Connect with us

Jarnas Mileanies Sumut dan Sulsel Konsolidasi Kecamatan Pastikan Jaring Laba-laba Sempurna di Level TPS

Published

on

Kitasulsel, Jakarta—Dua Provinsi terbesar di luar pulau Jawa cukup serius dikerjakan Jarnas Mileanies. Ketua Wilayah Jarnas Mileanies Sulsel Asri Tadda melakukan konsolidasi di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Sementara Sekertaris Wilayah Jarnas Mileanies Sumatera Utara, Ady melakukan konsolidasi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi. Sumut.

Koordinasi Mileanies Di Sulsel sudah sampai di Level Kelurahan, pertemuan ini adalah koordinasi DPC Biringkanaya Kota Makassar, Sulsel dalam rangka membangun jejaring 3-3-3-3 dan memastikan setiap TPS ada 3 orang Mileanies jadi pengawal TPS.

Di Sulsel, Jaringan Nasional Milenial Anies (Jarnas Mileanies) bukan hanya ada di 24 Kabupaten Kota tapi sdh sampai di level Desa dan Kelurahan. Sementara Jarnas Mileanies Sumatera Utara sudah mendeklarasikan diri di beberapa kabupaten kota di Sumut dan terus membangun jejaring hingga TPS.

Di Sumatera Utara, selain Jarnas Mileanies masih ada beberapa relawan yang tumbuh dan berafiliasi dengan Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) antara lain Sains Milenium Sumatera, Relasumut PPTI, Gerak Samara, Relawan Anies Sumatera (RAS) dan Relawan Anies Sumut Aceh (RELASAMAN)

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS Sulsel: 1 dari 5 Rumah Tangga Miliki Mobil, Sidrap Tertinggi 27,38 Persen

Published

on

KITASULSEL—MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat bahwa satu dari lima rumah tangga di Sulsel telah memiliki mobil atau kendaraan roda empat/lebih. Data tersebut menunjukkan adanya disparitas tingkat kepemilikan kendaraan antar daerah, yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, infrastruktur, hingga karakteristik wilayah.

Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepemilikan mobil tertinggi di Sulsel, yakni mencapai 27,38 persen. Artinya, lebih dari seperempat rumah tangga di daerah tersebut telah memiliki kendaraan roda empat.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo dengan persentase 27,08 persen, disusul Luwu Timur sebesar 24,18 persen. Sementara itu, Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan kota metropolitan di Sulsel berada di peringkat keempat dengan tingkat kepemilikan mobil sebesar 23,16 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa bahkan di kota terbesar sekalipun, mobil belum menjadi moda transportasi yang dimiliki mayoritas rumah tangga.

Pada kelompok menengah, tingkat kepemilikan mobil berada di kisaran 18 hingga 22 persen. Daerah-daerah yang masuk dalam kategori ini antara lain Kabupaten Soppeng, Kota Parepare, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Maros.

Di sisi lain, sejumlah wilayah masih mencatatkan angka kepemilikan mobil di bawah 15 persen. Kabupaten Jeneponto menjadi daerah dengan tingkat kepemilikan terendah, yakni 10,67 persen. Disusul Takalar sebesar 11,45 persen dan Kepulauan Selayar 11,62 persen. Ini berarti, di wilayah-wilayah tersebut, kurang dari satu dari sepuluh rumah tangga memiliki kendaraan roda empat.

Data BPS ini menegaskan bahwa akses terhadap mobil masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, kualitas infrastruktur, serta kebutuhan mobilitas di masing-masing daerah. Di banyak wilayah Sulsel, sepeda motor dan transportasi umum masih menjadi tulang punggung pergerakan masyarakat sehari-hari.

Perbedaan tingkat kepemilikan kendaraan ini juga dapat menjadi indikator daya beli masyarakat sekaligus gambaran perkembangan ekonomi daerah. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat menjadikan data tersebut sebagai rujukan dalam perencanaan kebijakan transportasi dan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Continue Reading

Trending