Connect with us

Luwu Timur

Daya Tarik Sabtu Sehat Berlari, Bupati Irwan: Wadah Sehatkan Warga & Majukan UMKM

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Pagi ini, Sabtu (13/09/2025), suasana Bundaran Batara Guru tampak berbeda dari biasanya. Ratusan runners dengan pakaian olahraga berwarna-warni memadati area mengikuti kegiatan Sabtu Sehat Juara yang kali ini dirangkaikan dengan Sabtu Sehat Berlari.

Ini menjadi daya tarik baru sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat Luwu Timur. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, hadir dalam semangat yang sama.

Tidak hanya sekedar berlari, mereka hadir dengan satu tujuan hidup sehat bersama menuju Luwu Timur Juara.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, hadir dan berbaur bersama peserta. Ia menandai dimulainya kegiatan dengan pengangkatan bendera start, sambil memberikan senyum dan sapaan hangat untuk menyemangati warga.

BACA JUGA  Peringati Hari Ibu ke-97, Bupati Luwu Timur Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menjelaskan bahwa Sabtu Sehat Berlari merupakan program baru yang lahir dari usulan komunitas teman-teman Batara Guru Community.

“Hari ini kita bersama melaksanakan Fun Run Sabtu Sehat Berlari, tentu usulan ini kami sambut baik, dan hari ini bisa kita wujudkan bersama,” ujar Bupati Irwan.

Irwan menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin bulanan.

“Insya Allah, Sabtu Sehat Berlari akan kita laksanakan sekali setiap bulan. ASN dan seluruh masyarakat Luwu Timur kami ajak untuk meramaikan Bundaran Batara Guru,” ajak Bupati Irwan.

“Harapan kami, program ini bisa membuat masyarakat sehat, UMKM kita maju, dan kebersamaan semakin erat,” tambahnya.

BACA JUGA  Bupati Irwan Tambah Hadiah Puluhan Juta di Turnamen Karang Taruna Cup Burau

Tidak hanya berlari, kegiatan Sabtu Sehat Juara setiap pekannya juga akan diisi dengan aktivitas menarik lain.

Pekan depan, misalnya, akan digelar “Sabtu Sehat Senam” dan di pekan-pekan berikutnya masyarakat bisa menikmati variasi kegiatan olahraga lainnya.

Dengan begitu, masyarakat Luwu Timur memiliki banyak pilihan untuk tetap bergerak, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati suasana kebersamaan yang penuh semangat.

Setelah para runners mencapai garis finis, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize menarik yang diserahkan langsung oleh Bupati Irwan, Kapolres Lutim, AKBP. Ario Putranto Tuhu, Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, Plt. Kadis Dinsos P3A, Joni Patabi, Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP, Muhammad Safaat dan Kadis DLH, Muhammad Yusri kepada peserta Sabtu Sehat Berlari. (*)

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Bimtek Sinkronisasi RPJMDes–RPJMD, Bupati Irwan Tekankan Perencanaan Kekinian dan Berorientasi Manfaat
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Bimtek Sinkronisasi RPJMDes–RPJMD, Bupati Irwan Tekankan Perencanaan Kekinian dan Berorientasi Manfaat

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Ajak Pegawai Muslim Shalat Zuhur dan Asar Berjamaah di Masjid DPRD

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Peringati Hari Ibu ke-97, Bupati Luwu Timur Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Daerah

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending