Connect with us

Rudianto Lallo Hadiri Silaturahmi Ikatan Suporter Makassar

Published

on

Kitasulsel, Makassar — Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo menemui Komunitas Ikatan Suporter Makassar yang sementara menonton bareng BRI Liga 1, antara tim kesayangan PSM Makassar vs Barito Putra di Warkop 460 Jalan Cakalang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar.

Ketua Ikatan Suporter Makassar, Udin Golgo, menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di DPRD Makassar itu disela-sela banyaknya kegiatan kedewanan.

Kehadiran politisi NasDem dikomunitas Ikatan Suporter Makassar itu merupakan bukti nyata keterbukaan dan kepedulian kepada rakyat.

“Pak Ketua ini anak Utara, berasal dari bawah, dan saya yakin akan konsisten memperjuangkan rakyat, salah satu bukti nyata hari ini, dia tetap hadir ditempat ini meskipun kegiatannya padat, sekali lagi saya sampaikan terima kasih pak ketua anak rakyat atas kehadirannya,” katanya, Selasa (10/1/2023).

Di kesempatan ini, Udin Golgo menegaskan akan berjuang bersama Anak Rakyat (Sapaan Akrab Rudianto Lallo) untuk kemajuan Makassar 2024 mendatang.

Bahkan dia langsung membentuk relawan pemenangan untuk Rudianto Lallo selaku baka Calon Wali Kota Makassar dengan nama laskar anak rakyat.

“Laskar anak rakyat ini akan menyusuri lorong ke lorong untuk mensosialisasikan Rudianto Lallo sebagai Calon Wali Kota, saya mengharapkan ada pemimpin di Makassar dari bawah, dari anak rakyat dan berasal dari utara kota, maka saatnya berjuang bersama untuk Rudianto Lallo,” tambah Udin Golgo.

Sementara itu, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mengapresuasi semangat ikatan suporter makassar yang ingin bersama-sama berjuang untuk Makassar 2024 mendatang.

Menurut dia, dengan hadirnya Tokoh Utara Kota dibawah Komando Udin Golgo menambahkan energi positif menatap Pilkada Makassar mendatang.

“Jika kemarin-kemarin energiku hanya 50 persen, maka dengan adanya pak Udin bersama kita semua disini bertambah menjadi 90 persen. Insya Allah anak rakyat siap berkolaborasi dan terbuka demi rakyat yang dua kali tambah baik,” paparnya.

Politisi Partai NasDem itu juga menyampaikan kedekatan dengan keluarga Udin Golgo sejak dulu. diceritakan Ayahnya Daeng Lallo bersahabat baik dengan orang tua Udin Golgo, Kasude, hingga dilanjutkan masing-masing anaknya.

“Saya injak pertama kali Jakarta dibawa sama pak Udin Golgo, waktu itu ikut dengan suporter KSM,  bagian dari superter PSM. Ke Jakarta naik kapal laut, disana dibawa ke Senayan, dan ditemani juga keliling Monas, memori itu tidak hilang hingga saat ini, jadi kedekatan saya dengan Pak Udin Golgo sejak dulu,” tutur lelaki kelahiran Pulau Lakkang itu.

Lanjut Legislator dua periode itu mengatakan jika dirinya berasal dari bawah, bukan anak bangsawan, bukan kuga anak pejabat, asli anak rakyat yang tinggal di Pulau Lakkang, dikelilingi Sungai Tallo.

“Saya anak rakyat, anak asal dari bawah, tentunya tau kebatinan apa yang dirasakan oleh masyarakat dan tau apa yang dibutuhkan  oleh masyarakat,” tutup Ruduanto Lallo.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending