Connect with us

NEWS

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla, Pengabdian Mereka Berakhir di Langit Kalimantan

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur saat menjalankan misi kemanusiaan dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Helikopter Mi-17V5 yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan ketika melaksanakan tugas pemadaman melalui operasi pengeboman air atau water bombing.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 11.18 WIB.

Ketiga prajurit yang gugur yakni Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Duka mendalam atas peristiwa tersebut turut disampaikan Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani. Melalui pernyataan resminya, keluarga besar Lanumad Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa sekaligus doa bagi ketiga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara.

BACA JUGA  Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun Belum Padam, 3 Orang Dilaporkan Tewas

Kecelakaan bermula ketika helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan TNI AD lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju kawasan Telaga Pulang untuk mendukung operasi penanganan karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting.

Namun, saat melakukan pengambilan air untuk misi water bombing di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami kendala hingga akhirnya jatuh.

Dari delapan personel yang berada di dalam helikopter, lima orang berhasil selamat dan mendapatkan penanganan medis. Sementara tiga lainnya dinyatakan gugur.

Pada Jumat (6/11/2026), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Sertu Heri Prasetyo yang sebelumnya masih berada di dalam badan helikopter di dasar perairan. Dengan demikian, seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi.

BACA JUGA  Dukungan Total untuk Melani! Dua Legislator Sidrap Hadir Langsung di Studio Indosiar, Penampilan Perdana Berbuah Lolos ke Babak Berikutnya

Penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya penanggulangan karhutla bukan hanya menghadapi tantangan luasnya wilayah dan sulitnya medan, tetapi juga menyimpan risiko besar bagi personel yang bertugas di lapangan.

Ketiga prajurit tersebut gugur ketika menjalankan pengabdian untuk melindungi masyarakat, lingkungan, serta kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

Pengorbanan mereka menjadi bagian dari catatan pengabdian prajurit dalam menjalankan tugas negara. Duka juga menyertai keluarga yang ditinggalkan, sementara doa dan penghormatan mengalir bagi para korban.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending