Connect with us

Tingkatkan Kualitas, PDAM lakukan Pembenahan dan Pemeliharaan Instalasi 

Published

on

Kitasulsel, Makassar – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar bakal melakukan pemeliharaan Instalasi pengelolaan Air (IPA) IV Maccini Sombala yang akan berlangsung mulai Selasa-Jumat (17-20/1/2023).

Pengerjaan tersebut merupakan agenda rutin pemeliharaan guna memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan seperti yang di sampaikan Direktur Teknik PDAM Makassar, Asdar Ali.

Pengerjaan IPA Maccini Sombala akan berlangsung Selasa sampai Jumat (17-20 Januari 2023), guna optimalisasi produksi air bersih,” Kata Asdar, Selasa (17/1/2023).

“Kami sebelumnya telah menyampaikan informasi dan dampak yang ditimbulkan melalui media sosial PDAM Makassar,” tambahnya.

Dari pemeliharaan tersebut, sejumlah wilayah di Makasar bakal terdampak. Antara lain Jl Cendrawasih, Jl Dg Tata Raya, Jl Abdul Kadir, Jl Metro Tanjung Bunga.

Selanjutnya sebagian wilayah Maccini Sombala, sebagian wilayah Utara kota, hingga merambah ke wilayah Barombong.

Industri perhotelan, perbelanjaan, dan rumah sakit di area Jl Metro Tanjung Bunga juga terdampak.

Misalnya, Trans Studio Mall, GTC Mall, RS Siloam, dan Hotel Swissbel Makasar.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, PDAM akan selalu melakukan pelayanan dengan baik,” katanya.

Selama proses pengerjaan tersebut, Asdar menegaskan air akan tetap mengalir.

Hanya saja, suplai air bersih akan mengalami penurunan atau tekanan air yang mengalir akan berkurang.

“Kami mengimbau kepada pelanggan untuk menampung air guna antisipasi dampak yang ditimbulkan akibat mengerjaan tersebut,” tutupnya

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pemkot Makassar

Pemkot Makassar dan Kejari Teken MoU, Munafri Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Bersih

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Makassar.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Makassar dan Kejaksaan Negeri Makassar terkait penanganan perkara perdata dan tata usaha negara. Penandatanganan berlangsung di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (13/3/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menilai kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memastikan jalannya pemerintahan yang lebih transparan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk sinergi untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik,” kata Munafri.

Munafri menjelaskan, sebagai kota besar dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang, Makassar memiliki potensi pendapatan daerah yang sangat besar. Namun, ia mengungkapkan masih banyak potensi penerimaan yang belum tergarap secara maksimal.

Bahkan, menurutnya, masih ditemukan sejumlah pelaku usaha yang tidak menjalankan kewajiban pajaknya selama bertahun-tahun.

“Ada beberapa tempat usaha yang tidak membayar pajak sampai 10 tahun. Bahkan ada juga yang membayarnya tidak sesuai dengan kewajibannya,” tuturnya.

Jika potensi tersebut dimaksimalkan, Munafri memperkirakan pendapatan daerah yang belum tergarap bisa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Karena itu, ia berharap kehadiran Kejaksaan Negeri Makassar dapat memberikan pendampingan hukum sekaligus memperkuat pengawasan terhadap berbagai sektor penerimaan daerah, mulai dari pajak, retribusi hingga pengelolaan aset daerah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Selain itu, Munafri juga menyoroti persoalan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Makassar yang menurutnya masih membutuhkan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ia mencontohkan proyek Lapangan Karebosi yang sempat terhambat sebagai pelajaran penting bagi pemerintah daerah dalam memastikan setiap proyek berjalan sesuai aturan.

“Kita tidak ingin ada aset yang mangkrak atau tidak termanfaatkan dengan baik. Karena itu, kita membutuhkan pendampingan agar proses pengadaan barang dan jasa bisa berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang mencoba memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam proyek pemerintah.

Ia secara tegas meminta agar tidak ada lagi “invisible hand” atau campur tangan pihak tertentu yang berpotensi mengganggu proses pembangunan di Kota Makassar.

“Kita berharap pendampingan dari Kejaksaan dapat memastikan tidak ada lagi permainan di belakang dalam proses pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Munafri berharap sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kejaksaan Negeri Makassar dapat memperkuat pengawasan, meningkatkan pendapatan daerah, serta memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai aturan demi kepentingan masyarakat.

“Ujung dari semua ini adalah good governance. Dan good governance itu harus menghasilkan impactful governance, yaitu tata kelola pemerintahan yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending