Connect with us

Bapenda Makassar Targetkan Penuhi Penerimaan Pajak Rp1,8 Triliun pada Tahun 2023

Published

on

Kitasulsel, Makassar–-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar berupaya melanjutkan tren positif pada tahun 2023. Terkhusus memenuhi target penerimaan pajak Rp1,8 Triliun.

Di tahun 2022, Bapenda Makassar merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak sebesar Rp1,35 Triliun. Untuk tahun ini, pihaknya ditargetkan Rp1,8 Triliun.

Kepala Bapenda Makassar, Firman Hamid Pagarra meyakini penerimaan pajak pada tahun 2023 ini meningkat. Itu seiring dicabutnya kebijakan pembatasan sosial PPKM.

“Sekarang target kita Rp1,8 Triliun. Karena tahun ini PPKM sudah dicabut oleh pak Presiden Jokowi, kita harap angkanya naik,” ujar Kepala Bapenda Makassar, Firman Hamid Pagarra, Jumat (20/01/2023).

Firman–sapaan akrabnya mengatakan bahwa Bapenda Makassar akan memperkuat sinergitas antar stakeholder terkait penerimaan pajak dan retribusi. Begitu juga dengan sosialisasi pajak.

“Kita akan perkuat lagi dan terus mengimbau kepada masyakarat untuk taat pajak,” tambah Mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini.

Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (PHTB) merupakan yang terbesar dalam mendongkrak penerimaan PAD tahun 2022.

Firman berharap keduanya kembali mampu berkontribusi besar. “Tindakan tegas perlu lagi kita lakukan bagi yang belum membayar. Ketika ada potensi PBB dan PHTB yang baru kita maksimalkan,” ucap Firman.

Terakhir, Firman berencana mengumpulkan seluruh stakeholder terkait untuk memaksimalkan potensi pajak tahun 2023. Kegiatan ini nantinya digelar pada Februari 2023.

“Kita akan buat semacam rapat khusus untuk membahas pajak. Semua pihak kita undang yang punya wewenang terhadap pajak dan retribusi, seperti semua perusahaan daerah dan pihak kelurahan,” tukasnya. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Bupati Bulukumba Andi Utta Dipastikan Hadiri Pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap, Targetkan Kontingen Masuk Tiga Besar

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta, dipastikan akan menghadiri pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Sidrap.

Kehadiran Andi Utta menjadi bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bulukumba terhadap ajang bergengsi insan pendidikan se-Sulawesi Selatan tersebut, sekaligus memberikan semangat secara langsung kepada kontingen PGRI Bulukumba yang akan berlaga di berbagai cabang olahraga, seni, dan akademik.  

Menjelang keberangkatan kontingen, Andi Utta memberikan motivasi sekaligus target yang tinggi kepada seluruh peserta. Ia berharap kontingen Kabupaten Bulukumba mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi dengan menembus tiga besar pada klasemen akhir Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

“Target kita jelas, Bulukumba harus mampu masuk tiga besar. Saya yakin seluruh peserta memiliki kemampuan, semangat, dan mental juara. Tunjukkan bahwa guru-guru Bulukumba mampu berprestasi sekaligus mengharumkan nama daerah,” tegas Andi Utta.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota kontingen agar senantiasa menjaga kekompakan, sportivitas, serta nama baik Kabupaten Bulukumba selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Sidrap.

Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum mempererat silaturahmi antarguru, meningkatkan kreativitas, serta menjadi ruang berbagi pengalaman dalam memajukan dunia pendidikan di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, kontingen PGRI Bulukumba mengaku siap menjawab kepercayaan dan target yang diberikan oleh Bupati. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari latihan intensif hingga pemantapan mental bertanding agar mampu bersaing dengan kontingen dari kabupaten dan kota lainnya.

Porsenijar PGRI Sulsel 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Sidrap diperkirakan akan diikuti ribuan guru dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat solidaritas serta meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dalam mendukung kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan.

Continue Reading

Trending