Kriminal
Polisi Selidiki Pembakaran Pos TNI-Polri Usai Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Tawuran di Makassar
KITASULSEL–MAKASSAR — Polisi turut menyelidiki aksi perusakan dan pembakaran Pos Mitigasi TNI dan Polri yang terjadi setelah remaja bernama Rafli Ramadhani alias Pingky (19) meninggal dunia usai diduga tertembak saat tawuran di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penyelidikan terhadap aksi perusakan pos aparat tersebut dilakukan bersamaan dengan pengusutan kasus kematian Rafli. Hingga Senin (28/9/2026), polisi belum mengamankan pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran dan perusakan pos tersebut.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan, penyidik tetap memproses perkara perusakan Pos Mitigasi TNI-Polri. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut.
“Proses (penyidikan) pengerusakan dari pos mitigasi juga tetap kita laksanakan. Jadi semuanya jalan (bersama penyelidikan kasus kematian Rafli),” ujar Didik di Mapolda Sulsel, Senin (28/9/2026).
Menurut Didik, penanganan dua perkara tersebut dilakukan secara bersamaan. Polisi tidak hanya fokus mengungkap penyebab kematian Rafli, tetapi juga berupaya mengidentifikasi massa yang diduga melakukan perusakan terhadap fasilitas aparat.
Polisi Hitung Kerugian Akibat Pos Dibakar
Didik mengatakan, proses penyelidikan terhadap pembakaran pos masih berlangsung. Polisi juga melakukan penaksiran terhadap kerugian yang ditimbulkan akibat aksi tersebut.
Berdasarkan informasi awal, Pos Mitigasi TNI dan Polri mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran pembakaran dan pelemparan.
“Proses (penyidikan) pengerusakan dari pos mitigasi juga tetap kita laksanakan,” tegasnya.
Pos tersebut merupakan fasilitas yang digunakan aparat dalam upaya menjaga keamanan dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar.
Polisi kini masih mendalami kronologi aksi perusakan, termasuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat. Rekaman kamera pengawas maupun informasi dari masyarakat dapat menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Personel Polda Sulsel Backup Polsek
Pasca-serangkaian peristiwa tersebut, kepolisian meningkatkan pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi tawuran.
Didik mengatakan personel Polda Sulsel telah memberikan dukungan kepada jajaran polsek yang berada di sekitar lokasi kejadian. Penguatan dilakukan terutama pada wilayah yang selama ini sering menjadi lokasi bentrokan kelompok.
“Ya, untuk antisipasinya, dari sekarang di Polsek juga sudah di-backup dari Polda. Di Polsek-polsek yang dekat dengan TKP yang memang itu adalah sering terjadi tawuran, (backup) sudah berada di Polsek,” ungkapnya.
Pengamanan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Polisi juga meningkatkan kehadiran personel di lapangan, terutama pada jam dan lokasi yang dianggap rawan.
Patroli Ditingkatkan
Selain menambah personel, jajaran kepolisian meningkatkan patroli di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi tawuran.
Patroli dilakukan untuk mencegah kelompok-kelompok yang berpotensi terlibat bentrokan kembali berkumpul dan melakukan aksi kekerasan.
“Polsek-polsek masing-masing ada dua Polsek sudah ada (pengaman). Kemudian patroli juga kita tingkatkan, juga penggalangan oleh intelijen maupun dari Binmas juga kita laksanakan,” kata Didik.
Pendekatan kepada masyarakat juga dilakukan melalui jajaran Intelkam dan Binmas. Polisi berupaya membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat serta pihak-pihak yang dinilai dapat membantu mencegah terjadinya aksi tawuran susulan.
Langkah tersebut dilakukan tidak hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga dengan mengedepankan upaya pencegahan dan komunikasi dengan masyarakat.
Pos Dibakar Usai Tawuran Berujung Kematian
Sebelumnya, Pos Mitigasi gabungan TNI dan Polri di pertigaan Jalan Kandea III-Jalan Bunga Ejayya, Kecamatan Bontoala, Makassar, dilaporkan dibakar dan dirusak.
Aksi tersebut terjadi setelah pecah tawuran yang kemudian menewaskan Rafli Ramadhani alias Pingky, remaja berusia 19 tahun yang diduga menjadi korban tembakan.
Pos gabungan tersebut dilaporkan dirusak pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Perusakan terjadi sekitar pukul 04.20 hingga 05.15 Wita.
Massa yang diduga terlibat dalam perang kelompok disebut melakukan aksi pelemparan dan pembakaran terhadap pos aparat.
Peristiwa itu menambah rangkaian persoalan keamanan yang terjadi setelah tawuran antarkelompok di kawasan tersebut. Polisi kemudian melakukan pengamanan di sejumlah titik guna mencegah aksi susulan.
Kasus Kematian Rafli Juga Diusut
Di sisi lain, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kematian Rafli Ramadhani. Remaja tersebut meninggal dunia setelah diduga tertembak ketika terjadi tawuran di Kota Makassar.
Hasil autopsi terhadap jenazah Rafli sebelumnya menunjukkan adanya dua luka pada tubuh korban. Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad juga menyampaikan bahwa salah satu luka disebut menembus bagian punggung.
Temuan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban dan memastikan bagaimana luka tersebut terjadi.
Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tawuran, termasuk pihak-pihak yang terlibat serta asal proyektil atau benda yang diduga menyebabkan luka pada tubuh korban.
Pengusutan kasus kematian Rafli dan perkara perusakan Pos Mitigasi TNI-Polri kini berjalan secara paralel.
Polisi Minta Tawuran Tidak Terulang
Polda Sulsel juga meningkatkan langkah pencegahan agar konflik antarkelompok tidak kembali meluas. Penguatan personel di tingkat polsek, patroli, serta pendekatan melalui fungsi Intelkam dan Binmas menjadi bagian dari langkah tersebut.
Kepolisian juga mengajak masyarakat membantu menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya kelompok yang berpotensi melakukan tawuran.
Kasus ini menjadi perhatian karena rangkaian tawuran tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga berujung pada kerusakan fasilitas keamanan yang seharusnya digunakan untuk membantu menjaga ketertiban masyarakat.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran Pos Mitigasi TNI-Polri. Belum ada tersangka yang diamankan dalam perkara perusakan tersebut.
Penyidik akan terus mendalami bukti dan informasi yang diperoleh di lapangan untuk mengungkap pelaku, sementara pengamanan di sejumlah titik rawan tawuran di Makassar terus diperkuat guna mencegah terjadinya aksi serupa.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login