Connect with us

Jarnas Mileanies Sumut dan Sulsel Konsolidasi Kecamatan Pastikan Jaring Laba-laba Sempurna di Level TPS

Published

on

Kitasulsel, Jakarta—Dua Provinsi terbesar di luar pulau Jawa cukup serius dikerjakan Jarnas Mileanies. Ketua Wilayah Jarnas Mileanies Sulsel Asri Tadda melakukan konsolidasi di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Sementara Sekertaris Wilayah Jarnas Mileanies Sumatera Utara, Ady melakukan konsolidasi di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi. Sumut.

Koordinasi Mileanies Di Sulsel sudah sampai di Level Kelurahan, pertemuan ini adalah koordinasi DPC Biringkanaya Kota Makassar, Sulsel dalam rangka membangun jejaring 3-3-3-3 dan memastikan setiap TPS ada 3 orang Mileanies jadi pengawal TPS.

Di Sulsel, Jaringan Nasional Milenial Anies (Jarnas Mileanies) bukan hanya ada di 24 Kabupaten Kota tapi sdh sampai di level Desa dan Kelurahan. Sementara Jarnas Mileanies Sumatera Utara sudah mendeklarasikan diri di beberapa kabupaten kota di Sumut dan terus membangun jejaring hingga TPS.

Di Sumatera Utara, selain Jarnas Mileanies masih ada beberapa relawan yang tumbuh dan berafiliasi dengan Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) antara lain Sains Milenium Sumatera, Relasumut PPTI, Gerak Samara, Relawan Anies Sumatera (RAS) dan Relawan Anies Sumut Aceh (RELASAMAN)

 

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kabupaten Sidrap

Belum Lama Dikerja, Duiker Dekat Monumen Ganggawa Sudah Rusak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Bangunan duiker yang berada di dekat Monumen Ganggawa atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pantai Kering (Pangker), Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Padahal, duiker tersebut diketahui baru saja selesai dikerjakan. Kondisi plat duiker terlihat mengalami keretakan serta pengelupasan di beberapa bagian.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat yang setiap hari melintas di lokasi tersebut.

Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak segera mendapat penanganan.

“Kami mempertanyakan kualitas proyek itu. Masak baru selesai dikerja sudah rusak. Ini proyek yang diduga dikerjakan oleh rekanan menggunakan anggaran Dinas PU Sidrap tahun 2025,” ujar salah seorang warga, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, proyek infrastruktur seharusnya memiliki kualitas yang baik dan dapat bertahan lama, mengingat anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sidrap, Abdul Rasyid, belum memberikan tanggapan terkait kondisi duiker tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya memberikan jawaban singkat.

“Ya, lagi rapat dulu, nanti saya suruh pak kabid bina marga kesana liatki untuk diperbaiki karena masih adaji pemeliharaannya,” katanya.

Warga berharap pihak terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta memperbaiki kerusakan yang ada.

Mereka juga meminta agar kualitas pekerjaan proyek infrastruktur ke depan lebih diawasi secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)

Continue Reading

Trending