6.372 BLT BBM Disalurkan Pemprov, Gubernur Andalan Memastikan Tepat Sasaran
KITASULSEL—-MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan telah menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM yang bersumber dari APBD Pemprov Sulsel untuk lima daerah 6.372 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai Rp1,91 miliar.
Bantuan diberikan kepada masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan sosial. Bantuan ini ditransfer langsung ke rekening penerima.
Untuk memastikan bantuan sosial diterima dan tepat sasaran. Serta memastikan bantuan sosial tidak menjadi masalah sosial. Gubernur melaksanakan pertemuan virtual dengan Kepala Daerah, Kadis sosial dan juga masyarakat penerima manfaat.
“Saya menyampaikan kepada seluruhnya, termasuk warga kita penerima yang hadir. Bahwa harapan kami, dilakukan verifikasi dengan baik, diberikan pendampingan kepada penerima terhadap manfaatnya,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Jumat, 30 Desember 2022.
Ia tidak ingin ada masalah dalam bantuan sosial seperti pengurangan jumlah dan mendapat paket tidak sesuai yang diinginkan.
“Maka bantuan ini diberikan dalam bentuk non tunai dan langsung ke dalam bentuk rekening masing-masing penerima,” sebutnya.
“Kemarin kami melakukan pengecekan di Pangkep, yang menerima adalah betul-betul belum pernah menerima bantuan sosial,” imbuhnya.
Selanjutnya, meminta daerah melakukan update pendataan bagi warga yang berhak secara berkala. Sehingga data tersebut menjadi dasar untuk perbaikan atau pengambilan kebijakan ke depannya. BLT BBM ini diharapkan menjadi patron atau pilot project dalam program bantuan sosial.
“Kita harus memastikan bahwa bantuan sosial tidak menjadi masalah sosial di masyarakat,” tegasnya.
Bantuan ini kepada Kabupaten Bone untuk 2.114 KPM, Luwu 1.274 KPM dan Luwu Utara 1.274 KPM, Pangkep 1.275 KPM dan Jeneponto 435 KPM.
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan apresiasi ke Gubernur dan Pemprov.
“Semoga penyerahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat ke kita yang membutuhkan,” ucapnya.
Sedangkan, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana menyampaikan penyalur sedang berlangsung termasuk di pulau-pulau warga penerima. Serta mengharapkan, bantuan sosial dari Pemprov dapat ditingkatkan termasuk bagi warga Pangkep yang berada di daerah perbatasan Provinsi lain, seperti Jawa Timur dan Nusa Tenggara.(*)
NEWS
KPK Evaluasi Prosedur OTT Usai Dua Operasi Senyap Diduga Terdeteksi Target
Kitasulsel–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) setelah dua operasi senyap yang digelar dalam sepekan terakhir diduga telah diketahui oleh pihak yang menjadi target.
Dua OTT tersebut menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, dan Bupati Langkat, Syah Afandin. Dalam kedua kasus tersebut, KPK menemukan indikasi bahwa target operasi telah mengetahui keberadaan tim penyelidik sebelum dilakukan penindakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan penyelidikan tertutup pada prinsipnya dirancang agar tidak diketahui publik maupun pihak yang menjadi sasaran operasi.
“Terkait untuk penyelidikan tertutup memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan,” ujar Taufik dalam konferensi pers, Jumat (3/7).
OTT Kuansing dan Langkat Diduga Terendus
Dalam operasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, tim KPK sempat kesulitan menemukan keberadaan Bupati Suhardiman Amby. Saat melakukan pencarian, penyidik memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan sempat dijemput oleh pihak tertentu.
KPK kini masih mendalami bagaimana Suhardiman dapat mengetahui keberadaan tim penyelidik yang sedang melakukan operasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, dalam OTT di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, KPK mengungkapkan bahwa Bupati Syah Afandin diduga telah mengetahui dirinya tengah dipantau. Ia disebut membatalkan pertemuan dengan pihak yang diduga sebagai pemberi suap.
Namun, Syah Afandin membantah telah mengetahui rencana operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
KPK Dalami Dugaan Kebocoran Informasi
Menurut Taufik, dugaan terdeteksinya operasi bukan berarti terjadi kebocoran informasi dari internal KPK. Ia menilai kemungkinan target mengenali keberadaan petugas atau mencurigai aktivitas tim penyelidik di lapangan.
“Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK,” katanya.
Ia menegaskan, KPK masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab target dapat mengantisipasi operasi yang sedang berlangsung.
“Jadi memang ini masih perlu pendalaman lebih lanjut untuk kenapa pihak-pihak luar itu mengetahui kemudian informasi-informasi bahwa tim akan turun ke Langkat. Jadi ini bukan memang bocor dari luar tapi memang ini dugaan-dugaan saja bahwa orang itu mungkin pun juga mengira-ngira bahwa ada tim KPK yang turun ke daerah sehingga kemudian dilakukan antisipasi-antisipasi,” ujarnya.
Metode Operasi Akan Dievaluasi
KPK memastikan akan melakukan evaluasi terhadap metode pengerahan tim penyelidik dalam operasi tertutup agar keberadaan petugas tidak mudah dikenali oleh pihak yang menjadi target.
Meski demikian, Taufik menegaskan dugaan antisipasi yang dilakukan para target tidak menggagalkan proses penindakan. Tim penyelidik tetap berhasil mengumpulkan bukti dan mengungkap dugaan tindak pidana korupsi.
“Dari ilmu kejahatan kan selalu ada meninggalkan jejak-jejak sehingga tim di lapangan tetap berupaya untuk melakukan penyelidikannya,” tutur Taufik.
Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas operasi tangkap tangan KPK sehingga proses penyelidikan tetap berlangsung secara tertutup dan peluang keberhasilan penindakan semakin optimal.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login