Connect with us

Jarnas Mileanies Sumut dan Sulsel Konsolidasi Kecamatan Pastikan Jaring Laba-laba Sempurna di Level TPS

Published

on

Kitasulsel, Jakarta—Dua Provinsi terbesar di luar pulau Jawa cukup serius dikerjakan Jarnas Mileanies. Ketua Wilayah Jarnas Mileanies Sulsel Asri Tadda melakukan konsolidasi di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Sementara Sekertaris Wilayah Jarnas Mileanies Sumatera Utara, Ady melakukan konsolidasi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi. Sumut.

Koordinasi Mileanies Di Sulsel sudah sampai di Level Kelurahan, pertemuan ini adalah koordinasi DPC Biringkanaya Kota Makassar, Sulsel dalam rangka membangun jejaring 3-3-3-3 dan memastikan setiap TPS ada 3 orang Mileanies jadi pengawal TPS.

Di Sulsel, Jaringan Nasional Milenial Anies (Jarnas Mileanies) bukan hanya ada di 24 Kabupaten Kota tapi sdh sampai di level Desa dan Kelurahan. Sementara Jarnas Mileanies Sumatera Utara sudah mendeklarasikan diri di beberapa kabupaten kota di Sumut dan terus membangun jejaring hingga TPS.

Di Sumatera Utara, selain Jarnas Mileanies masih ada beberapa relawan yang tumbuh dan berafiliasi dengan Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) antara lain Sains Milenium Sumatera, Relasumut PPTI, Gerak Samara, Relawan Anies Sumatera (RAS) dan Relawan Anies Sumut Aceh (RELASAMAN)

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Dinsos P3A Luwu Timur dan BPS Sosialisasikan Groundcheck PBI kepada Pendamping PKH

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur bersama Badan Pusat Statistik menggelar sosialisasi kepada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terkait groundcheck Penerima Bantuan Iuran (PBI), Senin (30/03/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Media Center Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo-SP) Luwu Timur dan dihadiri Kepala Dinsos P3A, Masdin, serta Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu.

Dalam sambutannya, Masdin menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak sekadar mengumpulkan para pendamping PKH, tetapi juga untuk memastikan keakuratan data penerima bantuan serta pemahaman terkait sistem groundcheck di lapangan.

“Pendampingan ini menjadi ujung tombak dalam memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai kriteria dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Sebanyak 34 pendamping PKH yang mewakili seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara Dinsos P3A, BPS, dan para pendamping di lapangan.

Sementara itu, Abdullah Pannu menjelaskan bahwa groundcheck PBI merupakan langkah penting untuk menjamin validitas data penerima bantuan sosial.

Ia memaparkan bahwa melalui groundcheck, BPS bersama pendamping PKH akan melakukan verifikasi langsung ke rumah tangga sasaran guna memastikan keberadaan, kondisi sosial ekonomi, serta keabsahan administrasi penerima bantuan.

Dengan adanya sosialisasi ini, para pendamping PKH diharapkan semakin memahami mekanisme dan urgensi groundcheck PBI, sehingga penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Luwu Timur dapat berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Continue Reading

Trending