Pemkot Makassar Bakal Siapkan Sistem Pemadaman Api di Pasar Tradisional
Kitasulsel, Makassar—Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta PD Pasar Makassar Raya untuk menyiapkan sistem pemadam api di pasar.
Danny mengatakan, kebakaran pasar menjadi kejadian yang berulang. Makanya, PD Pasar perlu melakukan evaluasi dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa kebakaran pasar.
“Sistem keamanan ini perlu ditingkatkan. Pasar itu harus jadi bagian yang dibenahi, Apar (Alat Pemadam Kebakaran), sistem buka tutup harus,” kata Danny.
Danny juga mengatakan, bahwa akses darurat kebakaran ini tak tertata dengan baik.
“Semestinya diperlukan denah yang bisa diakses masyarakat,” katanya.
Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Ichsan Abduh Husein mengakui, sistem pemadam di pasar-pasar tradisional belum begitu memadai.
Kondisi ini kata Hesein, jadi PR besar yang akan dibenahi dan akan menjadi fokus tahun ini.
“Jadi memang kami masukkan dalam program 2023 (sistem pemadaman api),” katanya.
Ini juga akan masuk dalam rencana revitalisasi pada sejumlah pasar di Makassar, pembenahan ini memang diperlukan agar tak lagi menimbulkan kerugian bagi pedagang.
Sebelumnya, kebakaran hebat melulantakkan 931 kios pedagang di Blok B Pasar Sentral Makassar.
Kerugian akibat kebakaran yang terjadi pada Selasa malam itu dilaporkan mencapai Rp60 milliar.(*)
DISKOMINFO KAB SIDRAP
Bupati Sidrap Bekali 320 Mahasiswa KKN UMS Rappang, Ajak Jadi Agen Perubahan di Masyarakat
Kitasulsel–SIDRAP – Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memberikan pembekalan kepada 320 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Senin (29/6/2026), di Auditorium H. Zainal Razak UMS Rappang.
Dalam arahannya, Syaharuddin mengajak mahasiswa berperan aktif mendukung transformasi Kabupaten Sidrap melalui pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Sebanyak 320 mahasiswa dari berbagai fakultas UMS Rappang akan melaksanakan KKN selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026. Mereka akan ditempatkan di 40 posko yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Sidrap serta Kabupaten Enrekang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UMS Rappang, Dr. Prof. Jamaluddin Ahmad, Kepala LP3M UMS Rappang, Dr. Ahmad Mustanir, jajaran pimpinan universitas, kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Mahasiswa Diminta Hadirkan Solusi di Tengah Masyarakat
Dalam paparannya, Syaharuddin menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi sesuai disiplin ilmu masing-masing.
“KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk ikut memahami persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Paparkan Capaian Pembangunan Sidrap
Di hadapan peserta KKN, Syaharuddin juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Sidrap selama satu tahun terakhir. Menurutnya, perubahan dilakukan melalui perbaikan pola kerja pemerintahan dengan fokus pada sektor-sektor unggulan daerah.
“Kita sudah melakukan perubahan untuk Sidrap yang bukan hanya sekadar teori, tetapi praktik dengan mengubah metode kerja,” katanya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sidrap meningkat signifikan. Berdasarkan data yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi daerah yang berada di angka 4 persen pada 2024 meningkat menjadi 7,71 persen pada 2025, sekaligus menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Begitu saya diberi amanah oleh masyarakat Sidrap, saya langsung melakukan perubahan, meng-upgrade sektor pertanian, bekerja siang sore malam subuh agar petani sejahtera,” ungkapnya.
Selain itu, Syaharuddin menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap turut mengalami penurunan dari 5,96 persen menjadi sekitar 4 persen, yang disebutnya sebagai angka kemiskinan terendah di Pulau Sulawesi.
“Kalau dulu angka kemiskinan Sidrap berada di angka 5,96 persen. Kita bekerja, memaksimalisasi, menggarap, dan mengubah pola kerja. Akhirnya satu tahun bekerja Sidrap duduk di angka 4 persen dan kita dinobatkan menjadi angka kemiskinan terendah di Pulau Sulawesi,” jelasnya.
Pertanian Modern Jadi Andalan
Syaharuddin juga memaparkan visi pembangunan Kabupaten Sidrap, yakni mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera. Menurutnya, kemajuan ditandai dengan kemampuan daerah untuk terus berkembang dan berinovasi, sedangkan kesejahteraan diwujudkan melalui meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Ia mencontohkan kemajuan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap. Produksi gabah yang sebelumnya sekitar 400 ribu ton dengan nilai Rp2,5 triliun pada 2024 meningkat menjadi sekitar 700 ribu ton senilai Rp4,6 triliun pada 2025.
Menurutnya, modernisasi pertanian telah mengubah paradigma bahwa profesi petani identik dengan kemiskinan.
“Kalau dulu orang bilang bertani itu kotor, miskin. Kalau di Sidrap itu salah. Petani itu keren, banyak uangnya, dan modern. Sekarang bertani pakai rotavator, transplanter, drone sprayer, combine. Pabriknya total 182 pabrik,” tuturnya.
Selain sektor pertanian, Syaharuddin turut mengulas potensi peternakan dan energi terbarukan di Sidrap. Ia menyebut populasi ayam petelur mencapai sekitar 5,4 juta ekor dengan produksi sekitar 5 juta butir telur per hari. Sementara di sektor energi, Sidrap terus mengembangkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dukung Kebersihan Lingkungan dan Pendidikan
Menutup pembekalan, Syaharuddin meminta mahasiswa KKN ikut mendukung program pemerintah, khususnya dalam membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan akses pendidikan.
Ia mengajak mahasiswa mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta membantu mendata anak-anak yang putus sekolah selama menjalankan KKN.
“Salah satu misi utama KKN, coba adik-adik ajari masyarakat untuk tidak membuang sampah,” pesannya.
Ia juga meminta mahasiswa segera melaporkan kepada dosen pembimbing apabila menemukan anak yang tidak bersekolah agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Saya harap kepada mahasiswa bila ada anak-anak yang tidak sekolah lapor kepada dosen pembimbing, nanti dilaporkan kepada saya dan kita langsung kasih masuk di sekolah rakyat,” tutupnya.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login