Connect with us

Jumat Berkah, UPT SPF SMPN 22 Makassar Bagi Nasi Dos di Panti Asuhan Al-Hidayah

Published

on

Kitasulsel, Makassar–Ratusam siswa-siswi sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 22 yang berlokasi di Jalan. Ir. Hj. Juanda No. 7, Kecamatan Tallo Kota Makassar bersama siswa/i, guru dan stafnya gelar Kegiatan Jumat berkah dengan tema “Indahnya Berbagi”.

Disadari atau tidak manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan dan dibutuhkan oleh orang lain dalam kehidupan.

Menurut, Kepala UPT SPF SMPN 22 Makassar, Dr. Hj. Salmah, S. Pd, M. Pd, mengatakan program Jumat berkah ini merupakan program rutin sekolah. Program ini bukan hanya dijalankan oleh seluruh siswa tapi dicontohkan juga oleh dewan guru dan karyawan sehingga menjadi teladan bagi para siswa.

“ sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan tapi juga meningkatkan karakter anak terutama dalam hal sosial, dan keagamaan,” katanya.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa kegiatan Jumat berokah ini berjalan lancar, Alhamdulillah Jumat berkah/berbagi ini hari kami bagikan Nasi dos di jalan dan panti Asuhan Al-Hidayah.

“Makasih banyak atas partisipasinya siswa-siswa di UPT SPF SMPN 22 semoga menjadi berkah dan dilancarkan semua rezekinya,” ungkap Hj. Salmah, Jumat (20/1/2023).

Dan ia pun berharap, Insya Allah kegiatan ini akan dilakukan terus setiap bulan pada hari Jumat, dan mudah-mudahan kedepannya jumlah yang kami berikan makin bertambah dan bisa dalam bentuk yang lain.

” insya Allah Perogram ini akan berjalan tiap bulan nya serta kedepan apa yang diberikan hari ini lebih baik bukan kedepannya ” harapnya

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menko Polkam Tegaskan Wacana Larangan Vape Hanya untuk yang Mengandung Narkotika

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan bahwa wacana pelarangan vape yang disampaikan pemerintah tidak ditujukan untuk seluruh produk rokok elektrik, melainkan hanya yang terbukti berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.

Penegasan tersebut disampaikan Djamari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), untuk meluruskan persepsi publik yang menganggap pemerintah akan melarang seluruh peredaran vape di Indonesia.

“Saya kan tadi memberitahukan untuk dicoba dipelajari untuk kita ngambil tindakan tegas,” ujar Djamari kepada wartawan.

Saat ditanya apakah kebijakan itu akan berlaku untuk semua rokok elektrik, Djamari memastikan bahwa fokus pemerintah adalah produk vape yang disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika.

“Oh, yang berkaitan dengan narkoba,” tegasnya.

Sebelumnya, Djamari menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemberantasan narkotika dilakukan hingga ke akar-akarnya. Arahan tersebut disampaikan dalam agenda pemusnahan barang bukti narkotika di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Djamari menginstruksikan Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Direktur Jenderal Bea dan Cukai untuk segera melakukan koordinasi guna memperketat tata kelola perdagangan rokok elektrik di Indonesia.

“Hari ini saya instruksikan kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan POM, serta Direktur Jenderal Bea Cukai untuk segera duduk bersama dalam waktu singkat, rumuskan dan atur kembali secara ketat tata kelola niaga rokok elektrik di Indonesia,” kata Djamari.

Ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap jalur impor maupun distribusi rokok elektrik guna mencegah penyalahgunaannya sebagai media peredaran narkotika jenis baru.

Menurut Djamari, pemerintah akan mendasarkan setiap kebijakan pada hasil kajian lintas kementerian dan lembaga. Apabila kajian tersebut menunjukkan bahwa risiko penyalahgunaan vape lebih besar daripada manfaatnya dan terus dimanfaatkan sebagai pintu masuk narkotika, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah yang lebih tegas.

“Jika hasil kajian bersama menunjukkan komoditas ini lebih banyak risikonya dan terus dijadikan pintu masuk narkotika jenis baru, saya perintahkan untuk tidak ragu menerapkan pelarangan total vape di Indonesia,” tandasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemberantasan narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan rokok elektrik sebagai sarana peredaran maupun konsumsi narkoba.

Continue Reading

Trending