurah Rappokalling ibu Salma, S.sos dan dalam kesempatan tersebut Ibu Salma menyampaikan harapanya.

“Alhamdulillah dengan adanya Rumah Zakat posyandu lansia ada di setiap RW di kelurahan Rappokalling diharapkan kedepannya semua lansia di Rappokalling sehat dan semakin produktif,ungkap ibu Lurah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar Kembali ke Bone, Masjid Masa Kecil Jadi Saksi Jejak 56 Tahun Perjalanan Ilmu

Published

on

KITASULSEL—BONE — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan emosional ke Masjid Nurul Amin, Ujung Pero, Desa Saelong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, mengingat masjid itu memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidup Menag. Sekitar 56 tahun lalu, Masjid Nurul Amin menjadi tempat awal Nasaruddin Umar menimba ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.

Dalam kunjungan tersebut, Menag hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia hanya didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan As’adiyah—lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keilmuan Menag.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menag tampak berbaur dengan masyarakat serta meluangkan waktu untuk bernostalgia bersama rekan-rekan seperjuangannya yang dahulu bersama-sama belajar di masjid tersebut.

Warga setempat mengenang sosok Nasaruddin Umar sejak kecil sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki kharisma. Menurut mereka, karakter tersebut tidak berubah hingga kini meskipun telah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Dari dulu beliau dikenal sebagai santri yang sopan dan rajin. Sampai sekarang pun tetap sederhana,” ujar salah satu warga.

Kehadiran Menag di Desa Saelong juga membawa harapan baru bagi masyarakat. Di kawasan tersebut kini telah berdiri lembaga pendidikan Islam berstandar internasional yang merupakan bagian dari jaringan Yayasan As’adiyah, sekaligus menjadi cabang ke-7 yang tersebar di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis keislaman di daerah yang dulunya menjadi tempat awal perjuangan seorang santri.

Diketahui, kunjungan Nasaruddin Umar ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda menghadiri PSBM XXVI 2026 di Makassar. Namun, di sela agenda tersebut, Menag menyempatkan diri mengunjungi kampung halaman yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar seorang tokoh tidak pernah lepas dari akar dan tempat ia pertama kali belajar serta ditempa.

Continue Reading

Trending