Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Lutim Gelar Safari Ramadan di Tomoni Timur, Santunan Anak Yatim hingga Bedah Rumah Disalurkan

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali melanjutkan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan bersilaturahmi bersama masyarakat di Kecamatan Tomoni Timur, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Rumah Jabatan Camat Tomoni Timur ini berlangsung hangat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Safari Ramadan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika yang mewakili Bupati Irwan Bachri Syam.

Turut hadir unsur Forkopimda Luwu Timur, anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Tomoni Timur Yulius bersama istri, para kepala desa, ketua BPD, serta masyarakat Kecamatan Tomoni Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Tomoni Timur yang dilakukan oleh Ketua Harian LPTQ Luwu Timur, Jihadin Peruge.

BACA JUGA  Tinjau Stadion dan Gedung Pemuda, Bupati Beri Solusi Perbaikan Infrastruktur

Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, penyaluran paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan, serta bantuan program bedah rumah bagi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Aini Endis Anrika membacakan sambutan Bupati Luwu Timur yang menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

“Bagi kami, Safari Ramadan ini adalah cara untuk menyambung silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus ruang untuk menyampaikan secara langsung arah kebijakan dan program pembangunan di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Aini saat membacakan sambutan bupati.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menyadari bahwa tugas pemerintah bukan hanya mengatur, tetapi juga melayani dan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

BACA JUGA  Dilepas Sekda, Laga Perdana Tim Sepakbola Askab PSSI Lutim Lawan Tuan Rumah

“Sebagai pemerintah, kami sadar betul bahwa tugas kami bukan hanya mengatur, tetapi melayani. Bukan hanya memimpin, tetapi mengayomi. Bukan hanya membuat kebijakan, tetapi memastikan masyarakat merasakan manfaatnya,” lanjutnya.

Aini juga mengungkapkan bahwa selama satu tahun pemerintahan berjalan, Pemkab Luwu Timur terus berupaya menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik serta kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat.

“Memasuki satu tahun pemerintahan, tentu masih ada kekurangan dan kritik. Namun kami percaya, dengan kebersamaan dan doa masyarakat, setiap langkah yang kita tempuh akan semakin baik dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan sebagai bulan untuk memperbaiki diri, memperkuat keluarga, serta membangun kebersamaan dalam masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Gedung Pemuda, Soroti Finishing yang Kurang Rapi

“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai bulan untuk memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, memperbaiki masyarakat, dan memperbaiki daerah,” tambahnya.

Di akhir sambutan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Kecamatan Tomoni Timur yang telah menerima rombongan Safari Ramadan dengan penuh kekeluargaan.

“Terima kasih atas sambutan, doa, dan kehangatan masyarakat. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi keluarga kita, kampung kita, kecamatan kita, dan seluruh Luwu Timur,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Lutim Pimpin Rakor Stabilitas Harga TBS Sawit, Dorong Penetapan Harga Berbasis Rendemen

Published

on

Kitasulsel–MALILI — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilitas Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang berlangsung di Ruang Rapat Kerja Bupati, Malili, Kamis (4/6/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga stabilitas harga TBS sawit sekaligus memastikan adanya acuan harga yang jelas bagi petani maupun perusahaan dalam proses pembelian TBS di daerah tersebut.

Turut hadir dalam rakor itu Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, Hj. Harisah Suharjo, Wakapolres Lutim Kompol Hajriadi, Pabung Mayor Inf. Syarifuddin, Kepala Dinas Dagkop UKMP Senfry Oktavianus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Subhan, APKASINDO, perwakilan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, serta peserta rapat lainnya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur dan Luwu Utara Jalin Kerja Sama Penanggulangan Kebakaran di Wilayah Perbatasan

Dalam arahannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan pemerintah daerah akan lebih intensif membangun komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan sawit.

“Pertemuan rutin seperti ini minimal tiga kali dalam sebulan kita lakukan untuk mendengar langsung masukan dari pelaku usaha, asosiasi, maupun petani,” ujar Irwan.

Ia menekankan pentingnya penerapan klasifikasi rendemen sebagai dasar penentuan harga TBS. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai hubungan antara kualitas buah sawit dengan harga jual yang diterima petani.

“Kalau rendemen 14 persen, berapa harganya, rendemen 16 persen berapa harganya. Ini perlu kita buat lebih jelas agar masyarakat memahami bahwa kualitas buah sangat berpengaruh terhadap harga jual,” jelasnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Gedung Pemuda, Soroti Finishing yang Kurang Rapi

Lebih lanjut, Irwan juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas TBS yang dihasilkan petani, termasuk pemahaman terkait perbedaan buah jenis Dura dan Tenera serta tingkat kematangan buah saat panen.

Dalam rapat tersebut, sejumlah perwakilan perusahaan dan asosiasi petani turut menyampaikan pandangannya terkait kondisi tata niaga sawit saat ini.

Pihak pabrik kelapa sawit menjelaskan bahwa harga pembelian TBS dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya harga Crude Palm Oil (CPO), jarak angkut, kualitas buah, hingga tingkat rendemen.

Sementara itu, perwakilan asosiasi petani menilai persoalan rendemen perlu menjadi perhatian bersama agar petani dapat memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga TBS yang diterima.

Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa apabila nantinya telah ditetapkan standar harga berdasarkan klasifikasi rendemen namun masih ditemukan pembelian di bawah ketentuan yang berlaku, maka pemerintah daerah akan menyiapkan langkah-langkah hingga pemberian sanksi sesuai aturan.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS

“Pemerintah daerah ingin memastikan tata niaga sawit berjalan lebih adil dan transparan sehingga petani mendapatkan harga yang sesuai dengan kualitas hasil panennya,” tegas Irwan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna menciptakan tata niaga kelapa sawit yang lebih baik, transparan, dan berkeadilan, khususnya bagi para petani di Kabupaten Luwu Timur.

Continue Reading

Trending