Connect with us

KBB TMI akan Gelar Pengukuhan dan Raker Pengurus, Danny Pomanto Titip Jagai Anakta Diperkuat

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto menitipkan program jagai anakta diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diungkapkan saat Kerukunan Keluarga Besar Taman Makassar Indah (KKB TMI) Kelurahan Bangkala, Manggala melakukan kunjungan ke Danny untuk meminta kehadirannya dalam kegiatan pengukuhan dan rapat kerja pengurus KKB TMI.

Danny meminta pada moment Rapat Kerja (Raker) nantinya ada satu sesi untuk membahas bagaimana teknis program Jagai Anakta di lingkungan Taman Makassar Indah.

“Kita baru berduka kemarin anak kita menjadi korban penculikan dan pembunuhan akibat pelaku akan menjual organ dalamnya. Saya minta kita bahas bersama,” ucapnya, di Balai Kota, Rabu (11/1/2023).

Apalagi kata Danny, KKB TMI ini berisikan masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya.

“Masalah sosial seperti ini harus kita bahu-membahu untuk mengawasi dan menyelesaikan bersama. Kekuatan masyarakat menjadi penentu,” tuturnya.

Danny berharap seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kota menjadikan program jagai anakta sebagai atensi penting untuk diperhatikan.

“Sebentar lagi saya akan kumpulkan guru-guru dan kepala sekolah karena korban dan pelaku kemarin ini masih status pelajar. Harus kita kerjasama,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Demi Kesehatan Warga, Pasar Tampinna Diawasi: Penjual Diajak Lebih Bijak Pilih Produk

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Pengawas Obat dan Makanan kembali melakukan inspeksi lapangan di Pasar dan sejumlah toko di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keamanan produk konsumsi masyarakat.

Pengawasan yang melibatkan Dinas Kesehatan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar lebih selektif dalam memilih barang dagangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Suhelmi, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan tahun ini masih menunjukkan temuan yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni adanya produk yang sudah tidak layak edar.

“Masih ditemukan bahan-bahan yang tidak layak jual. Karena itu, penjual diharapkan lebih bijak dalam memilih produk untuk mencegah peredaran barang ilegal, kadaluwarsa, maupun yang mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, minuman, maupun obat-obatan yang beredar wajib memiliki izin edar resmi. Para penjual juga diminta tidak menerima produk yang belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede, menyampaikan bahwa temuan produk kadaluwarsa di lapangan cukup signifikan sehingga diperlukan perhatian bersama, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk. Kesadaran konsumen sangat penting untuk memutus peredaran barang yang tidak layak,” katanya.

Ia juga meminta para pelaku usaha lebih cermat dalam memilih produk yang dijual agar potensi kerugian masyarakat dapat dicegah sejak awal.

Pengawasan ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, Bapperida, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Ekbang Setdakab Lutim, Bagian Hukum, pihak Kecamatan Angkona, serta Satpol PP.

Pemerintah berharap kegiatan pengawasan rutin ini mampu menekan peredaran produk kadaluwarsa dan meningkatkan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Continue Reading

Trending