Connect with us

Luwu Timur

Semangat Berbagi Tak Pernah Padam, Gerakan Luwu Timur Jumat Sedekah Kunjungi Warga Malili

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR-Luwu Timur — Aksi kepedulian sosial kembali dilakukan oleh komunitas Gerakan Luwu Timur Jumat Sedekah pada Jumat (24/10/2025). Seperti pekan-pekan sebelumnya, kegiatan rutin ini kembali menyapa warga kurang mampu melalui penyaluran paket sembako.

Kali ini, kegiatan berlangsung di dua wilayah Kecamatan Malili, yakni Desa Puncak Indah dan Desa Tarabbi. Sejumlah relawan turun langsung ke lapangan untuk mendistribusikan paket bantuan ke rumah-rumah warga penerima manfaat.

Paket sembako yang dibagikan berisi kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, telur, minyak goreng, mie instan, gula, teh, sarden, dan bahan pangan lainnya. Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil urunan sukarela dari para ASN dan non-ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA  Awali Hari Kerja Perdana 2026, Pemkab Luwu Timur Gelar Apel Pagi, Pj Sekda Tekankan Disiplin dan Penyelesaian Laporan Keuangan

Salah satu relawan, Riyadi Parapak, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian dari komitmen komunitas untuk terus menebar kebaikan.

“Kami berupaya agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Harapannya, kegiatan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berbagi,” ujarnya.

Riyadi juga menambahkan, semakin banyaknya partisipasi donatur akan semakin memperluas jangkauan bantuan bagi warga di berbagai wilayah Luwu Timur.

Sementara itu, rasa haru dan syukur datang dari warga penerima manfaat.

“Terima kasih banyak atas bantuannya. Semoga semuanya diberi kesehatan, rezeki yang lancar, dan umur yang panjang,” tutur Idawati (67), warga Desa Puncak Indah.

Melalui program rutin ini, Gerakan Luwu Timur Jumat Sedekah terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Wakil Bupati Luwu Timur Hadiri Jambore Kepala Desa se-Sulsel, Dukung Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Pimpin Apel Gelar Pasukan Satpol PP, Bupati Tegaskan Nasionalisme dan Ketertiban

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Awali Hari Kerja Perdana 2026, Pemkab Luwu Timur Gelar Apel Pagi, Pj Sekda Tekankan Disiplin dan Penyelesaian Laporan Keuangan

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending