Gubernur Sulsel Hadiri Pelantikan Rektor IPB Prof. Arif Satria
Kitasulsel, Bogor— Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman ikut menghadiri pelantikan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Arif Satria untuk periode kedua pengabdiannya 2023-2028 di Graha Widya Wisuda, IPB, Kabupaten Bogor, Rabu, 18 Januari 2023.
“Hadir memenuhi undangan dan memberikan ucapan selamat dalam amanah sebagai Rektor IPB untuk periode 2023-2028 kepada Bapak Prof. Dr. Arif Satria SP, M.Si,” kata Andi Sudirman.
Ini merupakan periode kedua Arif Satria menjabat setelah terpilih secara aklamasi melalui musyawarah mufakat yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat (MWA) IPB.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman berharap di periode kedua Arif Satria bisa membawa IPB jauh lebih baik.
“Selamat menjalankan amanah kembali sebagai rektor untuk periode kedua. Tentu harapan dan doa Kami agar kepemimpinan di periode 2023-2028 ini dapat menjadikan IPB jauh lebih baik lagi,” harap Gubernur Sulsel.
Selain Andi Sudirman Sulaiman, pelantikan juga dihadiri sejumlah pejabat, salah satunya Menko Polhukam Mahfud MD. (*)
DISKOMINFO LUWU TIMUR
Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Luwu Timur, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur tersebut dibuka oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Aziz, mewakili Bupati Luwu Timur. Hadir pula Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Kabid Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Dinsos P3A, Ramlah Muhammad Djono Sanusi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Aswan Aziz menegaskan bahwa terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan merupakan salah satu indikator penting kemajuan suatu daerah. Karena itu, upaya perlindungan perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, lembaga layanan, organisasi masyarakat, dunia usaha, media massa, serta masyarakat secara umum,” ujar Aswan.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Aswan berharap forum koordinasi tersebut mampu melahirkan langkah-langkah strategis, rekomendasi kebijakan, dan komitmen bersama yang dapat diimplementasikan secara nyata dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan di masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan terus memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui berbagai program prioritas. Program tersebut meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi masyarakat, penguatan peran keluarga, serta penyediaan layanan yang mudah diakses oleh korban.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Luwu Timur, Masdin, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, keberhasilan upaya perlindungan tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita wujudkan masyarakat Luwu Timur yang aman, inklusif, dan sejahtera,” tegas Masdin.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kepedulian sosial, dan mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah serta aman bagi perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kanit PPA Polres Luwu Timur, Suandi, S.H., yang membahas aspek penanganan hukum kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Sekretaris DP3A-Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan, Suryani Sultan, turut memberikan materi terkait strategi penguatan perlindungan perempuan dan anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen terkait dalam mewujudkan lingkungan yang aman serta bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login