Connect with us

Jelang Imlek 2574, Kapolres Pelabuhan Makassar Yudi Frianto Pimpin Sterilisasi Bersama Tim Gegana Brimob di Klenteng dan Vihara

Published

on

Kitasulsel, Makassar—- Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Frianto pimpin kegiatan sterilisasi bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Sulsel di sejumlah klenteng di Wilayah hukumnya, Sabtu (21/01/2023 ).

“Jelang perayaan tahun baru Imlek 2574 yang jatuh besok hari minggu 22 januari 2023, ada empat lokasi klenteng dan vihara yang menjadi peribadatan etnik Tionghoa disterilisasi oleh tim penjinak bom gegana sat brimob. Seperti klenteng Xiang Ma dan klenteng Ibu Agung Bahari  yang berada di jalan Sulawesi serta klenteng Kwang Kong di jalan lombok, Vihara Dharama Loka dijalan Bali “terang Kasubsipenmas Sihumas Aipda Adil

“Tim Gegana Brimob menggunakan peralatan pendeteksi keberadaan bahan peledak, melakukan pengecekan di setiap sudut ruangan klenteng. Usai pelaksanaan sterilisasi, personil Polres Pelabuhan Makassar telah ditempatkan untuk melaksanakan pengamanan di setiap klenteng dan vihara” jelasnya

“Selama pelaksanaan Sterilisasi dan pengecekan tidak ada yang dinyatakan berbahaya, kondisi aman. “Walaupun kondisi aman, kami akan terus memotoring terhadap kenyamaan perayaan imlek 2574 / tahun 2023 ini,” tutup Kasubsipenmas Sihumas Polres Pelabuhan Makassar. (*/Fr)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur dan Enam Lainnya Terluka

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ledakan terjadi di gudang amunisi milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) siang. Insiden tersebut mengakibatkan satu prajurit gugur, sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, ledakan terjadi saat personel sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan gudang amunisi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kegiatan ini merupakan pemeliharaan dan perawatan, dan memang sudah melalui prosedur yang berlaku serta protap yang telah dijalankan,” ujar Donny dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (16/7).

Akibat insiden tersebut, satu personel TNI AD dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, empat prajurit mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, TNI AD telah membentuk tim investigasi dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD). Tim akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kronologi kejadian dan faktor-faktor yang memicu ledakan.

“Membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman menyeluruh guna mengetahui peristiwa secara kronologis penyebab insiden tersebut,” kata Donny.

Ia menegaskan, investigasi dilakukan secara profesional tanpa menetapkan batas waktu tertentu, namun diupayakan selesai secepat mungkin agar penyebab insiden dapat diketahui secara pasti.

Sementara itu, lokasi gudang amunisi yang menjadi pusat ledakan telah disterilkan. Akses menuju area tersebut ditutup dan hanya diperbolehkan bagi personel tim investigasi yang bertugas.

“Hanya tim investigasi yang boleh mendekati lokasi ledakan,” tegas Donny.

TNI AD juga memastikan akan terus memberikan informasi kepada publik sesuai perkembangan hasil investigasi, sekaligus melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Continue Reading

Trending