Connect with us

Ketua Ombudsman RI Beri Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital Peningkatan Pengawasan Publik

Published

on

Kitasulsel-Makassar-Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kuliah umum dengan menghadirkan narasumber Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih. Kegiatan berlangsung di Ruang Senat Lantai 2, Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, dan terhubung secara langsung melalui kanal Youtube Universitas Hasanuddin, pada Rabu (15/02).

Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam sambutannya Prof. JJ menyampaikan Ombudsman sebagai suatu Lembaga negara yang terhormat dan memiliki fleksibilitas yang luar biasa, berperan sangat penting untuk melakukan pengawasan pelayanan publik dalam berbagai dimensi permasalahan yang berkaitan dengan pengaduan masyarakat.

Sehingga Prof. JJ berharap kehadiran Ombudsman RI ke Unhas dapat menjadi momentum terbaik untuk berkolaborasi serta merngawal berbagai isu atau permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian hasil diskusi bersama hari ini dapat menghasilkan solusi strategis yang dapat bermanfaat dan memberikan dampak postif bagi peningkatan pelayanan akdemik Unhas sebagai perguruan tinggi.

“Hari ini kita saling berdiskusi dan berbagai pengalaman dalam menghadap sejumlah pengaduan dalam pelayanan publik. Unhas kini telah membentuk tim pengaduan bagi mahasiswa untuk menyampaikan hal-hal sensitif yang menjadi masalah dalam lingkup kampus, yang dalam hal ini dapat dijaga kerahasiaannya,” jelas Prof. JJ.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Since Erna Lamba, SP., MP., Staff Ahli Gubernur Bid. Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Sub-Keuangan Pemprov, dalam sambutannya menyampaikan pidato tertulis Gubernur Sulsel. Disampaikan bahwa Pemprov Sulsel telah berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik melalui fasilitas akses layanan berbasis digital yang bertujuan untuk memberikan pelayanan secara efektif dan efisien kepada masyarakat.

“Kami membuka kesepatan seluas-luasnya kepada seluruh pihak termasuk kepada sivitas akademika Unhas untuk bersama-sama melakukan pengawasan pelayanan publik,” kata Dr. Since.

Dalam pemaparan materinya, Mokhammad Najih membawakan topik pembahasan mengenai “Tranformasi Digital dan Urgensi Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Menyongsong Era Society 5.0”.

Dijelaskan bahwa landasan hukum transfromasi pelayanan publik berbasis digital diatur berdasarkan undang- Undang, diantaranya Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik yang mengatur pada aspek pelayanan publik harus memilki sistem yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Mokhammad Najih menjelaskan bahwa setiap tahunnya Ombudsman RI melakukan survey kepatuhan di Obdusman perwakilan Provinsi Sulsel untuk melihat tingkat kepatuhan daerah dalam menjalankan pelayanan publik yang maksimal dan optimal pada masyarakatnya.

“Ombudsman berperan dalam melakukan pengawasan pelayanan publik di era society 5.0 .Diharapkan dalam pelaksanaannya dibutuhkan eksistensi pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk saling bersinergi dalam meningkatkan pelayanan publik. Unhas memiliki SDM dengan kapasitas dalam melakukan riset dan kajian untuk mendukung tujuan tersebut,” jelas Mokhammad Najih.

Lebih lanjut, Mokhammad Najih menuturkan bahwa pelayanan yang baik adalah yang bersifat informatif. Masyarakat sudah mengetahui terlebih dahulu dokumen apa yang perlu disiapkan sebelum melakukan proses pengurusan pengaduan untuk penyelesain keluhan. Demikian juga diperlukan keprihatinan yang tinggi untuk menghasilkan solusi strategis lainnya dalam menghadirkan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat.

Setelah pemaparan materi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dari para peserta. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 150 peserta dan berlangsung lancar hingga pukul 11.30 Wita. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Politics

Syaharuddin Alrif Dinilai Paling Siap Pimpin NasDem Sulsel Jika RMS Hijrah ke PSI

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR – Dinamika politik Sulawesi Selatan pasca Pemilu terus bergerak dinamis. Wacana berlabuhnya tokoh sentral NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut memunculkan pembahasan serius mengenai figur paling tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Partai NasDem Sulsel.

Nama H. Syaharuddin Alrif (SAR) mengemuka sebagai sosok yang dinilai paling layak dan siap menahkodai Partai NasDem Sulsel. Saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPW NasDem Sulsel, SAR merupakan kader internal dengan rekam jejak panjang, konsisten, dan sarat prestasi.

Syaharuddin Alrif bukan figur instan di tubuh partai besutan Surya Paloh tersebut. Ia tumbuh, berproses, dan ditempa melalui berbagai fase kepengurusan NasDem di Sulawesi Selatan. Bahkan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh secara terbuka pernah menyebut Syaharuddin Alrif sebagai Sekretaris DPW terbaik se-Indonesia, sebuah pengakuan yang mencerminkan kualitas kepemimpinan, manajerial, dan loyalitas kader.

SAR juga dipandang sebagai representasi sejati semangat restorasi NasDem di Sulsel. Keberadaannya yang menyatu dengan denyut partai, baik di tingkat struktural maupun basis akar rumput, menjadikan dirinya figur pemersatu yang memahami secara utuh kultur politik Sulawesi Selatan.

Dari sisi elektoral, Syaharuddin Alrif memiliki basis suara dan militansi yang kuat, bahkan dinilai setara dengan RMS. Kedekatannya dengan kader, simpatisan, dan jaringan relawan menjadikan SAR sosok yang diterima luas, tidak hanya di internal partai tetapi juga lintas kelompok masyarakat.

Sebagai kepala daerah berprestasi, SAR dikenal memiliki rekam jejak kepemimpinan yang inklusif dan diterima di semua kalangan. Pengalaman birokrasi dan politik yang matang menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas partai sekaligus memperluas pengaruh NasDem di Sulawesi Selatan.

Tak hanya kuat di daerah, Syaharuddin Alrif juga memiliki jejaring nasional yang luas, baik di struktur DPP NasDem maupun lintas partai dan elite politik nasional. Hal ini menjadi nilai strategis dalam menjaga posisi tawar NasDem Sulsel di tingkat pusat.

Dengan kapasitas, pengalaman, dan legitimasi yang dimiliki, banyak kalangan menilai Syaharuddin Alrif adalah nahkoda yang selalu siap, memiliki kompetensi memadai, dan mampu membawa Partai NasDem Sulsel tetap solid, progresif, serta kompetitif di tengah perubahan peta politik nasional.

Jika transisi kepemimpinan benar-benar terjadi, maka Syaharuddin Alrif dinilai sebagai pilihan paling rasional dan strategis untuk memastikan NasDem Sulsel tetap berada di jalur restorasi dan kemenangan politik.

 

Continue Reading

Trending