Connect with us

Pj Bupati Takalar Instruksikan Kepala BPBD Hubungi Keluarga Korban Insiden Kapal TB Muara Sejati

Published

on

Kitasulsel, Takalar—Sunardi warga Takalar sampai saat ini masih belum ditemukan bersama 5 orang lainnya, Korban Insiden Kapal TB Muara Sejati pada Hari Jum’at, 30 Desember 2022 yang tenggelam di Selat Karimata sampai Hari Ke 8 ini belum di Temukan.

Setiap Hari Dikediaman rumah Keluarga ABK ini terlihat aktifitas melakukan Zikir bersama, serta rumah korban tidak pernah sepi karena keluarga dari dekat dan jauh terus berdatangan.

Mendengar Kabar ini, Bupati Takalar langsung memberi perintah kepada Kepala BPBD Kabupaten Takalar.

“Saya sudah memerintahkan Kepala BPBD Takalar untuk memantau perkembangan Kapal Tenggelam di Belitung yang dimana salah satu korbannya adalah warga Takalar, serta saya minta agar keluarganya dihubungi.” Kata Dr.Setiawan Aswad Pj.Bupati Takalar kepada Muslim melalui Waatsapp, 6 Januari 2023.

Kepada Keluarga Korban yang sabar dalam menghadapi ujian ini, mari terus berdoa agar ada berita baik tentang keberadaan anakda Sunardi dan 5 orang lainnya.

“Semoga Mereka semua dalam Perlindungan Allah dan ditemukan dalam keadaan Selamat,” tutup Pj.Bupati Takalar.

Muslim Tarru yang juga keluarga dari Sunardi mengatakan, sampai saat ini kami terus berusaha untuk membantu tim sar disana dengan mengfungsikan jaringan-jaringan pelaut serta menyebar berita-berita yang tiap hari naik.

“Pemberitaan tentang kecelakaan kapal ini, sehingga pelaut yang lewat disana tetap memantau ketika berada diwilayah selat Karimata, jangan sampai melihat keberadaan mereka,” ungkapnya.

Lanjut Muslim Tarru, “saya juga sudah buatkan group khusus Waatsapp dari awal kejadian dan Alhamdulillah komunikasi sesama keluarga ABK yang hilang ini terhubung dengan baik, dimana kami berbagi info didalamnya dan merencanakan hal-hal apa yang harus kami ambil kedepannya,” kata Muslim.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

OJK Bantah Isu Bank Asing Ramai-Ramai Tarik Dana dari Indonesia

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah kabar yang menyebut bank-bank besar asing ramai-ramai menarik dana dari Indonesia. OJK menilai informasi tersebut berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa pengiriman dana oleh bank asing ke kantor pusat merupakan praktik bisnis yang lazim, terutama dalam bentuk distribusi keuntungan hasil investasi.

“Enggak benar itu sebetulnya, itu sebenarnya terlalu berlebihan. Kalau orang investasi di Indonesia, dia mengirimkan ke sana itu keuntungannya, ya itu sesuatu yang wajar dilakukan,” ujar Dian kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Dian, setiap investor memiliki hak untuk memindahkan atau mengirimkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usahanya di Indonesia ke negara asal. Praktik tersebut merupakan bagian dari mekanisme investasi yang berlaku secara umum.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses pengiriman dana ke luar negeri tetap harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Yang tidak boleh itu kalau dia melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum, melakukan transaksi yang tidak benar untuk mengirimkan ke luar. Kapan dilakukan, tahapannya seperti apa itu sudah diatur atas persetujuan kita. Jadi enggak ada sesuatu yang aneh,” jelasnya.

Dian menambahkan, praktik repatriasi laba oleh bank asing bukanlah fenomena baru. Menurutnya, bank-bank asing yang telah lama beroperasi di Indonesia juga telah melakukan hal serupa selama bertahun-tahun sebagai bagian dari aktivitas bisnis yang normal.

“Itu sebenarnya sesuatu yang normal dari dulu. Mereka investasi di Indonesia sejak puluhan tahun lalu dan itu merupakan praktik yang biasa,” katanya.

Sebelumnya, tiga bank asing besar yang beroperasi di Indonesia, yakni Citigroup, Standard Chartered, dan HSBC, dilaporkan mengirimkan dana sekitar Rp11,5 triliun atau setara USD637,96 juta kepada perusahaan induknya sepanjang periode 2024–2025.

Berdasarkan analisis laporan keuangan yang dikutip dari Japan News, nilai dana yang direpatriasi tersebut bahkan sedikit lebih besar dibandingkan total laba yang dibukukan ketiga bank tersebut selama periode yang sama.

Standard Chartered disebut menjadi bank dengan nilai repatriasi terbesar dibandingkan laba tahunannya, memanfaatkan akumulasi laba dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara Citigroup dilaporkan mengirimkan hampir seluruh laba gabungannya selama 2024–2025 ke perusahaan induk, sedangkan HSBC merepatriasi hampir Rp3 triliun meski laba bersih yang diperoleh pada tahun sebelumnya berada di bawah angka tersebut.

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pengiriman keuntungan kepada perusahaan induk merupakan praktik yang sah selama dilakukan sesuai regulasi dan tidak berkaitan dengan pelanggaran hukum maupun transaksi ilegal. OJK juga memastikan pengawasan terhadap arus dana lintas negara tetap dilakukan secara ketat guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Continue Reading

Trending