Connect with us

Luwu Timur

Melalui Kegiatan PKK Mengaji, TP PKK Lutim Ajak Ibu-Ibu Bangun Moral Generasi

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur, Pokja I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur kembali melaksanakan kegiatan rutin PKK Mengaji yang digelar di Masjid Jami Darussalam, Kecamatan Kalaena, pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri oleh para pengurus PKK kecamatan dan desa ini menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus sarana mempererat silaturahmi antaranggota PKK. Selain memperdalam pemahaman agama, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak para ibu berperan aktif dalam membangun moral dan karakter generasi muda.

Ketua Pokja I TP PKK Luwu Timur menyampaikan bahwa melalui kegiatan PKK Mengaji, para ibu diharapkan dapat memperkuat keteladanan dalam keluarga. “Peran ibu bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga pendidik pertama bagi anak-anaknya. Dengan membekali diri dengan nilai-nilai agama, kita dapat menanamkan moral dan akhlak yang baik pada generasi penerus,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Hadiri Kongres XII HAM Lutim Batara Guru, Dorong Mahasiswa Ambil Peran dalam Investasi Daerah

Selain tausiah dan kajian Al-Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan seputar pendidikan anak, peran keluarga dalam masyarakat, serta pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.

Program PKK Mengaji merupakan salah satu agenda unggulan Pokja I yang secara rutin digelar bergilir di setiap kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen TP PKK Lutim dalam mendukung visi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga moral dan spiritual.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang terus dipupuk melalui kegiatan seperti ini, diharapkan para ibu PKK dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk keluarga yang berdaya, beriman, dan berakhlak mulia.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Bahas Progres dan Persebaran Dapur MBG
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Wabup Puspawati Husler Resmi Buka Futsal Tournament Uncledils MGM 2025 di GOR Malili

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Serahkan Bantuan Sarana Budidaya Ikan kepada Tiga Kelompok di Desa Atue

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Hadiri Bimtek se-Indonesia Timur, PPID Lutim Siap Dukung Prioritas Nasional

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending