Connect with us

Milad Satu Dekade,Bupati Budiman Ajak OPAB Malili Lawan Vandalisme

Published

on

KitaSulsel—-LuwuTimur—-Bupati Luwu Timur, H. Budiman didampingi Ketua TP PKK Lutim, Hj. Sufriaty membuka Milad Satu Dekade Organisasi Penggiat Alam Bebas (OPAB) Malili, Luwu Timur, yang dilaksanakan di Landmark Luwu Timur, Sabtu (21/01/2023).

Milad kali ini mengusung tema “Cerita Sederhana Dalam Sebuah Perjalanan, Pengabdian dan Loyalitas Dalam Nuansa Kebersamaan” yang diawali dengan senam pagi bersama dipinggir kolam renang Landmark Luwu Timur.

Usai senam, tampak Ketua TP PKK Lutim, Hj. Sufriaty Budiman menyempatkan bermain salah satu permainan tradisional yakni Maggaleceng. Selain itu, tampak para pengurus OPAB Malili juga memainkan permainan tradisional, diantaranya bermain lompat karet, bakiak, enggrang, congklak, wayang dan tarompa.

Mengawali sambutannya, Bupati Luwu Timur, H. Budiman mengucap syukur karena bisa hadir dalam rangka peringatan Satu Dekade Organisasi Penggiat Alam Bebas (OPAB) Malili Luwu Timur.

“Kalau organisasi itu, apalagi kalau tidak punya ikatan-ikatan kuat secara struktural, hanya karena ikatan emosional, kesatuan visi dan itu bisa 10 tahun, sangat luar biasa. Saya tidak melihat berapa jumlahnya, tapi berapa dampak dari sebuah organisasi itu,” ucapnya.

Menurutnya, untuk menggerakkan sebuah organisasi ini tidaklah mudah, sehingga tentu apresiasi dari pemerintah daerah dan ucapan terima kasih karena sudah 10 tahun bersama pemerintah daerah untuk membangun daerah ini.

Pada kesempatan ini, Bupati Budiman juga mengungkapkan bahwa, ada beberapa program pemerintah daerah yang akan Ia titip pada OPAB, dan program ini sebenarnya terinspirasi dari OPAB, karena program OPAB adalah program peduli lingkungan.

“Jadi program pemerintah daerah itu ialah setiap tanggal 5, karena tanggal 5 merupakan hari lingkungan hidup, jadi saya buat program peduli lingkungan dengan tagline “Peduli Ki Saya Jaga Ki”,” tuturnya.

Ada 7 gerakan dalam program tersebut, lanjut Budiman, yakni 1. Gerakan Sehari Konsumsi Bahan Pangan Lokal Non Beras, 2. Gerakan Sehari Tanpa Kemasan Plastik, 3. Gerakan Sehari Tanpa Asap Rokok, 4. Gerakan Sehari ke Kantor Tanpa Kendaraan Bermotor, 5. Gerakan Membersihkan Lingkungan, 6. Gerakan Menanam Sayuran dan Buah di Halaman Kantor, dan 7. Gerakan Menanam Satu Pohon Durian di Setiap Rumah.

“Saya titip OPAB ini tetap menjadi bagian dari pemerintah daerah, bersama-sama kita, ini kampung kita, dimana bumi di pijak, disitu langit dijunjung. Fasilitas pemerintah mari kita pelihara, sama-sama kita lawan vandalisme,” tegas Bupati Luwu Timur.

Diakhir kegiatan, Ketua TP PKK Luwu Timur, Hj. Sufriaty Budiman bersama perwakilan Polres Lutim, perwakilan Pengadilan Negeri Malili dan Ketua TP PKK Kecamatan Malili, melakukan penanaman pohon disekitar kolam renang landmark sebagai wujud cinta dan untuk melestarikan lingkungan.(*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Menag Bahas Konferensi Imam Dunia 2026 Bersama Dubes Arab Saudi, Perkuat Diplomasi Perdamaian

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri Agama menyampaikan rencana penyelenggaraan Konferensi Imam Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi, sekaligus membahas berbagai inisiatif kerja sama di bidang keagamaan, perdamaian, dan pemberdayaan masyarakat.

Menteri Agama menjelaskan, Kementerian Agama terus mendorong penguatan peran rumah ibadah sebagai ruang dialog, perdamaian, serta pusat pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, Konferensi Imam Dunia akan menjadi wadah kolaborasi para pemimpin agama dari berbagai negara dalam membangun diplomasi perdamaian sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.

“Kami berharap konferensi ini dapat memperkuat peran rumah ibadah sebagai jembatan perdamaian, mempererat persaudaraan umat, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan dan lingkungan,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag juga menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan keberhasilan program Posko Mudik di masjid-masjid selama Ramadan lalu yang dimanfaatkan ribuan pemudik sebagai tempat beristirahat dengan aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain menyediakan fasilitas istirahat, program tersebut juga melibatkan masyarakat melalui gerakan sedekah makanan berbuka puasa bagi para pemudik, sehingga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Masjid harus menjadi tempat yang memberdayakan umat. Kehadirannya bukan sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Menag.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, dan mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar juga berharap Pemerintah Arab Saudi dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program kerja sama yang dikembangkan Indonesia, termasuk rencana penyelenggaraan Konferensi Imam Dunia di Masjid Istiqlal.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Arab Saudi. Ia memastikan berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin akan terus menjadi perhatian pemerintahnya.

“Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi Arab Saudi. Berbagai program kerja sama yang dibangun bersama akan terus kami perhatikan dan tindak lanjuti,” ujar Faisal.

Rencana penyelenggaraan Konferensi Imam Dunia diharapkan menjadi forum internasional yang memperkuat peran para imam dan rumah ibadah dalam membangun perdamaian, mempererat persaudaraan antarumat, serta mendorong kolaborasi global untuk menjawab berbagai tantangan kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Continue Reading

Trending