Dinas Ketahanan Pangan
Plt Kadis Ketahanan Pangan Kota Makassar Menghadiri Kegiatan Kota Anti Korupsi Thn Anggaran 2025

Kitasulsel–Makassar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Dr Alamsyah Sahabuddin S.Stp., Msi, menghadiri observasi terhadap wilayahyang telah diusulkan untuk menjadi percontohan Kabupaten kota anti korupsi Tahun anggaran 2025 di Ruang Sipakatau Lantai 5 Balaikota Makassar, 07/08/2024
Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Makassar Ir H Moh Ramdhan Pomanto, Plh Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andika Widiyanto, Pj Sekda kota Makassar Firman Hamid Pagarra, Kepala OPD dan Camat se kota Makassar

Pada kesempatan itu, Firman Hamid Pagarra memaparkan langsung program antikorupsi yang dimiliki Kota Makassar. Firman menyebutkan pencapaian kota Makassar yakni skor MCP-KPK yang angkanya meningkat dari tahun 2022 82 persen naik menjadi 82,31 persen pada tahun 2023.
Begitu pula skor SPI-KPK tahun 2022 hanya 66,38 persen di tahun 2023 naik menjadi 73,15. Hasil Verifikasi APH Kepala Daerah tidak dalam proses penyelidikan maupun penyidikan tindak pidana korupsi/tindak pidana lainnya

Selain itu, Pemkot Makassar juga melakukan penguatan unit pengendalian gratifikasi melalui publikasi WBS kepada masyarakat yang dapat diakses pada website jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Sosialisasi kebijakan pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi.
Pada sektor digitalisasi, dukungan Pemkot Makassar untuk mencegah korupsi dengan menghadirkan aplikasi layanan online kota Makassar sebanyak 28 aplikasi.
“Beberapa aplikasi ini sudah mengikuti lomba dan mendapat penghargaan seperti IGA Award dari kemenpan RB,” ucapnya. Makassar juga jadi kota terbaik pertama dalam penerapan SPM TA 2023. Kita juga punya layanan call centre 112 yang memiliki beragam manfaat. Sebagai pusat informasi juga sebagai wadah dalam menampung aduan masyarakat,” ungkapnya.
“Pak Wali dan seluruh OPD berkomitmen dalam upaya pemberantasan korupsi melalui tiga pemenuhan yakni perwali tentang pengendalian gratifikasi, LHKPN, dan keputusan Wali kota tentang pembentukan unit pengendalian gratifikasi kota Makassar,” sambungnya.
Firman juga menambahkan dukungan pemkot Makassar untuk pencegahan korupsi ini dengan hadirnya peningkatan budaya kerja antikorupsi yang meliputi penerapan reward dan punishment, internalisasi nilai-nilai antikorupsi, media publikasi pencegahan anti korupsi serta ikut dan memfasilitasi masyarakat untuk ikut serta mencegah korupsi.
“Jadi ada beberapa indikator penilaian untuk penetapan kab/kota antikorupsi ini. Dan yang kami paparkan ini semua masuk dalam indikator penilaian pihak KPK. Semoga memuaskan dan membuahkan hasil yang maksimal,” tandasnya.
Sementara, Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Andika Widiyanto, menyampaikan asal muasal terbentuknya program ini dimulai dari adanya agenda Desa Antikorupsi yang telah terpilih di beberapa desa di Provinsi di Indonesia.
“Untuk penetapan kab/kota tahun 2025 kita percepat. Dan Sulsel masuk dalam daftar. Ada tiga daerah yakni Maros, Bantaeng dan Kota Makassar,” ujarnya.
Pihaknya pun akan melakukan observasi sebelum nantinya dilakukan bimtek, dan penilaian.
Kab/Kota yang terpilih nantinya akan menjadi pusat percontohan untuk seluruh Kab/kota yang berada di Provinsinya.
“Tidak menutup kemungkinan juga jika Makassar terpilih bisa menjadi pusat percontohan untuk seluruh provinsi di Indonesia. Jadi semua belajar di Kota Makassar,” pungkasnya.
Kota Makassar masuk menjadi deretan calon kota anti korupsi yang ditunjuk langsung oleh Provinsi Sulawesi Selatan(*)
Dinas Ketahanan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Makassar Gelar Pasar Murah

Kitasulsel–MAKASSAR – Gerakan Pangan Murah yang digagas Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar kembali menuai antusiasme masyarakat, Selasa, 14 Januari 2025.
Sejak pukul 07.30 WITA, ratusan warga berbondong-bondong memadati lokasi kegiatan di Kontainer Terpadu (Konter), Jalan Mannuruki, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan murah di tengah tekanan ekonomi.
Berdesakan dengan semangat, masyarakat rela mengantre demi mendapatkan berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran segar.

Menurut Rahmaniar Syamsul, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan, program ini merupakan upaya strategis Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
”Program ini adalah salah satu instrumen kami untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi pangan di Kota Makassar,”* jelas Rahmaniar.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan digelar rutin sebanyak empat kali dalam sebulan. Setelah Sudiang Raya, program ini akan dilanjutkan ke Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, sebagai bagian dari jadwal rotasi distribusi.
Daftar Harga Pangan Murah
Dalam kegiatan kali ini, sejumlah komoditas ditawarkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar tradisional:
1. Cabai 1 kg: Rp55.000
2. Bawang merah 1 kg: Rp25.000
3. Jagung (2 biji): Rp5.000
4. Tomat 1 kg: Rp15.000
5. Sawi 1 kg: Rp10.000
6. Kol 1 kg: Rp10.000
7. Buah salak 2 kg: Rp15.000. (*)
-
Politics6 bulan ago
Indo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun ago
Informasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
9 bulan ago
Tangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
1 tahun ago
Pj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
1 tahun ago
IBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur
-
2 tahun ago
Video Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
11 bulan ago
Duet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap
-
2 tahun ago
Dari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
You must be logged in to post a comment Login