Connect with us

Minggu Bersih, Lurah Pannampu Bersinergi Dengan Pj RT-RW Gelar Kerja Bakti

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Lurah Pannampu, Imam Hanafi Harris menggelar kerja bakti dan gotong royong membersihkan sampah di Jalan, bersihkan saluran Drainase, pada Minggu (22/01/2023). Ia melibatkan seluruh Pj Ketua RT dan RW, LPM, dan Masyarakat disekitarnya, dalam kegiatan ini.

Menurut, Imam Hanafi Harris menyampaikan, adapun keterlibatan Pj Ketua RT dan RW, untuk memperkuat sinergitas. Sekaligus menginstruksikan kepada mereka agar terus menjaga lingkungannya.

“Pj RT dan RW nanti akan memantau dan mengawasi titik yang biasa dijadikan pembuangan sampah sembarangan sehingga tidak ada lagi kejadian serupa,” cetusnya.

Lanjutnya, Imam Hanafi Harris mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. menurutnya, ada banyak dampak negatif jika sampah berserakan di lingkungan warga.

“Kalau tidak berlangganan sampah, mesti dibuang di titik yang disediakan. Kalau memang berlangganan atau membayar retribusi, kami akan kelola dan pengangkutan dijadwalkan,” jelasnya

Dalam Kegiatan tersebut Nampak Semangat warga yang ada diwilayah itu untuk yang hadir kerja bakti, di RW 06 tokoh masyarakat, LPM Kelurahan Pannampu yang dipimpin langsung oleh Lurah Pannampu Imam Hanafi Harris begitu antusias warga turun kerja bakti, dengan harapan semoga adanya kerja bakti setiap hari Minggu dapat mengurangi banjir jika Musim penghujan, walaupun tidak signifikan.

“PJ RT dan RW mengapresiasi positif sekali kegiatan minggu bersih, yang pertama hubungan sinergitas dengan masyarakat dan pemerintah semakin terjalin keakraban yang sangat erat, ucapnya kepada media ini, semoga kerja bakti minggu bersih selalu diadakan tidak di hari ini saja dan selalu berkelanjutan,” paparnya.

Sementara itu, Shanty selaku PJ. RT 08, RW 05 mengatakan, mari kita tanamkan bersih itu sehat, bersih itu indah, dan tetap semangat, serta kami memperlihatkan salah satu kepedulian lingkungan bersih dan sehat yang di programkan walikota Makassar yang dilibatkan seluruh elemen masyarakat sekitar dan para petugas kebersihan kelurahan Pannampu,

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menag Nasaruddin Umar Kembali ke Bone, Masjid Masa Kecil Jadi Saksi Jejak 56 Tahun Perjalanan Ilmu

Published

on

KITASULSEL—BONE — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan emosional ke Masjid Nurul Amin, Ujung Pero, Desa Saelong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (27/03/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penuh makna, mengingat masjid itu memiliki nilai historis mendalam dalam perjalanan hidup Menag. Sekitar 56 tahun lalu, Masjid Nurul Amin menjadi tempat awal Nasaruddin Umar menimba ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.

Dalam kunjungan tersebut, Menag hadir tanpa protokoler berlebihan. Ia hanya didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yapid, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan As’adiyah—lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan keilmuan Menag.

Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menag tampak berbaur dengan masyarakat serta meluangkan waktu untuk bernostalgia bersama rekan-rekan seperjuangannya yang dahulu bersama-sama belajar di masjid tersebut.

Warga setempat mengenang sosok Nasaruddin Umar sejak kecil sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki kharisma. Menurut mereka, karakter tersebut tidak berubah hingga kini meskipun telah menduduki jabatan penting di tingkat nasional.

“Dari dulu beliau dikenal sebagai santri yang sopan dan rajin. Sampai sekarang pun tetap sederhana,” ujar salah satu warga.

Kehadiran Menag di Desa Saelong juga membawa harapan baru bagi masyarakat. Di kawasan tersebut kini telah berdiri lembaga pendidikan Islam berstandar internasional yang merupakan bagian dari jaringan Yayasan As’adiyah, sekaligus menjadi cabang ke-7 yang tersebar di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi simbol kemajuan pendidikan berbasis keislaman di daerah yang dulunya menjadi tempat awal perjuangan seorang santri.

Diketahui, kunjungan Nasaruddin Umar ke Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda menghadiri PSBM XXVI 2026 di Makassar. Namun, di sela agenda tersebut, Menag menyempatkan diri mengunjungi kampung halaman yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidupnya.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan besar seorang tokoh tidak pernah lepas dari akar dan tempat ia pertama kali belajar serta ditempa.

Continue Reading

Trending