Connect with us

KBB TMI akan Gelar Pengukuhan dan Raker Pengurus, Danny Pomanto Titip Jagai Anakta Diperkuat

Published

on

Kitasulsel, Makassar-–Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto menitipkan program jagai anakta diperkuat di seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diungkapkan saat Kerukunan Keluarga Besar Taman Makassar Indah (KKB TMI) Kelurahan Bangkala, Manggala melakukan kunjungan ke Danny untuk meminta kehadirannya dalam kegiatan pengukuhan dan rapat kerja pengurus KKB TMI.

Danny meminta pada moment Rapat Kerja (Raker) nantinya ada satu sesi untuk membahas bagaimana teknis program Jagai Anakta di lingkungan Taman Makassar Indah.

“Kita baru berduka kemarin anak kita menjadi korban penculikan dan pembunuhan akibat pelaku akan menjual organ dalamnya. Saya minta kita bahas bersama,” ucapnya, di Balai Kota, Rabu (11/1/2023).

Apalagi kata Danny, KKB TMI ini berisikan masyarakat yang memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya.

“Masalah sosial seperti ini harus kita bahu-membahu untuk mengawasi dan menyelesaikan bersama. Kekuatan masyarakat menjadi penentu,” tuturnya.

Danny berharap seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah kota menjadikan program jagai anakta sebagai atensi penting untuk diperhatikan.

“Sebentar lagi saya akan kumpulkan guru-guru dan kepala sekolah karena korban dan pelaku kemarin ini masih status pelajar. Harus kita kerjasama,” pungkasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending