Connect with us

Wakapolres Sidrap Bersama Kasat Lantas Ikut Usung Jenazah Alm. IPTU Madusarfin Haslim

Published

on

Kitasulsel, Makassar – Penuh haru, Kapolres Sidrap AKBP Erwin Syah. S.I.K yang di wakili oleh Wakapolres Sidrap KOMPOL M. Akib bersama Kasat Lantas AKP Mahrus Ibrahim. S.Sos Ikut terjun membawa keranda jenazah salah satu anggotanya yang meninggal dunia IPTU Madusarfin Haslim yang meninggal karena sakit. Minggu (22/01/2023).

Hal tersebut dilakukan Wakapolres Sidrap pada saat mewakili Kapolres melayat kerumah duka Almarhum IPTU Madusarfin Haslim di Jalan Naja Dg. Nai Nomor 38 Rappokalling Kodya Makassar, dan dikebumikan hari ini setelah ba’da Ashar disalah satu pekuburan umum di Kodya Makassar.

Kapolres Sidrap melalui Wakapolres Sidrap KOMPOL M. Akib mengungkapkan bahwa, ” Almarhum IPTU Madusarfin Haslim meninggal dunia pada hari minggu tanggal 22 Januari 2023 pukul 04.50 Wita di Rumah sakit Type B Pare – pare, Jabatan terakhir Kasubag Faskon Bag Log Polres Sidrap

“Almarhum IPTU Madusarfin Haslim meninggalkan seorang Istri bernama Hj. Nuraini Adam dan 3 ( tiga ) orang anak An. Bayu (Dewasa), Mutmainnah (Remaja) dan Aditya (Anak-anak),

“Atas nama Polres Sidrap, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dedikasi almarhum terhadap kesatuan hingga akhir hayat almarhum, semoga Allah menempatkan Almarhum disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran, “ujar Wakapolres. (win)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam pelestarian budaya kembali ditunjukkan melalui pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3.

Festival yang menghadirkan beragam kegiatan edukatif ini digelar oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan festival ini, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya. Ajang ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.

Pelaksanaan festival didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah serta Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda.

“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Festival Nene Mallomo bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus arus globalisasi.

“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini penting agar warisan budaya tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan kebudayaan memiliki nilai edukatif tinggi dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, bermental juara, dan memiliki semangat untuk meraih kesuksesan.

Sementara itu, Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata peran aktif daerah dalam melestarikan budaya lokal.

“Program Dana Indonesiana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional serta memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui Festival Nene Mallomo ke-3 ini, diharapkan semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah.

Continue Reading

Trending